Jurnal Universitas Pancasakti Makassar
Not a member yet
1283 research outputs found
Sort by
Diagnostic Accuracy of the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) Against MINI-ICD-10: A Cross-Sectional Study Among Pregnant Women in Primary Care Settings, Indonesia
Anxiety disorders during pregnancy are prevalent mental health concerns that can affect both maternal and fetal outcomes. Valid and reliable screening tools are essential for early detection and intervention. This study aimed to evaluate the diagnostic performance of the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) compared to MINI-ICD 10 as the gold standard in detecting anxiety disorders among pregnant women. A cross-sectional diagnostic accuracy study was conducted at Kaluku Bodoa Community Health Center, Makassar City, from October to November 2025. Eighty pregnant women attending antenatal care were recruited using purposive sampling. Data were collected through structured interviews using PASS and MINI-ICD 10 questionnaires. Diagnostic accuracy measures including sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), and overall accuracy were calculated. The prevalence of anxiety disorders was 36.25% (n=29) based on MINI-ICD 10 and 53.8% (n=43) based on PASS. The majority of participants were aged 21-35 years (80%), had completed senior high school education (53.8%), and were housewives (77.5%). Most were in their third trimester (67.5%) and nulliparous (43.8%). PASS demonstrated good diagnostic performance with sensitivity of 86.21%, specificity of 64.71%, PPV of 58.14%, NPV of 89.19%, and overall accuracy of 72.5%. PASS showed acceptable diagnostic performance as a screening tool for anxiety disorders in pregnant women, with high sensitivity making it suitable for initial screening in primary healthcare settings. However, the moderate specificity suggests that positive screening results should be confirmed with gold standard diagnostic interviews
Hubungan antara Paparan Penyakit dan Status Gizi pada Balita: Studi Cross-sectional di Oesapa, Indonesia
Masalah gizi pada balita masih menjadi isu penting karena berdampak pada kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada usia dini, anak rentan terhadap berbagai faktor risiko, termasuk paparan sakit, yang dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan paparan penyakit (frekuensi dan durasi) dan status gizi (BB/U, TB/U, BB/TB) pada balita di Kelurahan Oesapa. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Total sampel dalam penelitian ini adalah 101 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumentasi, lalu dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi sakit (p=0,000) dan durasi sakit (p=0,000), berhubungan dengan BB/U, tetapi tidak dengan TB/U dan BB/TB. Disimpulkan, paparan sakit (frekuensi dan durasi sakit) berhubungan signifikan dengan indikator BB/U, namun tidak berhubungan dengan TB/U dan BB/TB.  
Augmented Reality and Virtual Reality in English Learning: Bibliometric Analysis of Research Trends, Citation Patterns, and Future Directions
This study conducts a comprehensive bibliometric analysis to map the development of research on Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) in English language learning (ELL) from 2010 to 2025. Using 386 Scopus-indexed documents, the analysis examines publication growth, citation performance, influential authors and countries, core sources, and the thematic evolution of immersive learning research. The findings show a sharp increase in scientific production after 2020, reflecting the global rise of digital and immersive technologies in education. China, Korea, and Malaysia emerge as dominant contributors, demonstrating Asia’s leading role in AR/VR-driven language innovation. Citation trends reveal the coexistence of foundational highly cited works and rapidly influential recent publications. Source impact analysis confirms the interdisciplinary character of the field, spanning educational technology, linguistics, psychology, and computer science. Trend-topic analysis indicates a shift from general pedagogical themes toward AI-enhanced AR applications, deep learning, virtual reality environments, and interactive vocabulary learning systems. Despite significant growth, gaps remain in long-term studies, cross-country collaboration, and research on advanced language competencies. Overall, the study provides a data-driven understanding of how AR and VR have evolved as transformative tools for English language learning and offers strategic insights for guiding future research agendas in immersive educational technologies
Hubungan Edukasi Kesehatan Pra-Sirkumsisi dan Kesiapan Psikologis Anak untuk Anestesi Lokal: Studi Cross Sectional di Desa Bajo, Bima
Sirkumsisi merupakan prosedur bedah minor yang berpotensi menimbulkan kecemasan pada anak, khususnya terkait tindakan anestesi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis Hubungan Edukasi Kesehatan Pra-Sirkumsisi dan Kesiapan Psikologis Anak untuk Anestesi Lokal di Desa Bajo, Bima. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 97 anak laki-laki usia 8–12 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,1% responden memperoleh edukasi dalam kategori baik dan 73,2% berada pada kategori siap. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi kesehatan dengan kesiapan anak (p=0,367). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang berpengaruh signifikan (p>0,05), namun usia memiliki kecenderungan meningkatkan kesiapan (OR=2,107; 95% CI: 0,816–5,444). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi berbasis kognitif belum cukup meningkatkan kesiapan anak, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan berbasis emosional
PEMBELAJARAN STATISTIKA BERBASIS PJBL DAN JASP: PERSEPSI MAHASISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HASIL BELAJAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) dan penggunaan aplikasi JASP terhadap hasil belajar statistika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket persepsi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik persepsi terhadap PjBL maupun persepsi terhadap JASP berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar statistika, dengan pengaruh PjBL lebih dominan dibandingkan JASP. Analisis kualitatif dari respons mahasiswa menguatkan temuan ini, di mana JASP dinilai membantu karena mudah digunakan dan gratis, meskipun masih ditemui kendala teknis dan keterbatasan panduan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi pedagogis berbasis proyek dengan dukungan perangkat lunak analisis statistik seperti JASP efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran statistika. Oleh karena itu, penerapan PjBL perlu diperkuat dengan pendampingan penggunaan JASP serta penyediaan panduan kontekstual, sementara penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas variabel lain dan menggunakan desain longitudinal guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif
EKSPLORASI KONSEP MATEMATIKA DALAM BATIK TRADISIONAL DI KAMPUNG BARU KOTA BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis konsep-konsep matematika yang terdapat dalam motif Sikop Arrum Batik Tulis Lampung di Kampung Baru, Kota Bandar Lampung, sebagai bentuk penerapan etnomatematika dalam budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dengan subjek satu pengrajin batik dan objek berupa tiga motif batik, yaitu motif Sembagi, Gajah, dan Kopi. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar ceklis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi foto, dengan peneliti sebagai instrumen utama, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga motif batik memuat berbagai konsep matematika yang diterapkan secara intuitif oleh pengrajin, meliputi unsur geometri (titik, garis, dan sudut), bangun datar, kesebangunan, kekongruenan, serta transformasi geometri (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi), di mana motif Sembagi menonjolkan pola grid dan translasi, motif Gajah menunjukkan refleksi dan simetri, serta motif Kopi memperlihatkan rotasi dan bentuk bangun datar seperti elips, selain itu seluruh motif menampilkan pola berulang, simetri, dan proporsi yang mencerminkan keterkaitan antara estetika batik dan prinsip geometri. Temuan ini menunjukkan bahwa batik tradisional Lampung tidak hanya mencerminkan nilai budaya, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran matematika berbasis etnomatematika sehingga dapat membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih konkret dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari
ANALISIS UNSUR ETNOMATEMATIKA DALAM TRADISI KESENIAN BARONGAN KABUPATEN DEMAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara etnografis unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam tradisi kesenian Barongan Kabupaten Demak dan mengidentifikasi bentuk-bentuk konsep matematika yang muncul dalam aspek visual, musikal, dan gerak pertunjukan Barongan, serta memahami bagaimana unsur-unsur tersebut dimaknai oleh masyarakat pendukungnya sebagai bagian dari praktik budaya yang hidup. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan perspektif etnografi. Teknik sampling yang digunakan adalah adalah purposive sampling dengan seniman barongan yang memiliki ahli dalam bidangnya masing-masing. . Subjek penelitian meliputi pelaku kesenian yaitu meliputi pendiri, pemain dan pelatih Barongan. Adapun objek kajian difokuskan pada identifikasi konsep matematika yang tampak pada pola Gerakan kesenian Barongan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etnomatematika yang terdapat dalam kesenian barongan adalah ada pada pola gerak tariannya yang terstruktur dan berulang. Gerakan penari, seperti arah hadap tubuh, posisi tangan, serta perubahan langkah dan putaran, secara tidak langsung membentuk konsep pengukuran sudut. Konsep sudut tersebut terlihat pada kemiringan badan, bukaan lengan, dan orientasi tubuh penari terhadap ruang pertunjukan
Assessing Policy Implementation: A Study of the Balikpapan Mayor Regulation No. 16/2015 on Civil Servant Work Area Transfers
This study aims to examine the implementation of Balikpapan Mayor Regulation Number 16 of 2015 concerning the transfer of civil servant work areas and its implications for organizational effectiveness and apparatus performance as part of efforts to organize human resources for civil servants at the regional level. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis through data collection in the form of in-depth interviews, observations, and reviews of policy documents and related personnel documents. The results of the study indicate that normatively the regulation has provided quite clear guidelines regarding the procedures and mechanisms for transferring ASN work areas, however, in practice its implementation is still faced with various administrative and institutional challenges, such as limited institutional capacity, bureaucratic complexity, and suboptimal coordination between work units. The process of transferring work areas also requires employees to adapt to the new work environment which in the initial stages has the potential to affect the stability of individual and organizational performance. Nevertheless, in the long term, the policy of transferring work areas has positive implications, especially in the distribution of workloads, adjusting competencies to organizational needs, and increasing the effectiveness of work unit performance. The success of this policy is highly dependent on institutional support, clarity of assignments, and post-transfer development mechanisms, so that policy implementation is not only determined by regulatory clarity, but also by organizational capacity and the quality of sustainable administrative governance
Pengaruh Edukasi Gizi dan Senam Diabetes terhadap Stabilitas Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Tipe 2: Studi Pra-Eksperimental
Diabetes di kawasan pasifik barat mencapai 38% dan memiliki prevalensi diabetes tertinggi ketiga (11,9%) di dunia. Indonesian masuk dalam kawasan pasifik barat menjadi urutan kedua teratas (19,5 juta). Pasien diabetes tipe 2 harus menjaga agar kadar gula darah tetap stabil, yaitu dengan mengatur pola makan, aktivitas fisik, kontrol gula darah, dan rutin minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dan edukasi senam diabetes mellitus terhadap stablitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2 di Puskesmas Karuwisi. Jenis penelitian adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pre-test-pos-test. Jumlah sampel 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa glukometer. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah sampel yang stabil gula darahnya setelah dilakukan edukasi sebanyak 14 responden (87,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi (nilai p = 0,000 < α = 0,05) dan senam diabetes (nilai p = 0,029 < α = 0,05) terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2. Simpulan penelitian yaitu ada pengaruh edukasi gizi dan senam diabetes terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2, pasien disarankan mengatur pola makan sesuai dengan prinsip 3J dan rutin melakukan aktifitas fisik seperti senam diabetes 3-4 kali dalam semingg
Model EduSex-HIV Berbasis PLISSIT Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penularan HIV Pada Remaja
Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual dan penularan HIV akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi serta terbatasnya edukasi seksual komprehensif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Edusex-HIV berbasis PLISSIT dengan perspektif kesetaraan gender dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kota Gorontalo pada Maret–April 2025 dengan sampel 100 siswa menggunakan simple random sampling. Variabel utama penelitian adalah tingkat pengetahuan dan sikap siswa terkait pencegahan kekerasan seksual dan HIV. Intervensi edukasi dilakukan selama dua minggu melalui empat sesi berbasis model PLISSIT. Analisis data menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pengetahuan dari mean 1,32 menjadi 1,80 dan sikap dari 1,18 menjadi 1,90, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami perubahan kecil pada pengetahuan (1,30 menjadi 1,34) dan sikap (1,20 menjadi 1,25). Uji Independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok baik pada pengetahuan maupun sikap (p = 0,001). Model Edusex-HIV berbasis PLISSIT efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi edukasi kesehatan reproduksi di sekolah