Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Manfaat Synetics Approach Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI Semester Genap Di SD Negeri 5 Wonosidi Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Model pembelajaran  merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada siswa waktu untuk berpikir dn merespon serta saling membantu satu dama lain. Metode ini langkah-langkahnya adalah berpikir (Think), berpasangan (Pairing) berbagi (Sharing). Sedangkan Authentik Assesment adalah serangkaian kegiatan untuk mengukur prestasi siswa sebagai hasil dari suatu program instruksional. Authentik Assesment yang digunakan adalah penilaian portofolio. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan model pembelajaran  dan Authentik yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 76,42%. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberikan PR (tugas portofolio) untuk mengukur pemahaman siswa tentang materi yang diberikan. Dari hasil tes akhir yang menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 76,42%. Analisis hasil belajar siswa dengan Authentic Assesment diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 78,5%. Berdasar hasil belajar di atas ternyata dengan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment) ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 78,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Authentic Assesment dapat dipertimbangkan sebagai moel penilaian yang baik untuk digunakan, karena mengukur semua aspek pembelajaran mulai dari proses, kinerja dan hasil

    Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Di SDN 1 Wiyoro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

    Get PDF
    Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi  pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian sebagai berikut : pada siklus I nilai rerata mencapai 107,6; siklus II nilai rerata mencapai 127,7 berarti terjadi peningkatan sebesar 20,1; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 160,6 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 32,9. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 0%, siklus II sebesar 28,57% dan akhirnya pada siklus III sebesar 57,14%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya

    Upaya Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Teks Eksplanasi Menggunakan Model Active Learning Berbantu Media Gambar Siswa Kelas VI SDN 15 Gasan Kecil Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 1 tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif model pembelajaran melalui penerapan model active learning berbantu media gambar. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart dan terdiri dari dua siklus tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 15 Gasan Kecil Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 33 orang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat dan hasil belajar. Peningkatan minat belajar pada kondisi awal hanya hanya 9 siswa atau 27,27%, naik menjadi 24 siswa atau 72,73% pada siklus pertama, dan 93,94% atau 31 siswa pada siklus kedua. Peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal sebesar 67,27 dan pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 77,88, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 6 siswa (18,18%) pada studi awal, 66,67% atau 22 siswa pada siklus pertama, dan pada siklus terakhir menjadi 87,88%, atau 29 siswa dari 33 siswa dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mendapatkan nilai ≥ 70 dan secara klasikal minimal 85% siswa dinyatakan tuntas belajarnya. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa model active learning berbantu media gambar terbukti dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 15 Gasan Kecil Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi Membiasakan Perilaku Terpuji Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) Siswa Kelas III Semester I SDN 1 Sambit Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2022/2023

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar PAI kompetensi Kemampuan Membiasakan Perilaku Terpuji dan untuk mengetahui apakah dengan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT siswa kelas III semester ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023 di SDN 1 Sambit Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo terjadi peningkatan hasil belajar. Penelitiainimenggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh secara kualitatif adalah data observasi, data tentang efektivitas menerapkan Kooperatif Tipe NHT. Data yang diperoleh secara kuantitatif adalah data tentang hasil belajar siswa diambil dengan memberikan tes kepada siswa pada setiap akhir siklus, data tentang hasil penilaian kegiatan siswa dengan menggunakan lembar penilaian kegiatan siswa untuk setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Kooperatif Tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI’. Peningkatan ini ditunjukkan oleh perbandingan rata-rata hasilbelajar yang dicapai antara siklus I 64.54 dengan ketuntasan mencapai 45.45%, pada siklus II adalah 80 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik simpulan bahwa melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT terbukti dapat meningkatkan hasil belajar PAI kompetensi Kemampuan Membiasakan Perilaku Terpuji pada Siswakelas IIIsemester ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023 di SDN 1 Sambit Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo

    Pemanfaatan Teknik JIGSAW Dalam Menyampaikan Materi Pelajaran Fisika Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 2 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021

    Get PDF
    Dengan strategi pembelajaran dengan teknik jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Fisika pada siswa Kelas X-IPA-2 semester Ganjil di SMA Negeri 2 Pacitan, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2020/2021. Dengan hasil belajar yang baik menunjukkan prestasi siswa Kelas X-IPA-2 semester Ganjil di SMA Negeri 2 Pacitan, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2020/2021. meningkat dengan menggunakan strategi pembelajaran teknik jigsaw pada mata pelajaran Fisika untuk siswa Kelas X-IPA-2 semester Ganjil di SMA Negeri 2 Pacitan, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2020/2021. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian persiklus. Pada Siklus I ini diperoleh Hasil Tes Mata Pelajaran Fisika setelah dilaksanakan pembelajaran dengan Metode Teknik Jigsaw sebesar 58,843 (58,843%) dari sejumlah 32 siswa. Sehingga dalam kegiatan Penelitian ini dinyatakan Belum Tuntas dan Belum Berhasil. Pada Siklus II ini diperoleh Hasil Tes Mata Pelajaran Fisika setelah dilaksanakan pembelajaran dengan Metode Teknik Jigsaw sebesar 61,75 (61,75%) dari sejumlah 32 siswa. Sehingga dalam kegiatan Penelitian ini dinyatakan Belum Tuntas dan Belum Berhasil. Pada Siklus III ini diperoleh Hasil Tes Mata Pelajaran Fisika setelah dilaksanakan pembelajaran dengan Metode Teknik Jigsaw sebesar 67,78 (67,78%) dari sejumlah 32 siswa. Sehingga dalam kegiatan Penelitian ini dinyatakan Belum Tuntas dan Belum Berhasil. Pada Siklus IV ini diperoleh Hasil Tes Mata Pelajaran Fisika setelah dilaksanakan pembelajaran dengan Metode Teknik Jigsaw sebesar 88,12 (88,12%) dari sejumlah 32 siswa. Sehingga dalam kegiatan Penelitian ini dinyatakan Tuntas dan Berhasil

    Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Di SDN 2 Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    Tugas pokok guru masa kini tidak cukup hanya menyajikan informasi faktual untuk memperluas cakrawala siswa dan mengembangkan sejumlah keterampilan serta sikap positif juga berperan sebagai peneliti, motivator, dan fasilitator. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di Sekolah Dasar Negeri 2 Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDN 2 Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi

    Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Mengajar Profesional Melalui Pembinaan Konsep Presentasi Power Point Di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Mengingat pentingnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan sekolah yang berhubungan dengan media, yang lebih khususnya adalah pengaruh penggunaan media presentasi Power point terhadap hasil kinerja guru selama proses belajar megajar di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018. Adapun lokasi penelitian yang penulis tetapkan adalah SD Binaan Pengawas di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun pelajaran 2017/2018 dengan melibatkan 9 guru kelas. SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk ini juga di bawah pembinaan penulis. Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh, Penggunaan media Presentasi Power point berpengaruh terhadap aktivitas guru mengajar dan hasil  belajar siswa di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 dalam pengajaran mata pelajaran serta dengan membandingkan hasil siklus I  dan II yang cukup signifikan.Berdasarkan pembahasan di atas terjadi peningkatan kinerja guru dalam mengajar secara profesional melalui pembinaan dalam konsep presentasi power point. Pada siklus I nilai rata-rata kinerja guru mengajar secara profesional sebesar 63%, pada siklus II nilai rata-rata kinerja guru mengajar secara profesional sebesar 90%, terjadi peningkatan 27%. Hal ini membuktikan bahwa mutu mengajar guru dan peningkatan hasil belajar di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 pada mata pelajaran dengan menggunakan media Presentasi Power point menjadi lebih baik

    Upaya Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Rapat Pembinaan Pada Guru SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Hasil dari obeservasi pada bulan Pebruari 2019 indikasi semangat kerja guru di SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan PajarakanKabupaten Probolinggo yang rendah masih ditemukan. Kenyataan ini tampak dari persiapan guru dalam pembelajaran seperti program tahunan, program semester, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) belum tertata dengan baik/ efektif juga keinginan yang rendah dari guru untuk melaksanakan pembelajaran yang variatif demikian juga dalam hal pemanfaatan media dan sumber belajar. Untuk mengatasi hal ini upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah dengan melaksanakan kegiatan rapat pembinaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan semangat kerja guru di SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan PajarakanKabupaten Probolinggo dalam kegiatan seperti masuk kerja tepat waktu, disiplin dalam menyusun administrasi dan melaksanakan pembelajaran yang variatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis, catatan peneliti sebagai kepala sekolah, dapat dimanfaatkan untuk melihat perkembangan semangat kerja guru dan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru, setidak-tidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul. Umpan balik akan memberi pertolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan semangat kerja guru melalui rapat pembinaan di SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan PajarakanKabupaten Probolinggo semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Pada Siklus I, meskipun belum tuntas namun terjadi peningkatan semangatkerja guru dalam pengembangan profesionalisme guru dengan rata-rata 62%. Pada Siklus II pengamatan proses pembelajaran rata-rata 86% karena semua guru sudah mendapat nilai baik. Maka pelaksanaan siklus II sudah berhasil sehingga tidak dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya

    Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Menulis Cerita Pendek Melalui Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Pada Siswa Kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran, peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek di kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini terfokus pada peserta didik di kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek pada siswa. Penjelasan mengenai peningkatan aktivitas belajar siswa pada kondisi awal siswa yang tuntas aktivitas belajarnya hanya 10 siswa atau 34,48%, pada siklus I meningkat menjadi 20 siswa atau 68,97% dan pada siklus II menjadi 29 siswa atau 100%. Peningkatan nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 58,28, pada siklus I meningkat menjadi 68,62, dan pada siklus II menjadi 77,93, sedangkan jumlah siswa yang tuntas pada kondisi awal sebanyak 8 siswa atau 27,59%, pada siklus I menjadi 18 siswa atau 62,07%, dan pada siklus II meningkat menjadi 27 siswa atau 93,10%. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek

    Penerapan Metode Karya Wisata Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Pada Anak TK A TK Negeri Pembina Nganjuk Tahun 2017

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan anak dalam berbahasa khusunya berbicara yang kurang berkembang secara maksimal.Hal ini karena kurangnya variasi metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berbahasa.Metode karyawisata merupakan cara pembelajaran yang membawa atau mengikut sertakan anak untuk mengunjungi suatu tempat diluar kelas secara langsung guna mempelajari, mengamati, suatu obyek secara langsung sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Metode ini merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode karya wisata terhadap kemampuan berbahasa pada anak TK A, TKNegeri Pembina Nganjuk Kec.Nganjuk Kab Nganjuk, tahun 2017.Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode karyawisata untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mengikuti alur pokok 2 siklus :siklus pertama merupakan identifikasi masalah, dilanjutkan alternative pemecahan masalah dan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, kemudian diobservasidan dianalisa terakhir penulis akan melakukan refleksi, dan dilanjutkan pada siklus berikutnya.Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Nganjuk Kab.Nganjuk, tahun 2018. Dari hasil analisis data dengan penerapan metode karyawisata sangat baik untuk metode pendidikan di TK Negeri Pembina Nganjuk ,Kab.Nganjuk, diperoleh hasil ketuntasan kemampuan berbahasa dari 15 anak diperoleh 13 anak telah mencapai ketuntasan kemampuan. Hal ini mencapai tingkat ketuntasan yaitu 86,67% melampaui tingkat ketuntasanyang diharapkan yaitu75%, karena pada umumnya anak usia TK gemar melihat langsung dan mendengarkan cerita yang disampaikan baik oleh guru, kakak maupun ibunya. Dan guru harus mampu mengupayakan ada nya interaksi dengan siswa, dengan demikian maka akan membiasakan anak berbicara, yang mana pada akhirnya akan membiasakan anak berani mengungkapkan fikiranya dengan bahasa

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇