Jurnal Upertis
Not a member yet
    809 research outputs found

    Kesiapsiagaan Rumah Tangga dalam Menghadapi Erupsi Gunung Marapi

    No full text
    Berdasarkan survei pendahuluan di Kecamatan Canduang dan  Kecamatan Sungai Pua, kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi masih rendah (65%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study, dilakukan pada Maret 2024-Juni 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 kepala keluarga dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Regresi Logistik (95% Confidence Interval). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pekerjaan (p=0,039), pendapatan keluarga (p=0,004), dan kesadaran (p=0,050) memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Sedangkan usia, pendidikan, kepemilikan rumah, dan persepsi risiko tidak memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesiapsiagaan adalah pendapatan keluarga (p=0,006, POR=4,508 (CI 95% 1.547-13.136)). Disarankan kepada pemerintah setempat untuk melakukan upaya dalam pengembangan program penguatan ekonomi lokal dan edukasi akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana

    Analisis Case Control: Paparan Asap Rokok Ibu Hamil terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah

    No full text
    Ibu hamil yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif berisiko mengalami komplikasi kehamilan, salah satunya adalah BBLR yang menjadi penyebab utama kematian bayi. Kondisi ini memerlukan perhatian karena berkaitan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian BBLR di Kota Padang. Penelitian dilakukan pada Januari–Juli 2024 dengan desain case control, menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 102 responden, yaitu 51 bayi BBLR (kasus) dan 51 bayi BBLN (kontrol), di Puskesmas Lubuk Begalung dan Pegambiran Kota Padang. Data diperoleh melalui kuesioner dan rekam medis, lalu dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil menunjukkan bahwa paparan asap rokok berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR (OR=3,429), demikian pula dengan variabel confounding umur kehamilan (OR=4,839) dan status gizi ibu (OR=10,323). Analisis multivariat menunjukkan ibu hamil perokok pasif memiliki risiko 11,5 kali lebih tinggi melahirkan bayi BBLR setelah dikontrol dengan variabel usia ibu, paritas, pekerjaan, umur kehamilan, dan status gizi (OR=11,59). Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan asap rokok pada ibu hamil secara signifikan meningkatkan risiko BBLR, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi, pemantauan kehamilan, dan intervensi gizi

    Butterfly Hug: Terapi Sederhana untuk Meredakan Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan

    No full text
    Kecemasan yang tidak ditangani saat persalinan, dapat menyebabkan kontraksi tidak efektif dan memperlama proses persalinan. Hal ini meningkatkan risiko partus lama, nyeri lebih hebat, dan tindakan medis seperti operasi caesar. Kecemasan juga berdampak pada janin, seperti risiko gawat janin dan skor APGAR rendah. Untuk mengatasi kecemasan tersebut salah satunya menggunakan terapi butterfly hug. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di RSUD Karawang. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang akan melakukan persalinan di ruang bersalin RSUD Karawang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment pretest and posttest one group design. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling sebanyak 19 responden, Intervensi dilaksanakan satu kali pertemuan dengan durasi minimal 10 menit. Teknik butterfly hug terbukti dapat memberikan efek relaksasi instan melalui stimulasi bilateral yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga mampu menurunkan respons stres secara cepat. Metode yang peneliti gunakan untuk mengukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai t hitung sebesar 9,748 > t tabel (2,101) dan nilai sig sebesar 0,000 < ? = 0,05 sehingga disimpulkan bahwa Ada pengaruh yang signifikan terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan. Saran bagi ibu hamil yang akan menghadapi persalinan dapat menggunakan tehnik butterfly hug untuk mengatasi kecemasan

    Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Orang Dengan Gangguan Jiwa

    No full text
    Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan kekambuhan pada pasien gangguan jiwa. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya motivasi keluarga untuk mendampingi pasien minum obat. Keluarga yang belum memahami bahwa gangguan jiwa adalah penyakit medis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang hal ini menyebabkan banyak ODGJ yang tidak patuh dalam minum obat secara teratur, sehingga kondisi mereka sering kambuh atau memburuk, juga disebabkan Stigma masyarakat terhadap gangguan jiwa dapat membuat pasien dan keluarganya enggan mencari bantuan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada ODGJ Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukittinggi Tahun 2024. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan non probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan uji chi-square. Dan jumlah populasi sebanyak 267 dengan responden 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 responden yang memiliki dukungan keluarga baik ada 40 orang (85,1 %) responden yang kepatuhan minum obat patuh, ada 7 orang (14,9 %) yang memiliki kepatuhan minum obat tidak patuh, sedangkan dari 26 responden yang memiliki dukungan keluarga kurang baik ada sebanyak 10 orang (38,5 %) responden yang kepatuhan minum obat patuh, ada 16 orang (61,5 %) responden yang kepatuhan minum obat tidak patuh. Uji statistik antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat didapatkan nilai p value 0.000 < 0,05. Disarankan kepada keluarga untuk selalu memperhatikan kebutuhan obat pasien sebagai upaya kesembuhan dan mencegah kekambuhan berulang pasien jiwa

    Deteksi Gen Jamur Candida albicans pada Saliva Penderita Diabetes Melitus Dengan Metode Polymerase Chain Reaction

    No full text
    Diabetes mellitus is a predisposing factor that increases the risk of oral candidiasis, where the oral cavity of patients becomes an ideal environment for fungal growth due to excess glucose in saliva secretion. This glucose accumulation, along with disturbances in the salivary glands, can trigger the growth of Candida albicans, making it a significant health issue. To accurately detect the presence of Candida albicans, the Polymerase Chain Reaction (PCR) method is used, which allows for the identification of fungal genes with high sensitivity. The aim of this study is to detect the Candida albicans gene in the saliva of women with diabetes mellitus using the Polymerase Chain Reaction method. This research is an analytical study with a cross-sectional design. The samples used in this study are saliva from 10 diabetes mellitus patients experiencing oral pain symptoms. The examination procedures include saliva sample collection, fungal culture testing using Sabouraud Dextrose Agar (SDA), conventional identification, and fungal gene detection using the PCR method. This process includes fungal sample preparation, DNA extraction, DNA amplification, and agarose gel electrophoresis. The results show that 1 respondent tested positive for Candida albicans in the saliva sample, with a percentage of 10%, while 90% were negative. Positive test results were determined through macroscopic analysis of fungal cultures, microscopic examination with Gram staining, and further testing using the germ tube method. The positive sample was then analyzed for fungal gene detection using the PCR method with Internal Transcribed Spacer (ITS), where Candida albicans was detected in the ITS region with a product length of 600 bp

    Isolasi Bakteri Asam Laktat Dari Tapai Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L Var. Glutinosa) dan Uji Aktivitas Enzim Protease

    No full text
    Bakteri Asam Laktat merupakan golongan bakteri yang dapat menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir fermentasi serta beberapa jenis enzim yang terlibat dalam proses metabolismenya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas enzim protease pada bakteri asam laktat dari tape beras ketan hitam serta melakukan identifikasi secara molekuler menggunakan gen 16S rRNA terhadap bakteri asam laktat yang memiliki aktivitas enzim protease tertinggi. Lima isolat bakteri asam laktat berhasil diperoleh melalui tahap pemurnian, kemudian dipilih 3 isolat bakteri asam laktat untuk pengujian aktivitas enzim protease dengan kode 11, 13 dan 14. Hasil pengujian aktivitas enzim protease  menunjukkan bahwa dari 3 isolat yang dipilih hanya 1 isolat memiliki aktivitas enzim protease (zona bening) yaitu isolat 11 dengan diameter rata-rata 8 mm, sedangkan kontrol positif berdiameter rata-rata 30 mm. Hasil diidentifikasi molekuler dengan gen 16S rRNA terhadap isolat yang memiliki aktivitas enzim proteasemenunjukkan bahwa isolat 11 memiliki homologi 100% dengan Weissela confuse strain 1841

    Kombinasi Pijat Oksitosin dengan Aroma Terapi Lavender terhadap Produksi Asi pada Ibu Post Partum Primipara

    No full text
    Cakupan pemberian ASI eksklusif yang terhimpun di Sumatera Selatan mengalami penurunan dari 57,8%  pada tahun 2021 menjadi 51,6% pada tahun 2022, sedangkan target pencapaian ASI eksklusif menurut WHO adalah sebesar 70% pada tahun 2030. Rendahnya cakupan pemberian ASI secara Eksklusif salah satunya disebabkan karena kurangnya produksi ASI sehingga menimbulkan kecemasan pada ibu menyusui. Hal ini mendorong ibu untuk memberikan susu formula kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Pijat oksitosin dan aroma terapi lavender dapat memberikan efek relaksasi pada sistim syaraf pusat pada hipotalamus yang membantu meningkatkan produksi hormon oksitosin. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan aroma lavender terhadap produksi ASI. Desain penelitian ini adalah Pre Experiment pretest dan posttest menggunakan rancangan One group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah ibu postpartum primi para yang berjumlah 16 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemudian analisis dengan Paired sample T-test. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian kombinasi pijat oksitosin dan aroma terapi lavender selama selama 5 hari dimana setiap harinya diberikan selama 10 menit.  Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata volume ASI sebelum diberikan intervensi kombinasi      pijat oksitosin dan aroma terapi lavender adalah 7.38 cc dan setelah diberikan intervensi adalah 78 cc. Pada uji Paired sample T-test di dapatkan hasil bahwa p=0,001, dimana p<0,005, hal ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pijat oksitosin dengan aroma terapi lavender berpengaruh terhadap produksi ASI pada ibu post partum primipara. Pemberian kombinasi pijat oksitosin dan aroma terapi lavender dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI secara alami

    Dislipidemia sebagai Faktor Risiko Dominan Stroke pada Penderita Hipertensi

    No full text
    Stroke di Sumatera Barat mengalami kenaikan sebanyak 3,4% dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, yaitu dari 7,5% di tahun 2023 menjadi 10,9% tahun 2025. Stroke merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, khususnya pada penderita hipertensi. Berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti kebiasaan merokok, diabetes mellitus, obesitas, dan dislipidemia diduga berperan terhadap kejadian stroke. Tujuan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Lintau Buo sebanyak 59 responden, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Correlation Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan merokok (p = 0.004), riwayat diabetes (p = 0.01), obesitas (p = 0.017) dan dislipidemia (p = 0.002) dengan kejadian Stroke pada penderita Hipertensi. Adapun hasil analisis bahwa semua faktor memiliki arah hubungan yang positif sedangkan kekuatan hubungan yang paling signifikan secara berurutan didahului oleh Faktor Dislipidemia, selanjutnya Riwayat Merokok, Riwayat Diabetes dan terakhir Obesitas. Faktor risiko memiliki hubungan signifikan dengan arah yang positif dengan kejadian stroke dan berdasarkan analisis kekuatan hubungan maka yang paling besar memiliki pengaruh adalah dislipidemia. Sehingga upaya deteksi dini dislipidemia sangat diperlukan untuk menurunkan kejadian stroke pada penderita hipertensi

    Potensi Peningkatan Kadar Hemoglobin melalui Pemberian JUKIS (Jus Kismis) pada Ibu Hamil Anemia sebagai Upaya Pencegahan Stunting

    No full text
    Anemia pada kehamilan merupakan komplikasi yang umum terjadi, dengan defisiensi zat besi sebagai penyebab utama. Di Indonesia, Survei Kesehatan Nasional tahun 2023 melaporkan bahwa 31,4% ibu hamil usia 25–34 tahun mengalami anemia, sebagian besar berkaitan dengan rendahnya kepatuhan terhadap suplementasi zat besi. Kondisi ini memburuk pada trimester ketiga akibat hemodilusi yang menurunkan kadar hemoglobin, sehingga meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, rendahnya cadangan zat besi pada bayi baru lahir yang berkontribusi terhadap stunting. Kismis merupakan sumber pangan alami yang mengandung zat besi sekitar 2,72 mg per 100 gram dan berpotensi dikembangkan sebagai jus kismis (JUKIS) sebagai intervensi gizi berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian JUKIS terhadap kadar Hb pada ibu hamil anemia. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test post-test control group yang melibatkan 64 ibu hamil anemia, terdiri dari 32 responden kelompok intervensi dan 32 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi mengonsumsi JUKIS setiap hari selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima minuman plasebo isotonik. Kadar Hb diukur sebelum dan sesudah intervensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan kedua kelompok mengalami peningkatan kadar Hb yang signifikan (p < 0,001). Namun, peningkatan kadar Hb pada kelompok intervensi secara statistik lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001), serta ukuran efek kuat (r = 0,599). Temuan ini menunjukkan bahwa JUKIS efektif meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil anemia dan berpotensi menjadi intervensi gizi berbasis pangan lokal

    Senam Kaki Diabetik terhadap Penurunan Neuropati Sensorik Pada Penderita Diabetes Melitus

    No full text
    Neuropati sensorik merupakan komplikasi mikrovaskular yang sering dialami penderita diabetes melitus, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko luka kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap penurunan neuropati sensorik. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan jumlah populasi 301 kasus dan teknik pengambilan sampel yang digunakan dengan purposive sampling didapatkan 46 pasien yang menderita diabetes melitus dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi dilakukan selama satu minggu, lima kali sehari, masing-masing 20 menit. Dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon untuk menilai perubahan skor neuropati sensorik sebelum dan sesudah intervensi pada masing - masing kelompok. Selain itu, Uji Mann - Whitney U digunakan untuk membandingkan skor neuropati sensorik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.  Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor neuropati sensorik dengan Negative Rank 21. Nilai asymp. Sig 0,000 (< 0,05) menandakan senam kaki diabetik berpengaruh signifikan menurunkan neuropati sensorik pada penderita diabetes melitus di kelompok intervensi. Uji Mann Whitney dengan nilai asymp. Sig 0,001 (< 0,05) menunjukkan perbedaan signifikan dalam penurunan neuropati sensorik antara kelompok intervensi dan kontrol, menegaskan bahwa senam kaki diabetik lebih efektif dibanding tanpa intervensi. Kesimpulannya, senam kaki diabetik efektif menurunkan gejala neuropati sensorik pada pasien diabetes melitus dan disarankan sebagai bagian dari intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien

    204

    full texts

    809

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Upertis is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇