3257 research outputs found
Sort by
PENTINGNYA PERSONAL HYGIENE TERHADAP KESEHATAN KULIT PADA REMAJA PUTR
Personal hygiene merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga
kesehatan kulit, khususnya pada remaja putri yang mengalami perubahan hormonal dan
peningkatan aktivitas fisik. Kurangnya penerapan personal hygiene dapat meningkatkan risiko
terjadinya berbagai gangguan kulit, seperti jerawat, infeksi jamur, dan iritasi kulit. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kesehatan kulit pada
remaja putri.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan
pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri berusia 13–18
tahun di Pondok Pesantren Darul Ulum, bulan November 2025, dengan jumlah sampel
sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen
penelitian berupa kuesioner personal hygiene dan lembar observasi kondisi kesehatan kulit.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan
tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
personal hygiene yang baik (63,3%) dan kondisi kesehatan kulit yang sehat (66,7%). Hasil uji
statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara
personal hygiene dengan kesehatan kulit pada remaja putri. Remaja putri dengan personal
hygiene yang baik cenderung memiliki kondisi kulit yang lebih sehat dibandingkan dengan
remaja putri yang memiliki personal hygiene cukup maupun kurang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa personal hygiene memiliki
hubungan yang signifikan dengan kesehatan kulit pada remaja putri. Oleh karena itu,
diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya
personal hygiene sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan kulit.
Kata kunci: personal hygiene, kesehatan kulit, remaja putr
KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL (ARV) PASIEN HIV/AIDS DI JOMBANG MELALUI PENDEKATAN KEPERAWATAN KELUARGA
Kepatuhan pengobatan Antriretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS merupakan kunci
utama untuk mencapai derajat kesehatan secara optimal, selain itu dengan kepatuhan
terhadap ARV akan memberikan dampak positif seperti angka harapan hidup yang
tinggi serta meningkatkan kualitas hidup. Beberapa faktor seperti adanya dukungan
informasi dan dukungan motivasi mempengaruhi perilaku kepatuhan pelaksanaan ARV
pada pasien HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan
dukungan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV/AIDS di Jombang melalui
pendekatan keperawatan keluarga. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian
ini adalah menggunakan analisa korelasi dengan pendekatan Cross Sectional Study.
Sebanyak 65 responden diambil total untuk terlibat dalam penelitian ini. Penelitian ini
telah mendapat persetujuan kelayakan etik dari komisi etik Fakultas Ilmu Kesehatan
Unipdu pada Juli 2024 dengan nomor sertifikat 044-Kep Unipdu/7/2024. Data diambil
dengan menggunakan metode wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner
dari Morsky Medication Adherence Scale (MMAS). Hasil chi square test menunjukkan
nilai p value 0,001 < nilai α 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara
dukungan informasi dan dukungan motivasi dari keluarga terhadap kepatuhan
pengobatan ARV pada penderita HIV AIDS. Dukungan keluarga menjadi model utama
dalam pelaksanaan keptuhan pengobatan ARV pada pasien HIV/AIDS.
Kata Kunci: Dukungan Informasi, Dukungan Motivasi, HIV/AIDS, Perilaku Kepatuhan
AR
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRA TENTANG SCABIES DI ASRAMA PESANTREN
Scabies adalah penyakit kulit menular yang umum terjadi di lingkungan komunal
seperti asrama pesantren. Pengetahuan tentang scabies sangat penting karena dapat
memengaruhi perilaku pencegahan dan penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat pengetahuan remaja putra tentang scabies di sebuah asrama pesantren serta
aspek pengetahuan yang perlu ditingkatkan.
Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 120 santri putra
yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur
yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (56,7%) memiliki pengetahuan
kategori cukup, 24,2% dalam kategori baik, dan 19,1% masih kurang. Pengetahuan tentang
definisi dan gejala lebih baik dibandingkan aspek pencegahan dan penularan. Temuan ini
menegaskan perlunya program edukasi kesehatan berkelanjutan di pesantren.
Kata kunci: Scabies, Pengetahuan, Remaja Putra, Asrama Pesantren
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG SEKS BEBAS
Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang
ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Menurut World Health Organization
(WHO), remaja adalah individu yang berada pada rentang usia 10–19 tahun. Pada fase ini, rasa
ingin tahu yang tinggi serta pengaruh teman sebaya dapat memengaruhi perilaku, termasuk
perilaku seksual
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang
seks bebas serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Remaja merupakan kelompok usia yang
rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk perilaku seksual berisiko. Kurangnya
pengetahuan yang memadai dapat berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak
diinginkan, infeksi menular seksual, serta dampak psikososial lainnya. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 100
remaja putri berusia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan skala penilaian tingkat
pengetahuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25% responden memiliki tingkat pengetahuan
baik, 50% cukup, dan 25% kurang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian
besar remaja putri memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, namun masih diperlukan
peningkatan edukasi kesehatan reproduksi melalui sekolah dan keluarga.
Kata kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, Seks Bebas, Kesehatan Reproduks
PERAN ENTREPRENEURIAL EDUCATION DALAM MEMBANGUN MINAT BERWIRAUSAHA PADA SANTRI ASRAMA X HURUN INN DARUL ‘ULUM PETERONGAN JOMBANG
Perkembangan SDGs (Sustainble development goals) di Indonesia
diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya melalui
peningkatan kualitas pendidikan, salah satunya adalah pendidikan kewirausahaan.
Dengan meningkatkan kualitas pendidikan kewirausahaan diharapkan mampu
mempengaruhi minat seseorang dalam berwirausaha.
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana peran
entrepreneurial education dapat membangun minat berwirausaha pada santri
Asrama X Hurun Inn. Subyek dalam penelitian ini adalah santri Asrama X Hurun
Inn yang bersekolah di MAN 2 Jombang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu analisis domain
dan taksonomi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari satu orang key informan,
dua orang sebagai informan, dan satu trianggulator.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Santri asrama x hurun inn yang
bersekolah di MAN 2 Jombang menunjukkan tingkat pemahaman yang baik
mengenai kewirausahaan. Pemahaman mereka tidak hanya terbatas pada aspek jual
beli, tetapi juga mencakup proses membangun, mengelola, dan mengevaluasi
usaha. Hal ini menunjukkan bahwa entrepreneurial education berperan dalam
membangun minat berwirausaha pada santri Asrama X Hurun Inn yang bersekolah
di MAN 2 Jombang terbukti dari ketiga informan yang tertarik untuk berwirausaha.
Kata kunci : entrepreneurial education, kewirausahaan, minat berwirausah
STRATEGI PENGEMBANGAN MENU BARU GUNA MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN PADA KEDAI JAYARAYA DI JOMBANG
Perusahaan harus mampu mempelajari strategi yang tepat dalam menjadikan
perusahaan unggul diantara pesaing sejenis. Perusahaan yang unggul dalam
memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif dapat menumbuhkan rasa kepuasan
yang nantinya akan timbul minat untuk datang lagi dan mengarah pada
rekomendasi. Oleh karena itu, Kedai Jayaraya sebagai usaha yang bergerak pada
bidang perkulineran khususnya perkopian harus mengutamakan rasa dan kualitas
dengan memperhatikan strategi pengembangan menu dalam meningkatkan minat
konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan menu
baru diterapkan pada Kedai Jayaraya di Jombang, serta bagaimana strategi tersebut
berdampak terhadap peningkatan minat beli konsumen. Penelitian ini
menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi langsung, wawancara pemilik Kedai Jayaraya sebagai Key
Informan dan barista/karyawan Kedai Jayaraya sebagai informan. Kemudian
analisis data menggunakan analisis domain dan taksonomi dengan trianggulasi
sebagai uji keabsahan data. Pengambilan trianggulator adalah pelanggan tetap
yangmana mereka sering datang ke Kedai Jayaraya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedai Jayaraya menerapkan strategi
pengembangan menu baru secara berkala dan parsitipatif, yang dimulai dari
masukan para konsumen, pengamatan tren pasar, hingga uji coba internal oleh tim
barista. Pengembangan menu baru dilakukan dengan mempertimbangkan rasa,
penyajian, harga, serta bahan baku lokat yang tersedia. Inovasi ini tidak hanya
menciptakan variasi produk, tetapi juga memperkuat identitas kedai di mata
konsumen. Peluncuran menu baru didukung dengan strategi promosi efektif melalui
media sosial dan komunikasi langsung oleh karyawan kepada pelanggan. Dengan
strategi pengembangan menu baru di Kedai Jayaraya menjadi faktor pentingdalam
mempertahankan daya saing dan meningkatkan minat beli para konsumen. Strategi
ini menunjukkan bahwa meskipun kedai tidak memiliki fasilitas yang mewah,
namun dengan pendekatan inovatif yang berbasis kebutuhan pasar, usaha kuliner
dapat bertahan dan berkembang di Tengah persaingan yang ketat.
Kata Kunci : Strategi Pengembangan Produk, Inovasi Menu, Minat Beli, Kedai
Kop
DAMPAK OMNI-CHANNEL MARKETING BERBASIS PLATFORM GINEE (GLOBAL INTELLIGENT E-COMMERCE ENGINE) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN KONSUMEN PADA TOKO ONLINE SERVODIO
Omni-channel marketing merupakan strategi pemasaran modern yang
mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi dan distribusi untuk menciptakan
pengalaman konsumen yang konsisten dan mulus. Strategi ini semakin relevan di
era digital, terutama dengan maraknya penggunaan e-commerce dan
meningkatnya tuntutan konsumen terhadap layanan yang cepat, akurat, dan
personal. Platform Ginee sebagai salah satu alat pendukung strategi ini
menawarkan berbagai fitur unggulan seperti master produk dan sinkronisasi stok
real-time untuk menjawab tantangan operasional toko online.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi
omni-channel marketing berbasis platform Ginee berdampak terhadap manajemen
stok dan kualitas layanan konsumen di Toko Online Servodio. Metode yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi terhadap pemilik dan
konsumen Servodio. Lokasi penelitian berfokus di Mojokerto, Jawa Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Ginee mampu
meningkatkan efisiensi manajemen stok, mengurangi risiko overselling, serta
mempercepat proses pengiriman. Selain itu, kepuasan konsumen meningkat karena pelayanan menjadi lebih responsif, akurat, dan terintegrasi. Dengan
demikian, platform Ginee terbukti memberikan dampak positif terhadap
peningkatan kualitas layanan konsumen dan loyalitas terhadap toko online
Servodio..
Kata Kunci: Omnichannel Marketing, Ginee, E-Commerce, Kualitas Layana
GAMBARAN PERILAKU MENJAGA PROTOKOL KESEHATAN DI PASAR PETERONGAN JOMBANG
Pandemi Covid-19 akan diprediksi menjadi endemi akan tetapi masih
belum diketahui secara pasti kapan akan terjadi. Munculnya varian-varian baru
yang lebih berbahaya dan lebih menular bisa saja terjadi. Pemerintah telah
berupaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 seperti
pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan di
berbagai daerah di Indonesia. Untuk menjamin keberhasilan program pemerintah
tersebut, kepatuhan masyarakat terhadap upaya pencegahan sangat penting, yang
sebagian besar dipengaruhi pengetahuan dan prilaku terhadap Covid-19, jika
seseorang memiliki pengetahuan baik, maka prilaku positif akan terbentuk dan
akhirnya dapat mengadopsi praktik yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui Gambaran perilaku tentang menjaga protokol kesehatan Covid19. Desain penelitian ini adalah study deskriptif. Variabel penelitian adalah
perilaku menjaga protokol kesehatan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat
di pasar Peterongan Jombang. Sampel diambil sebanyak 66 orang dengan
menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan
perilaku 3M masyarakat sebagaian besar adalah baik dan cukup.
Kata kunci: Perilaku, Protokol Kesehatan, Covid-1
ANALISIS PERAN MODALITAS BOURDIEU DAN CORPORATE BRAND IDENTITY MATRIX DALAM MEMBENTUK IDENTITAS MEREK SEKOLAH (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Plus Darul Falah Mojoagung Jombang)
An Expressive Speech Act Analysis of Main Characters in The Movie Deadpool 3: Deadpool & Wolverine
This study focused on the phenomenon of expressive speech acts as a reflection of character emotions in
the movie Deadpool 3: Deadpool & Wolverine. The study aimed to identify and analyze the types of
expressive speech acts used by the main characters, Deadpool and Wolverine. This research used George
Yule’s (1996) theory, which classifies expressive speech acts into six categories: pleasure, pain, likes,
dislikes, joy, and sorrow. The research applied a descriptive qualitative design. The data were taken from
the characters’ utterances in the film and were analyzed based on the context and psychological meaning
within each expression. The findings showed that a total of 80 expressive speech acts were found, with 66
uttered by Deadpool and 14 by Wolverine. These findings indicated that expressive speech acts in Deadpool
3 were not only used to present humor and sarcasm, but also to reflect emotional depth and internal conflict
in the characters. Future studies are suggested to investigate expressive speech acts in different genres or
compare them across multiple superhero films to explore emotional representation in broader contexts.
Keywords: pragmatics, speech acts, expressive speech acts, Deadpool 3 movi