27570 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SMA NEGERI 20 BONE KABUPATEN BONE
MUHAMMAD FAJRIN, 2023. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di
SMA Negeri 20 Bone Kabupaten Bone. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. (dibimbing oleh Dra. Sitti
Habibah, M.Si dan Ibu Irmawati S.Pd., M.Pd).
Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMA
Negeri 20 Bone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
gambaran implementasi kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 20 Bone dan
faktor pendukung serta penghambatnya dalam pengimplementasiannya. Pendekaan
penelitian ini ialah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis
data yang digunakan Miles dan Huberaman. Pengecekan dan pengabsahan
menggunakan triagulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1)
Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 20 Bone menggunakan jalur
mandiri berubah dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan oleh
kementerian pendidikan dan kebudayaan yang dimodifikasi yang kemudian
dijalankan dalam proses belajar mengajar disekolah. 2) Pelaksanaan pembelajaran
telah dijalankan disekolah yang memberikan ruang kepada guru dan siswa dalam
menvariasikan proses pembelajaran, projek penguatan profil pelajar pancasila
mengembangkan jiwa kewirausahaan, kreatifitas dan karakter peserta didik,
memusatkan pembelajaran kepada peserta didik, penilaian secara sistematis dan
terstruktur, kolaborasi antar guru dalam peningkatan pembelajaran sesuai
kurikulum merdeka dan kolaborasi guru dan orang tua siswa dalam membantu dan
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. 3)
Kekhususan Jenjang SMA, dalam pengembangan softkill peserta didik melalui
pendampingan guru telah diterapkan oleh pihak sekolah melalui kegiatan projek
penguatan profil pelajar pancasila dan kegiatan ekstrakurikuler sekolah baik seni,
olahraga, kecekapan literasi dan digital. 4) Faktor pendukungnya teknologi
informasi seperti perpustakaan online, sarana dan prasarana sekolah yang cukup
memadai, dukungan kepala sekolah dan masyarakat sekolah lainnya, serta
dukungan orang tua peserta didik. Faktor penghambatnya adalah jaringan yang
kurang baik, kurangnya guru yang mengikuti pelatihan dan seminar terkait
kurikulum merdeka belajar.
Kata Kunci: Kurikulum Merdeka Belajar, Implementas
STUDI KASUS TENTANG PERILAKU FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DALAM BERMEDIA SOSIAL DAN PENANGANANNYA DI SMPN 4 BULUKUMBA
v
ABSTRAK
Nur Aslam. 2024. Studi Kasus tentang Perilaku Fear of Missing Out (FOMO)
dalam Bermedia Sosial dan Penanganannya di SMPN 4 Bulukumba.Skripsi.Jurusan
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas Negeri
Makassar. (dibimbing oleh Prof. Dr. Farida Aryani, M.Pd dan Dr. Suciani Latif,
M.Pd).
Penelitian ini membahas tentang perilaku FOMO pada siswa dalam bermedia sosial.
Kajian utama dari penelitian ini adalah: (1) Gambaran perilaku FOMO pada siswa FS
dan AH di SMPN 4 Bulukumba. (2) Faktor penyebab dan dampak dari perilaku
FOMO pada siswa FS dan AH di SMPN 4 Bulukumba. (3) Upaya penanganan
perilaku FOMO pada siswa FS dan AH di SMPN 4 Bulukumba. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil
penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Gambaran perilaku FOMO siswa FS yaitu sering
lupa waktu saat bermain tiktok sehingga terlambat ke sekolah, mengabaikan hal yang
lebih penting saat bermain tiktok seperti sarapan dan tugas sekolah, mudah mengikuti
ajakan teman untuk pergi ketempat-tempat viral walaupun sedang tidak memiliki
uang. Sedangkan gambaran perilaku FOMO siswa AH yaitu sering melihat hp dan
bermain instagram agar tidak ketinggalan, menghabiskan waktu paling sedikit 6 jam
bermain instagram hingga lupa mengerjakan tugas sekolah, makan sambil bermain
gadget, gelisah dan cemas ketika tidak melihat instagram, mudah menyetujui ajakan
teman ketempat yang sedang viral dengan merelakan uang saku dan uang tabungan.
(2) Faktor penyebab perilaku FOMO pada siswa FS adalah adanya perasaan
tertinggal dari teman-temannya jika tidak update, ingin mengetahui hal-hal baru yang
sedang viral dikalangan remaja. Sedangkan faktor penyebab perilaku FOMO pada
siswa AH adalah adanya perasaan takut dan cemas jika dikucilkan oleh temannya
karena tertinggal dari berita yang sedang update, adanya ketakutan kehilangan
momen berharga. Adapun dampak perilaku FOMO yaitu memiliki kecemasan yang
berlebih karena ingin terus-terusan melihat gadget, terlambat ke sekolah karena
menghabiskan waktu bermain sosial media, menurunnya aktivitas akademik,
kurangnya interaksi dengan orang sekitar. (3) Upaya penanganan yang dilakukan
dengan pemberian alternatif bantuan berupa Konseling Cognitive Behavior Therapy
untuk mengubah pola pikiran akibat perilaku FOMO yang ada pada siswa FS dan AH
di SMPN 4 Bulukumba.
Kata Kunci: perilaku Fear of Missing Out (FOMO), konseling cognitive behavior
therapy (CBT
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENYUSUN SOAL EVALUASI BERBASIS HOTS PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS TINGGI SD INPRES JAPING KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN GOWA
Justina Kembong, 2023. Analisis Kesulitan Guru dalam Menyusun Soal Evaluasi
Berbasis HOTS Pada Pembelajaran IPA Kelas Tinggi SD Inpres Japing Kecamatan
Pattallassang Kabupaten Gowa. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Muhammad
Irfan dan Bhakti Prima Findiga H).
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk
mendeskripsikan bagaimana kesulitan guru dalam menyusun soal evaluasi berbasis
HOTS pada pembelajaran IPA kelas tinggi SD Inpres Japing Kecamatan Pattalassang
Kabupaten Gowa. Subjek penelitian adalah guru kelas IV,V dan VI SD Inpres Japing.
Adapun fokus penelitian adalah pemahaman guru terkait karakteristik soal HOTS,
kesulitan guru dalam Menyusun soal evaluasi berbasis HOTS, Faktor yang
menyebabkan guru kesulitan dalam menyusun soal evaluasi berbasis HOTS dan upaya
yang dilakukan Guru untuk mengatasi kesulitan dalam Menyusun soal HOTS.
Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, angket, dan
dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian adalah pengumpulan data,
kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan
data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil Peneliti menjelaskan terkait kesulitan
yang dihadapi guru dalam menyusun soal evaluasi berbasis HOTS yang meliputi guru
kesulitan dalam mengatasi kemampuan siswa yang berbeda-beda, guru kurang bisa
membagi waktu, guru kesulitan dalam menyesuaikan indikator, dan guru kesulitan
dalam menyampaikan stimulus.
Kata kunci : Analisis kesulitan guru,evaluasi HOTS, Pembelajaran IP
LAYANAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 2 BULUKUMBA
DWI SULSILAWATI, 2023. Layanan Tenaga Administrasi Sekolah di SMA Negeri 2
Bulukumba. Dibimbing oleh Syamsurijal Basri, S.Pd., M.Pd dan Hasan, S.Pd.I, M.Pd;
Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang layanan tenaga administrasi sekolah di SMA Negeri 2
Bulukumba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan tenaga
administrasi sekolah serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat layanan
tenaga administrasi sekolah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan jenis
penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bulukumba.
Sumber data penelitian ini kepala tata usaha, tenaga administrasi sarana dan
prasarana, tenaga administrasi persuratan dan kearsipan, tenaga administrasi
keuangan dan tenaga administrasi humas. Teknik pengumpulan data berupa
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data
menggunakan teknik triangulasi, kecukupan referensial dan penegecekan
keanggotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam layanan tenaga
administrasi sekolah SMA Negeri 2 Bulukumba telah menjalankan Tupoksinya,
dengan berpedoman pada standar layanan administrasi dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nomor 24 Tahun 2008. Rincian tugas tenaga administrasi yang telah
dilaksanakan diantaranya : Layanan tenaga administrasi bagian sarana dan
prasarana yaitu perencanaan sarana dan prasarana, pengadaan sarana dan prasarana,
pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasarana, penginvetarisasian sarana dan
prasarana sampai penghapusan sarana dan prasarana., Layanan tenaga
administrasi bagian persuratan dan kearsipan yaitu pembuatan surat pindah
masuk dan surat pindah keluar, mengisi kartu disposisi surat masuk, mengarsipkan
sesuai kelompok surat, serta melayani pengesahan ijazah, dan Layanan tenaga
administrasi bagian humas yaitu melaksanakan tugas-tugas adminstrasi humas,
menyusun program kegiatan bidang humas, membuat laporan mingguan, bulanan
dan semester serta membuat dan mengedarkan surat kerja sama bidang humas.
Adapun yang belum dilaksanakan dari salah satu rincian tugas tenaga administrasi
yaitu layanan tenaga administrasi keuangan karena pelaksanaannya belum optimal
sebab sekolah yang kekurangan dalam penyediaan tenaga PNS yang ahli dalam
masalah keuangan sekolah yang mengakibatkan guru harus ikut serta dalam
menyelesaikan tugas-tugas administrasi keuangan sekolah. Faktor pendukung dan
penghambat layanan tenaga administrasi sekolah adalah faktor pendukung yang
meliputi tersedia fasilitas sekolah seperti sarana dan prasarana yang cukup
lengkap serta akses internet yang juga disediakan sekolah dalam mendukung
proses pemberian layanan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kompetensi
pegawai yang tidak sesuai dengan bidangnya dan kurangnya kedisiplinan
pegawai .
Kata Kunci : Layanan, Tugas pokok dan fungsi tenaga administras
Dynamics of Social Integration in Sustainable Development: A Case Study in Urban Multicultural Societies
This study explores the dynamics of social integration in sustainable development within urban multicultural societies, employing a literature review methodology. The research synthesizes a wide range of scholarly literature to understand how social integration contributes to and is
influenced by sustainable development practices in diverse urban settings. The focus is on identifying the mechanisms through which social integration occurs in multicultural urban societies and how these mechanisms support or hinder sustainable development goals. The study examines various theoretical frameworks and models that explain the interplay between social integration and sustainable development,
highlighting the role of cultural diversity, social equity, and inclusive policies. Key themes such as social cohesion, economic disparity, environmental sustainability, and governance in urban multicultural contexts are analyzed. The findings reveal that effective social integration
is crucial for achieving sustainable development in urban areas, particularly in addressing challenges related to social inequality, environmental degradation, and economic instability. The study also identifies gaps in current literature, particularly in the understanding of how multicultural dynamics influence sustainable development policies and practices. This research contributes to the discourse on urban sustainability by providing a comprehensive overview of the relationship between social integration and sustainable development, offering insights for policymakers and urban planners in fostering inclusive and sustainable urban environments.
Keywords: Social Integration, Sustainable Development, Urban Multicultural Societies, Cultural Diversity, Social Cohesion, Sustainable Urban Planning
IMPLEMENTASI PERAN GURU PENGGERAK DI UPT SMA NEGERI 2 SELAYAR
RITA WAHDINI, 2024. Implementasi Peran Guru Penggerak di UPT SMA
Negeri 2 Selayar. Skripsi dibimbing oleh Dra. Siti Habibah, M. Si dan Sumarlin
Mus, S. Pd, M. Pd ; Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Peran Guru Penggerak di UPT SMA
Negeri 2 Selayar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi
peran guru penggerak serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat
pelaksanaan implementasi peran guru penggerak. Pendekatan penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan
di UPT SMA Negeri 2 Selayar. Sumber data penelitian ini adalah Guru Penggerak
dan Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data
menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru
penggerak di UPT SMA Negeri 2 Selayar meliputi, 1) Menjadi pemimpin
pembelajaran bahwa guru sebagai pemimpin dalam pembelajaran melakukan
manajemen kelas, menentukan metode dan model pembelajaran yang tepat kepada
siswa. 2) Menggerakkan komunitas praktisi bahwa program atau kegiatan
kelompok praktisi yang dibentuk oleh sekolah adalah program MGMP
(Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yaitu guru penggerak sebagai pengampu mata
pelajaran berkolaborasi dengan sekolah lain setiap satu minggu sekali atau satu
kali sebulan. 3) Menjadi coach guru lain bahwa guru penggerak saling bekerja sama
dengan guru lainnya terkait pembuatan media pembelajaran. Sekolah juga telah
mengadakan seminar yaitu IHT (In House Training) tentang implementasi
kurikulum merdeka penyusunan modul ajar dan modul P5. 4) Mendorong
kolaborasi antar guru bahwa guru penggerak melakukan beberapa kolaborasi yaitu
melaksanakan Sabtu Bersih, Jum‟at Berkah dan Literasi Al-Qur‟an. 5)
Mewujudkan kepemimpinan murid bahwa guru penggerak menerapkan
pembelajaran berdiferensiasi yaitu memetakan kebutuhan murid dengan
melakukan metode pembelajaran di kelas seperti diskusi dan presentasi kelompok.
Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan peran guru penggerak yaitu
dukungan dari kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambat adalah adanya guru
yang masih belum menguasai IT dalam pembelajaran dan sarana prasarana sekolah
yang kurang memadai.
Kata Kunci : Implementasi, Peran, Guru Penggera
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRABBLE TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 07 CABANG GOWA
Suci Hermawati, 2024. Skripsi, Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran
Scrabble Terhadap Kemampuan Literasi Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Kemala
Bhayangkari 07 Cabang Gowa. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini,
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. (Dibimbing oleh Azizah
Amal dan Sitti Nurhidayah Ilyas).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran
Scrabble Terhadap Kemampuan Literasi Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Kemala
Bhayangkari 07 Cabang Gowa sebelum dan setelah diberi perlakuan dan untuk
mengetahui ada atau tidak ada pengaruh penggunaan media pembelajaran scrabble
terhadap kemampuan literasi anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 07
Cabang Gowa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design. Variabel bebas dalam penelitian
ini adalah media pembelajaran scrabble serta variabel terikat dalam penelitian ini
adalah kemampuan literasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 82 orang yaitu
seluruh anak didik di kelompok B. Pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang
anak, 30 oorang anak kelompok kontrol dan 30 orang anak kelompok eksperimen.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan dan analisis
statistik parametrik. Hasil analisis data yang diperoleh peningkatan rata-rata pada
kelompok eksperimen sebesar 15,13, sedangkan pada kelompok kontrol 10,87. Hasil
pengujian yang dilakukan diperoleh nilai signifikan 0.001<0,05 yang berarti H0 ditolak
dan H1 diterima atrinya kemampuan literasi anak pada kelompok eksperimen lebih baik
dari pada kelompok kontrol, ini membuktikan media pembelajaran scrabble
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan literasi anak usi 5-6 tahun
di TK Kemala Bhayangkari 07 Cabang Gowa.
Kata Kunci : Media Pembelajaran Scrabble, Kemampuan Literasi
PENGARUH PENERAPAN TEKNIK TOKEN EKONOMI TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK WAHYU KABUPATEN GOWA
FASDHILLAH, 2024, Pengaruh Penerapan Teknik Token Ekonomi Terhadap
Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Wahyu Kabupaten Gowa. Skripsi.
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan.
Universitas Negeri Makassar (Dibimbing Oleh Sitti Nurhidayah Ilyas dan
A. Sri Wahyuni Asti)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik token ekonomi
terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu Kabupaten Gowa.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis
penelitian Quasi Experiment Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32
anak yang merupakan anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu Kabupaten Gowa.
Sampel yang digunakan pada penelitian ini dengan teknik Purposive Sampling
dengan jumlah sampel yang didapatkan yaitu 24 anak 12 anak sebagai kelompok
eksperimen dan 12 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis non parametrik.
Berdasarkan hasil uji Wilcoxon untuk data hasil kemandirian anak pada kelompok
eksperimen menunjukkan nilai Z sebesar -3,068 dan nilai sig. (2-tailed) sebesar
0,002 < 0.05. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan
kemandirian anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dapat disimpulkan
bahwa penerapan teknik token ekonomi berpengaruh terhadap kemandirian anak
usia 5-6 tahun di TK Wahyu Kabupaten Gowa.
Kata Kunci: Teknik Token Ekonomi, Kemandiria
PENGARUH PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN SISWA KELAS IV UPT SPF SD INPRES LAYANG TUA II
Nurafifahtul Khasanah Azis, 2024. Pengaruh Penggunaan Metode Jarimatika terhadap
Kemampuan Berhitung Perkalian Siswa Kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang Tua II.
Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Makassar (dibimbing oleh Amrah dan Muh. Faisal)
Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan metode jarimatika terhadap kemampuan
berhitung perkalian siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang Tua II yang bertujuan
untuk: (1) mengetahui gambaran pelaksanaan pembelajaran di kelas menggunakan
metode jarimatika, (2) mengetahui gambaran kemampuan berhitung perkalian kelas IV
dan (3) mengetahui pengaruh penggunaan metode jarimatika terhadap kemampuan
berhitung perkalian siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang Tua II. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis Pre-Eksperimental Design
tipe One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas
IV UPT SPF SD Inpres Layang Tua II, sampelnya 16 siswa yang dipilih menggunakan
teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes,
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan
analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan
penggunaan metode jarimatika berjalan dengan sangat baik sesuai dengan langkah�langkah yang telah dilaksanakan. Selain itu terdapat perbedaan signifikan dalam
kemampuan berhitung siswa dengan peningkatan dari nilai rata-rata pretest berada pada
kategori perlu bimbingan karena dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung
perkalian siswa yang disebabkan penggunaan metode hafalan oleh guru dan setelah
posttest berada pada kategori baik hal tersebut disebabkan karena adanya pemberian
perlakuan berupa penggunaan metode jarimatika sehingga siswa mampu memahami
dengan cepat konsep berhitung perkalian yang diajarkan menggunakan jari tangan
sebagai alat bantu. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,000 < α = 0,05
sehingga hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan
kemampuan berhitung perkalian siswa yang signifikan setelah menerapkan metode
jarimatika. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) penggunaan
metode jarimatika siswa kelas IV UT SF SD Inpres Layang Tua II terlaksana dengan
sangat baik, (2) kemampuan berhitung perkalian siswa dengan hasil pretest berada pada
kategori perlu bimbingan dan setelah posttest berada pada kategori baik, dan (3)
penggunaan metode jarimatika berpengaruh terhadap kemampuan berhitung perkalian
siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang Tua II.
Kata Kunci: Metode Jarimatika, Kemampuan Berhitung Perkalia
TINGKAT APRESIASI SISWA TERHADAP TARI PADUPPA SEBAGAI MATERI AJAR DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA PADA KELAS X.1 DI SMAN 8 MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan Tingkat Pemahaman Siswa
Terhadap Latar Belakang Keberadaan Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni
Budaya Pada Kelas X.1 Di SMAN 8 Makassar, 2) Mendeskripsikan Tingkat
Pemahaman Siswa Terhadap Penyajian Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni
Budaya Pada Kelas X.1 Di SMAN 8 Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian evaluatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.1 SMAN 8 Makassar
dengan jumlah sampel sebanyak 37 responden. Proses pengumpulan data dilakukan
dengan cara observasi, penyebaran angket, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan uji statistik deskriptif dengan hasil berupa persentase. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Latar
Belakang Keberadaan Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Pada
Kelas X.1 Di SMAN 8 Makassar dalam kategori “sangat tinggi” sebesar 89,4%
dengan persenta setiap indikator yaitu pada indikator sejarah dan asal usul tari
paduppa sebesar 90,9%, unsur unsur budaya atau tradisi terkait sebesar 89,3%,
makna dan simbol gerak sebesar 88,1%. 2) Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap
Penyajian Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Pada Kelas X.1 Di
SMAN 8 Makassar dalam kategori “tinggi” sebesar 74,1% dengan persentase tiap
indikator yaitu teknik gerak dan estetika sebesar 71,9%, musik dan instrumen
sebesar 75,6%, kostum dan aksesoris sebesar 76,6%, konteks penyajian sebesar
71,8%.
Kata Kunci: Apresiasi, Pemahaman, Tari Padupp