Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
818 research outputs found
Sort by
Deskripsi Status Gizi Anak Usia 3 Sampai 5 Tahun Pada Masa Covid-19
Pola makan merupakan suatu kegiatan dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan deskripsi informasi meliputi mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. Data di Sulawesi Utara untuk 2013 menunjukkan prevalensi status gizi BB/TB<-2SD tahun 2013 adalah 10%. Kabupaten bolaang mongondow timur berdasarkan data jumlah penderita gizi buruk setiap tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2017 kasus gizi buruk di Boltim berjumlah 2 orang. Pada tahun 2018 kasus bertambah tiga orang, sedangkan 2019 turun menjadi satu orang. Biasanya penyakit ini menyerang anak-anak berumur 0-59 bulan. ada upaya perhatian pemerintah terkait dengan penanganan gizi buruk hingga angka peningkatan gizi balita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey termaksud dalam penelitian Deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di PAUD/TK Ekasari Buyat I. Waktu penelitian bulan Februari Sampai Mei 2020. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang.Gambaran status Gizi anak gizi anak usia 3 sampai 5 tahun pada masa covid di PAUD/TK Ekasari Buyat I Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah berada padabatas normal. Pengetahuan orang tua tentang gizi gizi anak usia 3 sampai 5 tahun pada masa covid di PAUD/TK Ekasari Buyat I Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebagian besar dalam keadaan baik
Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Sehat Anak Usia Dini : Studi Evaluasi Program CIPP
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi contexs, input, process dan product program pemberian makanan sehat di TK Negeri Pembina Tanggamus. Penelitian ini adalah jenis penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, pada penelitian ini menggunakan model evaluasi teori Stufflebeam yaitu CIPP (Context, Input, Process, Product). Data didapat dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara mereduksi data, setelah itu disajikan dalam bentuk deskripsi, dan diverifikasi dengan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: hasil evaluasi dari Context program pemberian makanan sehat menunjukkan bahwa program memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas. Hasil evaluasi input program pemberian makanan sehat diketahui bahwa sekolah dan pemerintah memiliki peran yang baik dalam berjalannya program ini. Hasil evaluasi process program pemberian makanan sehat menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pemberian makanan berjalan sesuai dengan proser yang telah disediakan oleh puskesmas dan yang menjadi kendala adalah kurangnya kerja sama orang tua dalam memberikan makanan sehat kepada anak pada saat anak dirumah. Hasil evaluasi product /hasil program pemberian makanan sehat menunjukan bahwa pencapaian target berat badan anak sesuai dengan usia nya dan anak tidak ada yang mengalami gizi buruk atau stunting
Bermain Playdough dalam Meningkatkan Kecerdasan Visual-Spasial Melalui Home Visit di Tengah Pandemi Covid-19
Penelitian tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial melalui kegiatan bermain menggunakan media playdough pada anak kelompok B PAUD Baitul Qur’an Kecamatan Ranomeeto. Dengan subjek penelitian yaitu anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan hasil karya. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan portofolio. Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan empat tahapan yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bermain menggunakan media playdough dapat meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak kelompok B PAUD Baitul Qur’an Kecamatan Ranomeeto. Pada siklus satu menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan visual-spasial anak dominan berada pada penilaian mulai berkembang dan berkembang sesuai harapan dengan kriteria ketuntasan 40% atau berada pada kategori cukup. Pada siklus dua menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan visual-spasial anak dominan berada pada penilaian berkembang sangat baik dengan kriteria ketuntasan sangat baik perkembangan kecerdasan visual-spasial melalui kegiatan bermain playdough pada indikator koordinator mata dan motorik anak dalam membuat berbagai bentuk sebanyak 80%, kemantapan persepsi anak dalam mengenal macam-macam warna dan ragam bentuk yaitu 90%, diskriminasi visual anak dalam membedakan dan mengklasifikasikan bentuk dan ukuran suatu benda sebanyak 80%
Penilaian dan Pelaporan Perkembangan Anak Saat Pembelajaran di Rumah di Masa Pendemi Covid-19
Penilaian dan pelaporan perkembangan anak sangat penting dilakukan oleh guru, karena melalui penilaian dan pelaporan dapat mengetahui sejauhmana anak sudah mencapai perkembangan yang harus dimilikinya. Penilaian dan pelaporan perkembangan dilakukan guru sejak anak tiba di sekolah sampai anak pulang ke rumah. Guru melakukan penilaian perkembangan dengan melakukan pengamatan/observasi terhadap tingkah laku, ucapan, mimik wajah, dan kegiatan selama di sekolah dengan menggunakan berbagai macam teknik penilaian. Namun kendala saat pandemi covid 19, pembelajaran dilakukan dari rumah sehingga guru mengalami kesulitan untuk melakukan penilaian dan pelaporan perkembangan anak. Guru mengalami kesulitan bagaimana cara melakukan penilaian dan pelaporan perkembangan anak sesuai dengan kompetensi atau karakteristik yang dimiliki anak dikarenakan kurang kerjasamanya orang tua dalam memberikan stimulasi perkembangan di rumah dan melaporkan kegiatan anak-anak selama di rumah. Oleh karena itu diperlukan wawasan pengetahuan mengenai bagaimana melakukan penilaian dan pelaporan perkembangan anak saat pembelajaran dilakukan di rumah melalui kegiatan seminar online bersama. Kesimpulan dari kegiatan seminar online tersebut para guru memiliki alternative dalam melakukan penilaian dan pelaporan perkembangan anak serta bagaimana bekerjasama dengan orang tua dalam melakukan laporan kegiatan anak yang dilakukan selama di rumah serta rencana pemberian kegiatan dan media online yang mendukung dalam pembelajaran selama di rumah.
Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19
Penelitian tindakan ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran orang tua dalam implementasi homeschooling pada anak usia dini di masa pandemi covid-19, serta mengetahu hasil belajar yang diperoleh anak melalui homeschooling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif study kasus. Informann penelitian satu keluarga, dengan Informansi utama orangtua, dan Informann pendukung anak, paman, dan guru. Data diperoleh dengan wawancara dan observasi partisipan pada keluarga. Data kemudian diolah dengan menggunakan analisis tema. Hasil yang didapat diperoleh dari penelitian ini adalah orang tua mengkondisikan lingkungan keluarga sebaik mungkin untuk menunjang pendidikan anak, hal ini dibuktikan dengan diputarkan ayat-ayat Al-Qur’an setiapmalam, orang tua selalu meluangkan waktu untuk anak dan komunikasi yang baik dalam keluarga. Selanjutnya adanya komitmen dan peran aktif orang tua dalam pelaksanaan metode homeschooling anak nusia dini juga memiliki dampak positif untuk kemampuan akademik maupun non akademik anak
Transformasi Nilai Pendidikan Islam Anak di PAUD Sultan Qaimuddin Kendari Pada Masa Pandemic Covid 19
Pandemi Covid 19 merupakan sebuah masa dimana lembaga pendidikan termasuk PAUD melakukan penyesuaian terhadap kegiatan pembelajaran. Misalnya semula kegiatan pembelajaran dilakukan di sekolah, kini dilakuan di rumah. Semula kegiatan pembelajaran dilakukan melalui tatap muka, kini dilakukan tatap maya. Semula kegiatan pembelajaran dimediasi oleh guru, kini dimediasi oleh orang tua. Transformasi nilai pendidikan Islam secara sistematis yang semulanya dirancang oleh guru disekolah, kini dilakukan bersama-sama orang tua di rumah. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis transformasi nilai pendidikan Islam anak di PAUD Sultan Qaimuddin Kendari pada masa pandemi Covid 19. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan deskriptif analitis. Lokus penelitian ini di PAUD Sultan Qaimuddin Kendari, yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2020, dengan informan yaitu kepala sekolah, guru, dan orang tua. Hasil penelitian mengungkapkan 1) kegiatan transformasi nilai pendidikan Islam anak masih dilakukan dimasa pandemi covid 19, walaupun tidak semua nilai agama ditanamkan pada anak. 2) Proses transformasi nilai pendidikan Islam anak dilakukan oleh guru bersama orang tua melalui komunikasi online (whatsapp) mengalami hambatan, tidak seperti aktifitas tatap muka. 3) Nilai pendidikan Islam yang ditrasformasikan pada anak adalah nilai akidah, nilai akhlak dan nilai amaliyah.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Finger Painting Menggunakan Tepung Singkong
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak di kelas B Kelompok Bermain Nur’Ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan penilaian. Sedangkan model yang dipilih untuk melakukan tindakan yaitu siklus model Kemmis dan Mc Taggart yang memiliki empat tahapan yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data perkembangan motorik halus anak diperoleh melalui observasi dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan presentase. Penelitian dilakukan dua siklus, setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa finger painting menggunakan tepung singkong dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak kelas B KB Nur’ain Mola Selatan Kabupaten Wakatobi. Hal ini dapat dilihat hasil observasi yang menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak mengalami perubahan yang sangat baik. Pada pra siklus atau sebelum dilakukan tindakan penelitian anak yang dikatakan tuntas mencapai 23,07%, pada siklus I anak yang tuntas mencapai 61,53% dan pada siklus II anak yang tuntas mencapai 84,61%. Hal ini menunjukkan peningkatan dari penelitian awal sampai siklus II keterampilan motorik halus semakin meningkat dan dapat dikatakan berhasil karena telah sesuai dengan indikator tingkat pencapaian yakni 75%
Evaluasi Seminar Nasional Online, Program Bermain Bersama Anak Selama Masa Pandemi Covid 19
ABSTRAK. Tidak ada yang menduga dan siap menghadapi pandemi covid-19. Sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah pada 16 Maret 2020, semua kegiatan belajar, bekerja dan beribadah dilakukan dirumah saja. Para ibu bekerja harus bekerja sekaligus mengajar anaknya selama dirumah saja. Ibu berfungsi ganda menjadi ibu guru bagi anaknya dirumah. Seminar on line ini diadakan untuk memberikan panduan kepada para ibu, untuk melakukan kegiatan bermain bersama anaknya selama dirumah saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah seminar tentang Program bermain bersama anak selama dirumah saja berdampak positif terhadap peserta dan juga lembaga penyelenggara. Metoda evaluasi yang digunakan adalah metode penelitian evaluasi dari Kickpatrick. Ada 4 level metode evaluasi Kirckpatrick, yaitu level 1. reaksi, level 2. Belajar, level 3 perilaku, dan level 4 dampak. Penelitian evaluasi hasil penyelenggaraan seminar nasional secara on line ini dilakukan pada level 1 dan level 2. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa reaksi peserta terhadap pelaksanaan seminar on line tentang program bermain bersama anak selama masa pandemi covid-19 ini sangat positif. Sedangkan pada level 2, dari hasil perbandingan pre test dan post test terhadap materi seminar didapatkan peningkatan pengetahuan para peserta tentang bermain bersama anak dirumah.