Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1766 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Media Interaktif Berbasis Game Melalui Quiz Wordwall Dalam Meningkatkan Rasa Kepercayaan Diri Siswa Kelas V SDN 007 Samarinda Ulu
Kepercayaan diri termasuk hal penting yang perlu dibangun dalam diri siswa guna mencapai keberhasilan pembelajaran. Pada kenyataannya kepercayaan diri siswa kelas V SDN 007 Samarinda Ulu masih perlu ditingkatkan. Peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai upaya untuk membuat suatu pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan aktif yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui pemanfaatan media interaktif quiz wordwall dalam pembelajaran. PTK dilakukan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, pegamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan media game edukasi quiz wordwall dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas V SDN 007 Samarinda Ulu ditunjukkan dengan peningkatan persentase pemenuhan indikator kepercayaan diri siswa. Peningkatan kepercayaan diri siswa berdasarkan pada hasil analisis lembar observasi kepercayaan diri siswa yang memperoleh persentase 78.8% termasuk dalam kategori baik pada siklus I, 85.9% pada siklus II termasuk kategori sangat baik, dan 93% pada siklus III termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media interaktif berbasis game seperti quiz wordwall dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung peningkatan kepercayaan diri bagi siswa
Asesmen Berdiferensiasi: Mengatasi Hambatan dalam Mewujudkan Pembelajaran Inklusif untuk Anak Usia Dini di RA Al-Huda
Penelitian ini membahas penerapan pembelajaran dan asesmen berdiferensiasi di RA Al-Huda sebagai pendekatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi anak usia dini. Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan metode, materi, dan penilaian sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan masing-masing peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan wawancara mendalam terhadap guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berdiferensiasi membantu guru memahami keberagaman peserta didik dan meningkatkan partisipasi serta motivasi belajar anak. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu, pelatihan, dan sumber daya, penerapan strategi ini terbukti efektif dalam mendukung pendidikan inklusif. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan ahli sangat penting dalam pelaksanaan asesmen berdiferensiasi yang optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan untuk memperkuat implementasi asesmen berdiferensiasi di pendidikan anak usia dini
Local History and Development of National Awareness in the Perspective of Multicultural Education; Historical Study of Dugderan Tradition in Semarang City
The aim of this article is to understand Dugderan in Semarang City on the educational multicultural perspective related to national awareness development based on local tradition history. Dugderan is a routine ritual collaborative between community and Semarang City Government which was held approaching month of Ramadan. Ramadan is the rated month holy by Muslims throughout the world is not except for Semarang City community. Tradition Dugderarn has in progress since hundred years ago and still in progress until now. Dugderan is another term for the cultural festival in which it is held covering complexity life social community which includes religious, tolerance diversity and economy. Research This implemented with method qualitative with approach ethno-videography. The data collection process includes audio visual production through observation in a way live and interview to related informants with tradition Dugderan. In addition, researchers use method studies library to enrich data besides from source field. In religious, Dugderan become marker will the implementation of fasting in the month of Ramadan by the people of Semarang City. Tradition Dugderan is representation tolerance diversity Semarang City community consisting of on multi-entity. On the aspect economy, tradition Dugderan become a magnet for public for buyers and traders are the majority consists of on group intermediate to below. With thus Dugderan become a people's festival that can unite all middle group diversity national. Semarang City is miniature diversity that becomes central civilization local that has intertwined since the time of Ancient Mataram. As center diversity, Semarang City can become example practice good on the scene national both locally and globally in build awareness nationality in any era
Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Budaya Melayu untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem based learning berbasis budaya Melayu dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA. Budaya Melayu dipilih sebagai pendekatan kontekstual dalam pembelajaran karena nilai-nilai lokal yang terkandung di dalamnya, seperti permainan tradisional, perayaan budaya serta kebiasaan dalam bermusyawarah yang diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang terdiri dari kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu dan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal pre test dan post test pada setiap pertemuan dan tes keterampilan pemecahan masalah yang terdiri dari 6 butir soal essai. Teknik analisis data menggunakan analisis N-gain dan uji t. Hasil analisis N-gain menunjukkan nilai 0,48 pada pertemuan ketiga pada kelas ekperimen dan nilai 0,32 untuk kelas kontrol. Hasil uji t diperoleh bahwa ada perbedaan karena pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu terhadap keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA
Independent Curriculum Assessment and Evaluation in History Learning in Public High Schools throughout Barito Kuala Regency
This research uses a qualitative approach. Data collection and data sources were determined by purposive sampling. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are carried out through data collection, reduction, presentation and conclusion. Then, to obtain the validity of the data in this research, the researcher used triangulation techniques. The research results show that the State High School in Barito Kuala has implemented an independent curriculum. Learning and assessment have been carried out in an integrated manner. In history learning, teachers use assessments to measure the achievement of learning objectives. Three types of assessments are used: diagnostic, formative, and summative. The assessment results are used as a basis for assessing students' cognitive, affective, and psychomotor aspects, as well as reflective material for teachers to use in determining subsequent learning strategies
Analisis Fatherless terhadap Pola Asuh Anak
Fatherless ialah sebuah peristiwa yang dimana ketika seorang ayah tidak memiliki rasa bertanggung jawab kepada anaknya untuk memenuhi kewajiban serta perannya sebagai sosok seorang ayah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola asuh pada anak yang mengalami fatherless di berbagai tingkat usia dan terdapat dua dampak yaitu postif dan negatif dari kondisi fatherless tersebut yang terjadi pada tiga narasumber kami. penelitian kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian untuk lebih memahami berbagai macam peristiwa manusia atau social dengan membuat gambaran yang menyatu dan bergantung sehingga dapat di tampilkan dengan kata kata. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dimana teknik ini memiliki kriteria dan tujuan tertentu pada sampel yang akan diteliti. Sample yang digunakan sebanyak tiga orang berdasarkan usia yang terdiri dari AD (7 tahun) yang mengalami pola asuh demokratis, sedangkan AB (20 tahun)mengalami pola asuh otoriter, dan yang terakhir AC (27 tahun) mengalami pola asuh demoktaris. hasil dari penelitian ini bahwa AC berhasil melewati kondisi fatherless dimana dia bisa berdamai dengan keadaannya dan menjadi sosok pengganti ayahnya untuk adikadiknya dan ibunya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini dari tiga narasumber kami mengalami keberhasilan dari kondisi fatherless karena mendapatkan pola asuh yang baik dan mendapatkan sosok pengganti peran seorang ayah
Analisis Penggunaan Frame Markers, Transitions, dan Sequence Markers dalam Penulisan Ilmiah Mahasiswa
This study investigates the use of interactive metadiscourse in the background sections of academic papers written by 38 undergraduate students enrolled in the General Compulsory Indonesian Language Course at Universitas Mulawarman in 2025. Grounded in Hyland’s (2005) metadiscourse framework, the research focuses on three key subcategories: frame markers, transitions, and sequence markers. A qualitative descriptive method was employed through document analysis to examine how students deploy these rhetorical strategies to construct coherence and guide readers through their arguments. Each student paper was manually analyzed for the presence and frequency of metadiscourse markers, with findings triangulated by course instructors for validation. The results reveal that most students utilized more than one type of interactive marker in their writing, with 29 students using frame markers and 28 students applying transitions. However, only one student incorporated sequence markers, indicating a limited awareness of this rhetorical device. The intensity of usage varied across individuals, ranging from 6 to 20 occurrences, suggesting differing levels of rhetorical competence and text organization. Students who used metadiscourse more frequently demonstrated stronger cohesion, while those with lower usage tended to produce less structured and more descriptive texts. This study highlights the importance of explicit instruction in academic writing, particularly in metadiscourse, to support students in developing effective rhetorical strategies. The findings offer practical implications for language instruction at the tertiary level and contribute to the broader understanding of how metadiscourse functions in the early stages of academic literacy development in non-English speaking contexts
Teori Perkembangan menurut Sigmund Freud
Teori psikoseksual yang dikemukakan oleh Sigmund Freud merupakan prilaku yang dimana seksual seseorang mulai terangsang, sehingga membutuhkan kepuasaan agar kebutuhannya terpenuhi. Adapun ada beberapa tahap-tahap perkembangan menurut Freud yaitu fase oral (0-2 tahun), fase anal (2-5 tahun), fase phallic (4-5 tahun), fase laten (6 tahun pubertas), dan fase genital (pubertas 1 dan seterusnya). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam terkait teori psikoseksual Sigmud Freud. Metode yang digunakan studi kepustakaan dengan mengkaji materi dari 1 buku dan 17 artikel. Hasilnya psikoseksual dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Terdapat beberapa permasalahan seksualitas pada anak usia dini seperti halnya kekeliruan seks, hasrat dan keingintahuan akan rangsangan, masturbasi dan kekerasan seksual disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai teori psikoseksual
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Berbahan Dasar Sampah Organik Di SMPN 7 Samarinda Dalam Upaya Menciptakan Sekolah Ramah Lingkungan
Sampah organik, terutama daun kering, menjadi permasalahan di SMPN 7 Samarinda, yang memiliki banyak pepohonan. Sampah daun yang menumpuk tidak dikelola dengan baik, bahkan sering dibakar, yang berdampak pada pencemaran udara. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan dasar sampah organik bagi siswa SMPN 7 Samarinda, untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk kompos dengan 30 siswa perwakilan dari OSIS dan Palang Merah Remaja (PMR). Evaluasi dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara. Hasil kegiatan memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan serta pengalaman bagi siswa dalam memanfaatkan limbah organik berupa daun kering yang diolah menjadi pupuk kompos yang bernilai lebih dan bisa bermanfaat serta menciptakan kompos yang bersifat ramah lingkungan
Senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol bunga doyo (Curculigo latifolia Lend.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktifitas antioksidan bunga doyo (Curculigo latifolia Lend.) dari Kota Tenggarong, Indonesia. Bunga doyo segar dikeringkan di bawah naungan selama 2 hari. Bunga kering diekstraksi dengan metanol selama 24 jam dengan metode maserasi. Filtrat dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Senyawa metabolit sekunder dianalisis secara kualitatif dengan metode uji warna. Total senyawa fenolik dan flavonoid diuji menggunakan metode Folin-Ciocalteau dan aluminum klorida. Aktifitas antioksidan ekstrak diuji menggunakan uji penangkapan radikal DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga doyo mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tannin dan terpenoid. Total senyawa fenolik dan flavonoid adalah 134,06 ± 0,85 mg/g ekstrak dan 39,70 ± 1,41 mg/g ekstrak. Kemampuan penangkapan radikal DPPH ekstrak metanol bunga doyo mencapai 95,08 ± 0,00% pada konsentrasi 30,00 mg/mL. Dapat disimpulkan bahwa bunga doyo dapat dijadikan agen penangkap radikal bebas