Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

    MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 1 MOJOSARI

    Get PDF
    ABSTRAK Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Keterampilan berbicara merupakan keterampilan bahasa yang cukup sulit dalam bahasa Jerman. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penerapan keterampilan berbicara dalam pembelajaran. Seperti halnya yang terjadi di SMAN 1 Mojosari. Oleh karena itu, di SMAN 1 membutuhkan model pembelajaran yang berbeda, seperti “Kartu Arisan”. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe kartu arisan adalah salah satu pembelajaran kooperatif atau berkelompok, dimana peserta didik bekerjasama dalam kelompok untuk mendiskusikan kesesuaian jawaban. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Mojosari dalam pembelajaran keterampilan berbicara dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Mojosari dalam pembelajaran keterampilan berbicara dengan model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Adapun data penelitian ini yaitu berupa angket dan tes sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar untuk keterampilan berbicara bahasa jerman peserta didik kelas XI dengan Model Pembelajaran Tipe Kartu Arisan mengalami peningkatan. Pada pertemuan pertama rata-rata nilai peserta didik 74. Pertemuan kedua nilai rata-rata peserta didik 81. Pada pertemuan ketiga rata-rata nilai peserta didik 85. Melalui hasil angket lebih dari 50% menunjukkan respon positif dari peserta didik pada seluruh aspek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan dapat digunakan untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan, Keterampilan BerbicaraAUSZUGSprechfertigkeit sind Kompetenzen, Wӧrtern zu äuβern. Sprechfertigkeit hat auch andere Bedeutung, um die Ideen auszudrϋcken. Sprechen ist eine der Sprachfertigkeit, das es schwierig auf Deutsch ist. Die Ursache des Problem in SMAN 1 Mojosari ist die Benutzung der Sprechfertigkeit noch knapp. Es braucht mehrere Zeit fϋr den Schϋlern Sprechen zu ϋben. Deshalb braucht in SMAN 1 Mojosari noch variante Lernmodell, wie “Kartu Arisan” zu benutzen. Lernmodell Kartu Arisan ist ein Lernmodell von Kooperativ. Im Praxis sollen den Schϋlern Gruppenarbeit. Das Problem dieser Untersuchung ist, Wie ist die Lernergebnisse der Sprechfertigkeit der Schülern Klasse XI mit “Kartu Arisan” Lernmodell. Das Ziel dieser Untersuchung ist es, die Lernergebnisse der Sprechfertigkeit der Schüler Klasse XI mit Lernmodell “Kartu Arisan” zu wissen. Die Methode der Untersuchung ist qualitativ. Die Daten dieser Untersuchung werden durch die Ergebnisse der Fragebogenanalyse und der Test bekommen. Die Ergebnisse zeigen, dass die Lernergebnisse der Sprecfertigkeit der Schüler der Klasse XI mit Lernmodell Kartu Arisan zugenommen hat. Die Daten bekommen aus die Noten den Schϋlern im ersten Treffen 74. Im zweiten Treffen bekommen den Schϋlern die Noten 81. Im dritten Treffen bekommen den Schϋlern die Noten 85. Durch die Fragebogenergebnisse zeigen mehr als 50% positive Antworten von Schϋlern in allen Aspekten. Das bedeutet, dass die Lernmodell Kartu Arisan verwendet werden kann, um die Lernergebnisse von der Schülern Klasse XI. Schlüsselwörte: Lernmodell Kartu Arisan, Sprechfertigkeite

    Validitas dan Keefektifan LKPD Pembuatan Virgin Coconut Oil Secara Enzimatis Berbasis PBL Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Pada Materi Bioteknologi

    Get PDF
    Kurikulum 2013 menuntut peserta didik untuk produktif, kreatif, inovatif dan memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat. Cara yang dapat digunakan agar kurikulum 2013 tercapai adalah dengan membuat peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan melalui keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains dapat dioptimalkan melalui model problem based learning (PBL). Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja peserta didik (LKPD) pembuatan virgin coconut oil (VCO) secara enzimatis berbasis PBL untuk melatihkan keterampilan proses sains pada materi bioteknologi yang valid dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D, yaitu define, design, develop, dan disseminate, namun tahap disseminate tidak dilakukan. Sasaran ujicoba terbatas pada 16 peserta didik kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Arosbaya. Metode pengumpulan data menggunakan metode validasi dan metode tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, lembar pretest dan lembar posttest. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas LKPD memperoleh presentase sebesar 93,18% dengan kategori sangat valid dan keefektifan LKPD memperoleh presentase sebesar 100% dengan kategori sangat efektif

    PERANAN SERIKAT PEKERJA PT PETROKIMIA GRESIK DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

    Get PDF
    ABSTRAK PERANAN SERIKAT PEKERJA PT PETROKIMIA GRESIK DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Nama : Shelmy Yuniar NIM : 12040704035 Program Studi : S1 Ilmu Hukum Jurusan : Hukum Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga: Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Arinto Nugroho, S.Pd., S.H., MH Perusahaan dan pekerja adalah dua kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hak dan kewajiban masing-masing untuk bersama-sama melakukan kegiatan produksi. Namun tak jarang ada pula konflik diantara keduanya. Pasal 2 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyatakan bahwa perselisihan hak adalah perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak, akibat adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, perjanjian kerja,peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Hal inilah yang sedang dihadapi oleh serikat pekerja PT Petrokimia Gresik dengan Manajemen perusahaan PT Pupuk Indonesia (persero). Hak para pekerja sesuai hasil kesepakatan pada tahun 2013 yang tak kunjung dipenuhi oleh pihak PT Pupuk Indonesia (persero) menyebabkan semakin lamanya permasalahan ini. Penelitian ini merupakan penelitian empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan masalah dan observasi. Jenis bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah dengan cara wawancara dan dokumentasi yang kemudian diolah menggunakan bahan hukum yang telah di dapat untuk kemudian direduksi dan diikuti penyusunan sajian data secara komprehensif dan teliti serta hati-hati dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa perselisihan hubungan industrial yang tengah dihadapi oleh serikat pekerja PT Petrokimia Gresik dengan PT Pupuk Indonesia (persero) merupakan jenis perselisihan hak, dikarenakan bahwa belum dipenuhinya kesepakatan kerja yang telah dibuat pada tahun 2013 oleh PT Pupuk Indonesia (persero) kepada pekerja di PT Petrokimia Gresik yang dalam menuntut haknya di wakili oleh serikat pekerja PT Petrokimia Gresik. Sebaiknya manajemen dari PT Pupuk Indonesia (persero) dengan besar hati segera merealisasikan tuntutan dari serikat pekerja dikarenakan hal tersebut merupakan kewajiban yang telah tertuang dalam kesepakatan pada tahun 2013. Agar permasalahan internal perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tidak berlarut-larut. Kata kunci : Badan Usaha Milik Negara, Perselisihan Hubungan Industrial, Serikat Pekerja ABSTRACT THE ROLE OF TRADE UNION OF PT. PETROKIMIA GRESIK ININDUSTRIAL RELATION DISPUTE SETTLEMENT Nama : Shelmy Yuniar NIM : 12040704035 Program Studi : S1 Law Studies Jurusan : Law Fakultas : Faculty of Social Sciences and Law Nama Lembaga : State University of Surabaya Pembimbing : Arinto Nugroho, S.Pd., SH, MH Companies and workers are two unities which can not be separated. Both have rights and obligations to jointly undertake production activities. But often there are conflicts between the two. Article 2 of Law No. 2 of 2004 concerning Industrial Relation Dispute Settlement states that the right disputes are disputes arising from the non-fulfillment of rights, because of differences in the application and interpretation of the provisions of legislation, agreements, company regulations or cooperation agreements, This is what is being faced by trade union of PT. Petrokimia Gresik against the management of PT Pupuk Indonesia (Persero). The rights of workers as agreed in 2013 that can not be met by PTPupuk Indonesia (Persero) causes the length of this issue. This research is empirical. The research approach used are approach to the problem and observation. Types of legal materials consist of primary legal material, secondary legal material, and tertiary legal material. The legal materials collection technique used are by interview and documentation then processed using legal materials which have been obtained for later reduced and followed by the preparation of a comprehensive and meticulous data display and ended with a summary. Based on the research results obtained, it can be concluded that industrial relation dispute faced by trade union of PT Petrokimia Gresik against PT. Pupuk Indonesia (Persero) is a type of right dispute, because there has not been the fulfillment of labor agreements which have been made in 2013 by PT Pupuk Indonesia (Persero) to employees at PT. Petrokimia Gresik in which in claiming their rights then represented by trade union of PT Petrokimia Gresik. We recommend that the management of PT Pupuk Indonesia (Persero) with a big heart to realize the demands of the union because it is an obligation that has been stipulated in the agreement in 2013. In order that the company''''s internal problem of the State Owned Enterprises (SOE) is not protracted. Keywords: Stated Owned Enterprise (SOE), Industrial Dispute, TradeUnio

    KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN PERANGKAT PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT MAKANAN OLAHAN BERBAHAN TEMPE PADA MASYARAKAT DESA KEDUNGMEGARIH KECAMATAN KEMBANGBAHU KABUPATEN LAMONGAN

    Get PDF
    ABSTRAK Pelatihan adalah suatu program atau pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian atau keterampilan, konsep, peraturan, dan kemampuan tenaga kerja agar mencapai sesuatu yang diinginkan. Pelatihan membutuhkan perangkat yang bersifat efektif untuk mendukung keberhasilan pelatihan. Keefektifan penggunaan perangkat pelatihan dapat diukur dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui aktivitas instruktur, 2) Mengetahui aktivitas peserta, 3) Mengetahui hasil pelatihan yaitu meliputi pengetahuan dan keterampilan, 4) Mengetahui respon peserta pelatihan membuat makanan olahan berbahan tempe. Jenis penelitian adalah Quasi Experiment. Desain penelitian yang digunakan One group pretest-posttest. Variabel dalam penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu penggunaan perangkat pelatihan, variabel terikat yaitu keefektifan yang diukur dengan melihat peningkatan hasil pelatihan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, respon peserta pelatihan, aktivitas instruktur dan aktivitas peserta, variabel kontrol yaitu bahan, alat, proses, materi, instrument, waktu, instruktur, sarana prasarana. Analisis data dilakukan dengan statistik bantuan SPSS Uji paired sample test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktivitas instruktur termasuk dalam ketegori sangat baik, 2) aktivitas peserta pelatihan termasuk dalam kategori sangat baik, 3) hasil pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkat pengetahuan menujukkan bahwa adanya nilai signifikan (p) = 0,000 (<0,05), keterampilan memperoleh nilai rata-rata ≥ 82 termasuk dalam kategori sangat baik, 4) respon peserta pelatihan memperoleh rata-rata persentase 96,93% termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci : Pelatihan, Perangkat Pelatihan, dan Keefektifan. ABSTRACT Training is a program or learning to improve the knowledge, expertise or skills, concepts, rules, and the abilities of workers to achieve what it is desired. Training requires effective tools to achieve the successful of training. The effectiveness of the use of training tools can be measured by increasing the knowledge and skills of participants. This study aims to 1) Know the instructors activities, 2) Know the participants activities, 3) Know the results of the training that includes knowledge and skills, 4) Know the training participants responses to make processed food that is made from tempeh. This type of research is Quasi Experiment. The research design uses One group pretest-posttest. The variables of this study include the independent variable, namely the use of training tools. The dependent variable is effectiveness that is measured by looking at the increase in the training results that include knowledge, skills, training participants responses, instructors activities and participants activities and control variables namely materials, tools, processes, materials, instrument, time, instructor, infrastructure. Data analysis was conducted using SPSS statistical help Paired sample test. The results showed that 1) instructor activity included in the excellent category, 2) the activity of the trainees included in the very good category, 3) the training results showed that there was an increase in knowledge showed by a significant value (p) = 0,000 (<0.05) , skills gained an average score of ≥ 82 included in the excellent category, 4) the response of the trainees obtained an average percentage of 96.93% included in the very good category. Keywords: Training, Training Tools, and Effectiveness

    PEMBELAJARAN MUSIK KERONCONG PADA KOMUNITAS KERONCONG ANAK JOMBANGJAWA TIMUR

    Get PDF
    Pembelajaran seni merupakan salah satu upaya pendukung dalam melestarikan suatu kesenian. Pembelajaran seni dapat menghasilkan prestasi non akademik yang penting dalam pengembangan potensi anak. Salah satunya dengan pembelajaran musik keroncong. Komunitas Keroncong Anak Jombang merupakan salah satu lembaga non formal di Kabupaten Jombang Jawa Timur yang menyelenggarakan pembelajaran musik keroncong. Untuk itu peneliti tertarik untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran keroncong pada Komunitas Keroncong Anak Jombang di Kabupaten Jombang yang dikaji dalam tinjauan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pelatih keroncong di Komunitas Keroncong Anak Jombang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi nonpartisipan, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pembelajaran keroncong terdapat beberapa tahap yaitu dimulai dengan tahap awal yaitu pengenalan masing-masing alat keroncong, pembelajaran ritmis keroncong yang dimulai dari irama dasar, irama tunggal atau engkel dan irama rangkap atau dobel. (2) Kendala dalam pembelajaran terbagi menjadi dua yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal meliputi aspek estetis, waktu, dan materi yang diberikan meliputi tingkat kesulitan pada materi lagu yang diberikan. Kendala eksternal merupakan kendala yang berasal dari luar komunitas tersebut seperti dari pihak pemerintah kota yang kurang memperhatikan keberadaan komunitas ini. Selain itu dengan adanya globalisasi pula berpengaruh pada banyaknya musik-musik yang berkembang sehingga berpengaruh pada jumlah peminat musik keroncong. Kata Kunci: pembelajaran, musik keroncong, komunitas

    PROSES PEMBELAJARAN LAGU RINDU LUKISAN PADA PADUAN SUARA ENHARMONIC SINGERS SMA NEGERI 1 PANDAAN DALAM RANGKA LPS UGM 2019

    Get PDF
    SMA Negeri 1 Pandaan mempunyai program ekstrakurikuker paduan suara bernama Enharmonic Singers. Selama 9 tahun didirikan, paduan suara ini dinilai berhasil dalam mengembangkan potensi yang ada. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang diraih para alumni. Tahun 2019, tim lomba dipersiapkan untuk mengikuti LPS UGM 2019 kategori paduan suara muda dengan membawakan lagu wajib berjudul rindu lukisan. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti merumuskan permasalahan tentang bagaimana proses pembelajaran dan bagaimana hasil belajar lagu rindu lukisan pada paduan suara Enharmonic Singers dalam rangka LPS UGM 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian mengenai proses pembelajaran lagu rindu lukisan pada paduan suara Enharmonic Singers dalam rangka LPS UGM 2019. Subjek sekaligus data primer ialah pembina, pelatih dan tutor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi nonpartisipan, dokumentasi, serta wawancara terstruktur. Sebelum data disajikan dan menarik simpulan, dilakukan validitas data melalui teknik triangulasi sumber, dan teknik. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan tiap-tiap langkah pembelajarannya dapat diatasi dengan kerjasama yang baik antar anggota dan pelatih. Siswa dapat percaya diri tampil dalam acara prakompetisi serta LPS UGM 2019. Sikap mandiri dan kerjasama ditunjukkan dalam berlatih dan pada saat mempersiapkan konser serta keperluan LPS UGM 2019. Hasil pembelajaran latihan sesuai dengan tujuan awal yang mengacu pada 3 ranah, antara lain: (1) ranah afektif, (2) ranah kognitif, dan (3) ranah psikomotorik. Pada ranah afektif ditunjukkan dengan sikap disiplin dan mandiri. Pada ranah kognitif ditunjukkan dengan memahami teknik membaca partitur dan teknik vokal yang tepat. Pada ranah psikomotorik ditunjukkan dengan mampu bernyanyi lagu rindu lukisan dengan teknik vokal yang benar dan tepat. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya juara 2 saat mengikuti LPS UGM 2019 di Jogjakarta pada kategori paduan suara muda dengan total nilai 80,81. Kata kunci: Pembelajaran, Lagu Rindu Lukisan, Paduan Suara

    SURVEI PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA-SISWI SMA/SMK DI KOTA SURABAYA

    Get PDF
    Abstrak Perilaku hidup sehat adalah suatu tindakan atau perilaku dalam rangka mencegah timbulnya penyakit, menanggulangi penyakit dan masalah kesehatan lainnya, meningkatkan derajat kesehatan, memanfaatkan pelayanan kesehatan, dan menyelenggarakan upaya kesehatan. Perilaku hidup sehat meliputi 10 dimensi, yaitu kebiasaan makan, konsumsi alkohol, konsumsi obat – obatan terlarang, kebersihan diri, kesehatan mental, aktivitas fisik, faktor protektif, perilaku seksual, konsumsi rokok, serta kekerasan dan cedera.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran perilaku hidup sehat siswa – siswi SMA/SMK di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yang akan menggambarkan fenomena maupun peristiwa dari variabel yang diteliti. Desain penelitian yang digunakan adalah menggunakan penelitian non-eksperimen dengan metode survei. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Indonesia Global School Based Students Health Survey 2015 dari WHO. Populasi penelitian ini adalah siswa – siswi SMA/SMK di Kota Surabaya yang menggunakan sampel 15 sekolah yang terdiri dari 5 Sekolah Menengah Atas Negeri, 5 Sekolah Menengah Atas Swasta, dan 5 Sekolah Menengah Kejuruan dan jumlah responden sebanyak 1066 siswa. Analisis data dengan menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian perilaku hidup sehat siswa SMA/SMK di Kota Surabaya menjelaskan bahwa untuk Sekolah Menengah Atas Negeri kategori buruk sebesar 8%, kategori cukup 16,6%, dan kategori baik 75,6%. Untuk Sekolah Menengah Atas Swasta kategori buruk sebesar 8,5%, kategori cukup 18,8%, dan kategori baik 72,7%. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan kategori buruk sebesar 8,4%, kategori cukup 17,1%, serta kategori baik 74,5%. Secara keseluruhan, perilaku hidup sehat siswa – siswi SMA/SMK di Kota Surabaya kategori buruk sebesar 8,3%, kategori cukup 17,4%, dan kategori baik 74,2%. Kata Kunci: Perilaku Hidup Sehat, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan. Abstract Health behavior is the action conducted by human being in order to prevent the disease, overcome the disease, overcome the disease and other issues regarding to health, increase the standard of health, utilize health services, also organize health efforts. Health behavior covers 10 dimensions which involved dietary behavior, alcohol use, drug use, hygiene, mental health, physical activity, protective factors, sexual behavior, tobacco use, as well as violence and injury.The study aims to discover the overview health behavior of students senior high school/vocational high school in Surabaya City. This study uses descriptive which it will describe of incident about the variable. The design of this study is non experiment study using survey method. The data is gathered through questionnaire “Indonesia Global School Based Students Health Survey 2015” from WHO. The population of this study are students from senior high school/vocational high school in Surabaya City which the sample are from 15 schools that involved 5 public senior high schools, 5 private senior high schools, and 5 vocational high schools with the number of the sample covered 1066 students. The data of this study is analyzed using percentage.The result of the study shows the percentage of each category in health behavior of students senior high school/vocational high school in Surabaya City, for public senior high school it has bad category indicating number of 8%, adequate category 16,6%, and good category 75,6%. For private senior high school, it has bad category indicating 8,5%, adequate category 18,8%, and good category 72,7%. Whereas for vocational high school, the bad category indicates 8,4%, adequate category 17,1%, and good category 74,5%. Overall, the health behavior of students senior high school/vocational high school in Surabaya City has bad category indicating 8,3% adequate category 17,4%, and good category 74,2%. Keywords: Health Behavior, Senior High School, Vocational High School

    Pengaruh Papan Titian Modifikasi Terhadap Keseimbangan Gerak Anak Usia 4-5 Tahun

    Get PDF
    Pada usia 4-5 tahun adalah masa yang sangat berpotensi untuk melatih dan mengembangkan keseimbangan gerak anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh papan titian modifikasi terhadap keseimbangan gerak anak usia 4-5 tahun. Metode penelitian ini menggunakan penelitian quasi experiment (eksperimen semu), dimana terdapat kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan peserta didik dari 2 TK yaitu TK Yannas Bangkalan sebagai kelas kontrol dan TK Negeri Pembina sebagai kelas eksperimen. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sampling purposive (judgmental sampling). Untuk mengukur sampel, menggunakan Rumus Slovin, dimana jumlah populasi yang diketahui yaitu 80 dengan batas kesalahan 5%, maka jumlah sampelnya yaitu 66 anak. Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, maka nilai Z yang didapat sebesar -5,060 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima Ha. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh papan titian modifikasi terhadap keseimbangan gerak anak usia 4-5 tahun. Kata Kunci: keseimbangan, papan titia

    TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM “KARTINI” KARYA HANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian berjudul “Tindak Tutur Ekspresif dalam Film “Kartini” karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiopragmatik” dilatarbelakangi oleh (1) penelitian mengenai tindak tutur ekspresif yang dikaitkan dengan leksikon emosi dasar dalam film masih jarang dilakukan oleh peneliti lain dan (2) pentingnya pengembangan dan penggunaan tuturan ekspresif dalam pembelajaran drama di sekolah. Oleh karena itu, dilakukanlah sebuah penelitian mengenai leksikon emosi dasar dalam tuturan ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, dan (3) mendeskripsikan jenis tuturan ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dialog yang termasuk tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap sebagai teknik utama dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan ekstralingual. Data tersebut dianalisis berdasarkan rumusan masalah dan kemudian dideskripsikan dalam bentuk penjelasan atas hasil analisis. Hasil analisis tersebut kemudian dibuat sebuah simpulan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertama, ditemukan empat bentuk tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Keempat bentuk tindak tutur ekspresif tersebut yaitu (1) tindak tutur langsung literal, (2) tindak tutur langsung nonliteral, (3) tindak tutur tidak langsung literal, (4) tindak tutur tidak langsung nonliteral. Kedua, Keempat bentuk tindak tutur ekspresif tersebut memiliki fungsi yang beragam meliputi mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, mengucapkan permintaan maaf, mengungkapkan simpati, mengungkapkan kemarahan, dan mengucapkan salam. Ketiga, ditemukan berbagai tuturan ekspresif berupa leksikon yang digunakan oleh penutur dalam mengekspresikan emosi dasar penutur meliputi emosi dasar amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, dan jengkel. Berdasarkan analisis dalam hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa (1) bentuk tindak tutur ekspresif langsung literal dominan dan adanya stratifikasi penggunaan leksikon emosi dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, (2) terdapat 22 jenis varian fungsi tuturan ekspresif yang terdapat dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, (3) tuturan ekspresif berupa leksikon emosi dasar amarah mendominasi dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, dan (4) adanya relevansi antara leksikon emosi yang dianalisis oleh peneliti dengan pembelajaran drama di SMP dan SMA

    Pemanfaatan Batu Kapur sebagai Bahan Baku Hidroksiapatit

    Get PDF
    Batu kapur memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang tinggi, sehingga tepat digunakan sebagai prekursor kalsium pada sintesis Hidroksiapatit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap karakteristik fisika (kemurnian fasa dan kristalinitas) dari hidroksiapatit hasil sintesis. CaO diperoleh dari hasil kalsinasi batu kapur pada suhu 900°C selama 4 jam, hasil analisis menggunakan XRF menghasilkan kandungan CaO sebesar 99,75%. Hidroksiapatit dapat disintesis dengan mereaksikan CaO sebagai prekursor kalsium dan H3PO4 sebagai prekursor fosfat menggunakan metode sol gel dnegan variasi pH 9, 10, dan 11. Kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa sintesis hidroksiapatit dengan pH 10 merupakan pH optimum dengan kristalinitas sebesar 91,27% dan kemurnian 83%. Kata Kunci: Batu kapur, hidroksiapatit, sol gelAbstract. Limestone has a high content of calcium carbonate (CaCO3), so it is rightly used as a calcium precursor in hydroxyapatite synthesis. This research conducted to know the effect of pH on physical characteristics (phase purity and crystallinity). CaO obtained from the calcination of limestone at 900°C for 4 hours, the results of analysis using XRF produced a CaO content of 99,75%. Hydroxyapatite can be synthesied by reacting CaO as a precursor of calcium and H3PO4 as phosphate precursors using the sol gel method with variations in pH 9, 10, and 11. Then the results were characterized using XRD. The characterization results that hydroxyapatite synthesis with pH 10 was the optimum pH with crystallinity of 91,27% and purity of 83%. Key words: Limetone, hydroxyapatite, sol ge
    Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya is based in ID
    Do you manage Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!