Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Not a member yet
495 research outputs found
Sort by
GAMBARAN SIKAP REMAJA DALAM MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS DI DESA SIDOWAYAH RW.05 SIDOARJO
Introduction.MinumanKeras adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecilmungkin mempunyai efek stimulasi ringan. Kebiasaan mabuk-mabukan minuman keras pada remaja sudah teramat memprihatinkan. Dimana kebiasaan konsumsi minuman keras sudah merajalela, tidak hanya kalangan remaja saja namun juga di kalangan orang dewasa. Awalnya mereka hanya ikut berkumpul dan akhirnya mereka diajak oleh temannya untuk mencoba meminum – minuman keras dan akhirnya menjadi ketagihan dan sampai sekarang menjadi pecandu minuman keras. Methods. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana peneliti ingin mengetahui sikap remaja dalam mengkonsumsi minuman keras. Populasi dalam peneliti ini berjumlah 60 responden. Teknik sampling penelitian ini menggunakan Tehnik Random Sampling, dengan jumlah sampel 52 responden. Data di ambil dengan kuesioner, kemudian di olah dan di analisis dengan data distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 28 April 2016 - 10 Mei 2016 di Desa Sidowayah RW.05Sidoarjo menunjukkan bahwa terdapat 37 responden (71%) mempunyai sikap negatif tentang minuman keras. Discussion. Dari hasil masalah tersebut dapat di atasi dengan mengadakan penyuluhan serta informasi tentang minuman keras. Selain itu juga perlu adanya upaya dari ketua RW yang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengadakan razia rutin bagi pengguna maupun penjual minuman keras.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA PGRI 1 SIDOARJO
oai:ojs.ejournal.kertacendekia.ac.id:article/2Introduction. Remaja sering diliputi oleh banyak ketidaktahuan dengan perkembangan dirinya yang menimbulkan problematika tersendiri. Fenomena yang terjadi pada remaja di SMA PGRI 1 Sidoarjo adalah banyak remaja sudah pernah melakukan perilaku yang beresiko seperti ciuman, petting, berhubungan seks, terjadi kehamilan dengan aborsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA PGRI 1 Sidoarjo. Methods. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana peneliti ingin mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Populasi dalam peneliti ini berjumlah 209 responden. Sampel sebanyak 136 responden di ambil dengan stratified random sampling. Data di ambil dengan kuesioner, kemudian di olah dan di analisis dengan data distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang tentang kesehatan reproduksi sebanyak73 responden (54%). Tingkat pengetahuan yang kurang tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor diantaranya usia, pendidikan, pernah / tidaknya mendapat informasi. Discussion. Dari hasil masalah tersebut dapat di atasi dengan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan melakukan kerja sama dengan tim kesehatan terdekat atau BKKBN untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi kepada remaja.
TINGKAT PENGETAHUAN KARYAWAN BENGKEL MOBIL JAYA MOTOR TENTANG ALAT PERLINDUNGAN DIRI (APD) DI DESA ENTAL SEWU, BUDURAN, SIDOARJO
Introduction. Pemakaian Alat Perlindungan Diri digunakan untuk melindungi diri dari bahaya potensi yang ada di tempat mereka terpapar. Pemakaian Alat Perlindungan Diri harus sesuai agar tidak membahayakan tenaga kerja seperti pusing, sesak napas, batuk dan mata perih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan karyawan bengkel mobil jaya motor tentang Alat Perlindungan Diri (APD) di desa ental sewu buduran sidoarjo. Methods. Desain penelitian ini adalah deskriptif, populasi menggunakan teknik sampling yaitu non probability sampling tipe total sampling, dengan sampel menggunakan 30 responden, variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan karyawan bengkel, instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Kemudian diolah dengan menggunakan tabulasi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan karyawan bengkel di Desa Ental Sewu Buduran - Sidoarjo hampir setengahnya responden yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 14 responden (46,67%). Discussion. Tingkat Pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, pendidikan, dan lama bekerja. Untuk itu peneliti mengadakan penyuluhan penyuluhan tentang Alat Perlindungan Diri dan diperlukan dukungan aktif dari karyawan, pemilik bengkel, dan juga petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang Alat Perlindungan Diri (APD).
GAMBARAN SIKAP REMAJA DALAM MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS DI DESA SIDOWAYAH RW.05 SIDOARJO
Introduction.MinumanKeras adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecilmungkin mempunyai efek stimulasi ringan. Kebiasaan mabuk-mabukan minuman keras pada remaja sudah teramat memprihatinkan. Dimana kebiasaan konsumsi minuman keras sudah merajalela, tidak hanya kalangan remaja saja namun juga di kalangan orang dewasa. Awalnya mereka hanya ikut berkumpul dan akhirnya mereka diajak oleh temannya untuk mencoba meminum – minuman keras dan akhirnya menjadi ketagihan dan sampai sekarang menjadi pecandu minuman keras. Methods. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana peneliti ingin mengetahui sikap remaja dalam mengkonsumsi minuman keras. Populasi dalam peneliti ini berjumlah 60 responden. Teknik sampling penelitian ini menggunakan Tehnik Random Sampling, dengan jumlah sampel 52 responden. Data di ambil dengan kuesioner, kemudian di olah dan di analisis dengan data distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 28 April 2016 - 10 Mei 2016 di Desa Sidowayah RW.05Sidoarjo menunjukkan bahwa terdapat 37 responden (71%) mempunyai sikap negatif tentang minuman keras. Discussion. Dari hasil masalah tersebut dapat di atasi dengan mengadakan penyuluhan serta informasi tentang minuman keras. Selain itu juga perlu adanya upaya dari ketua RW yang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengadakan razia rutin bagi pengguna maupun penjual minuman keras.Â
TINGKAT PENGETAHUAN AKSEPTOR DROP OUT TENTANG ALAT KONTRASEPSI DI DESA SUBOH KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO
Introduction. Keluarga Berencana merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasardan utama bagi wanita, akseptor KB dapat mengambil keputusan untuk mengunakan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai akan tetapi dari beberapa WUS mengatakan takut atau cemas adanya efek samping dari alat kontrasepsi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan akseptor drop out tentang alat kontrasepsi di Desa Suboh Kecamatan Suboh Situbondo. Methods. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan populasi akseptor drop out di Desa Suboh Kecamatan Suboh Situbondo sebanyak 91 responden. Sampel penelitian berjumlah 81 responden dengan menggunakan total sampling Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuisioner, kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan tabulasi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan kurang dari setengah akseptor drop out tentang alat kontrasepsi di Desa Suboh Kecamatan Suboh Situbondo adalah kurang yaitu sebanyak 45 orang atau 49% responden,cukup sebanyak 39 orang atau 43% responden dan baik sebanyak 7 orang atau 8% responden. Discussion. Hal ini didukung oleh beberapa faktor yang bervariasi seperti umur, pendidikan, dan pekerjaan. Penyuluhan yang berkelanjutan dan pendekatan secara individual adalah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi.Â