Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2530 research outputs found
Sort by
Pernikahan Antar Etnis: Studi Kasus Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar
Pernikahan antar etnis di wilayah multikultural seperti Polewali Mandar menghadirkan dinamika adaptasi budaya yang menarik untuk dikaji karena melibatkan pertemuan nilai, praktik, dan sistem sosial yang berbeda dalam satu ruang keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk adaptasi sistem dan faktor yang memengaruhi pernikahan antar etnis serta menganalisis hubungan timbal balik dan pertukaran nilai yang terbentuk di antara pasangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 pasangan dari etnis Mandar, Bugis, Jawa, dan Toraja yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi dilakukan melalui penyesuaian tata cara perkawinan, negosiasi keluarga, integrasi simbolik, pola komunikasi, dan kompromi peran, sementara hubungan timbal balik tampak pada saling memengaruhi, peleburan nilai budaya, penggunaan simbol etnis, dan terbentuknya harmoni keluarga yang mendorong akulturasi dalam kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman tentang interaksi lintas budaya dalam institusi keluarga, sedangkan secara praktis memberikan masukan bagi lembaga sosial dan pemerintah untuk merancang strategi penguatan integrasi sosial di masyarakat multietni
Penggunaan Metode Bernyanyi untuk Meningkatkan Perilaku Religius Anak Usia 4-5 Tahun
Perilaku religius adalah segala bentuk tindakan yang dapat diamati yang mencerminkan kepatuhan, keyakinan, dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama, baik secara internal (iman dan ibadah pribadi) maupun eksternal (kebaikan moral, toleransi, empati, dan kejujuran kepada sesama), yang berakar pada keyakinan akan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku religius dengan menggunakan metode bernyanyi di RA Zamzam Rahmah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, yaitu pada setiap siklusnya dilakukan dua kali pertemuan. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan subjek seluruh peserta didik usia 4 sampai 5 tahun di RA Zamzam Rahmah Jakarta Pusat tahun ajaran 2025-2026 dengan jumlah 15 anak. Objek penelitian ini adalah penggunaan metode bernyanyi untuk meningkatkan perilaku religius anak di RA Zamzam Rahmah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan religiusitas anak dari sebelum dilakukan tindakan atau pra-siklus ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II. Terbukti bahwa penerapan metode bernyanyi dapat meningkatkan perilaku religius anak di RA Zamzam Rahmah
Kualitas Taman Bermain dan Aspek Perkembangan Anak: Analisis Kualitatif dengan Dukungan Playground Exposure Index
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kualitas taman bermain berkontribusi terhadap empat dari enam aspek perkembangan anak usia dini melalui mekanisme eksplorasi dan mediasi sosial di lingkungan pendidikan di antara dua TK (Taman Kanak-Kanak). Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif yang diperkuat dengan observasi sistematis terhdap ruang bermain, perilaku eksplorasi, serta praktik pendampingan guru yang didukung oleh Playground Exposure Index (PEI) untuk memetakan pola pemanfaatan lingkungan bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa affordances fisik tidak selalu berubah menjadi pegalaman belajar bermakna tanpa dukungan sosial-pedagogis yang relevan. Guru yang memberikan interaksi dialogis, fleksibilitas aturan, kesempatan memilih, serta penggunaan loose parts memungkinkan anak membangun pengalaman bermain yang lebih kaya. Sebaliknya, pembatasan ruang dan pengawasan yang kaku membatasi variasi eksplorasi san peluang perkembangan. Temuan ini menegaskan bahwa hubungan antara kualitas ruang bermain dan perkembangan anak bersifat tidak langsung dan dimediasi oleh interaksi sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah dan guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) perlu merancang strategi pendampingan yang sejalan dengan desain ruang, sehingga fasilitas bermain benar-benar mendukung perkembangan sosial-emosional, kognitif, dan bahasa anak
Integrasi Mitigasi Bencana dalam Pengenalan Gejala Alam pada Pembelajaran Sains AUD: Sebuah Kajian SLR
Indonesia memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi, sehingga pengenalan gejala alam sejak usia dini menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran sains. Anak perlu memahami tanda awal bahaya melalui pengalaman konkret yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kajian ini bertujuan menelaah keterkaitan antara pembelajaran sains dan edukasi mitigasi bencana pada anak usia dini melalui Systematic Literature Review terhadap publikasi tahun 2005–2025. Proses penelusuran dilakukan melalui Scopus, Google Scholar, dan Publish or Perish dengan menerapkan kriteria inklusi yang mencakup fokus pada anak usia dini, topik gejala alam dan mitigasi, ketersediaan teks penuh, serta rentang tahun publikasi. Dari 263 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pedoman PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sains yang kontekstual, eksploratif, dan didukung media visual dapat meningkatkan rasa ingin tahu, kepekaan emosional, dan kesiapsiagaan dasar anak terhadap risiko bencana. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran sains berorientasi mitigasi dalam kurikulum PAUD untuk memperkuat literasi lingkungan dan kemampuan anak merespons situasi darurat secara aman
Puzzle Huruf: Stimulasi Multisensori untuk Optimalisasi Fondasi Membaca Mekanis Anak
Kemampuan mengenal huruf merupakan fondasi krusial literasi dini, namun anak usia 5-6 tahun di TK Happy and Smart Kids masih mengalami kendala dalam menyebutkan, membedakan, dan mencocokkan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui implementasi kegiatan bermain puzzle huruf yang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 5 anak. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan visual-kognitif anak. Pada Siklus II, anak tidak hanya mampu menyebutkan simbol huruf secara akurat, tetapi juga menunjukkan ketelitian tinggi dalam membedakan bentuk huruf yang serupa. Penggunaan puzzle mengubah pembelajaran pasif menjadi eksploratif, yang secara efektif meningkatkan retensi memori anak terhadap bentuk-bentuk huruf. Bermain puzzle huruf terbukti efektif sebagai media stimulasi literasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) sangat krusial untuk memperkuat kesiapan membaca anak melalui penguatan aspek pengenalan simbol secara konkret dan menyenangkan
Literasi Bahasa Jawa sebagai Upaya Pelestarian Budaya Yogyakarta pada Anak Usia Dini
Literasi Bahasa Jawa memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya daerah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Namun, perkembangan zaman di dominasi penggunaan bahasa Indonesia serta bahasa asing menyebabkan penggunaan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari anak usia dini semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan literasi Bahasa Jawa sebagai upaya pelestarian budaya Daerah Istimewa Yogyakarta pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia dini TK ABA Bayen kelompok 4-5 tahun, guru kelas, dan kepala sekolah TK ABA Bayen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi Bahasa Jawa dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pembelajaran deep learning, Implementasi kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman kosakata Bahasa Jawa, kemampuan menyimak dan berbicara anak, serta menumbuhkan sikap cinta dan bangga terhadap Bahasa Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan literasi Bahasa Jawa sejak usia dini. Penelitian ini menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan deep learning yang bermakna (meaningful), mengembangkan kontribusi strategi belajar yang mengaitkan bahasa Jawa dengan pengalaman konkret
Spiral Internalisasi Finansial: Strategi Integratif Penguatan Financial Literacy Anak Usia Dini
Fenomena konsumerisme digital memicu perilaku belanja impulsif pada anak usia dini, sehingga diperlukan strategi pengasuhan yang proaktif dalam menanamkan literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi orang tua dalam menstimulasi literasi keuangan (financial literacy) melalui model intervensi yang terintegrasi dengan praktik menabung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada 20 orang tua dan 2 guru. Teknik analisis data menggunakan model alir yang meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dengan prosedur member check untuk menjamin kredibilitas. Hasil penelitian merumuskan model Spiral Internalisasi Finansial yang mengintegrasikan tiga domain utama: dialog kognitif mengenai pertanyaan reflektif, penguatan afektif melalui penundaan gratifikasi (delayed gratification) berbasis nilai religius, dan keteladanan psikomotorik melalui kegiatan menabung yang konsisten. Temuan krusial menunjukkan bahwa sinkronisasi pola asuh antara rumah dan sekolah berbasis -nilai etis-religius menjadi variabel penentu keberhasilan internalisasi nilai ekonomi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kontrol diri dan pengalaman sensorik-motorik dalam menabung merupakan fondasi utama untuk membangun resiliensi finansial anak di era disrups
Peran Narasi Visual dalam Cerita Bergambar terhadap Pengembangan Literasi Awal Anak Usia Dini
Perkembangan literasi awal anak usia dini dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang melibatkan bahasa, interaksi sosial, dan penggunaan media yang bermakna. Salah satu media yang berpotensi mendukung proses tersebut adalah cerita bergambar yang memadukan teks dan ilustrasi sebagai narasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran narasi visual dalam cerita bergambar terhadap pengembangan literasi awal anak usia dini. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis berbagai penelitian yang relevan terkait cerita bergambar, praktik membaca dialogis, dan literasi awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa narasi visual dalam cerita bergambar berkontribusi terhadap peningkatan kosakata, pemahaman narasi, konsep cetak, serta keterlibatan anak dalam kegiatan membaca. Selain itu, interaksi membaca yang melibatkan diskusi ilustrasi memperkuat perkembangan bahasa anak. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperjelas peran narasi visual sebagai stimulus penting dalam pengembangan literasi awal anak usia dini
Gamifikasi dan Pengalaman Belajar Kosakata Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah
Pembelajaran kosakata bahasa Arab merupakan fondasi utama pendidikan bahasa di pesantren, namun praktik pembelajaran konvensional sering kali kurang mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman belajar siswa, menganalisis perubahan motivasi dan keterlibatan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala dalam penerapan Kahoot dan Quizlet sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa dan guru di sebuah pesantren Madrasah Ibtidaiyah di Lombok Utara. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot dan Quizlet mampu mentransformasi pengalaman belajar siswa menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna, serta meningkatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan kognitif, emosional, dan sosial. Gamifikasi digital mendorong pembelajaran kosakata sebagai proses eksploratif berbasis interaksi dan pengalaman belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gamifikasi berperan sebagai arsitektur pedagogis yang merekonstruksi ekosistem pembelajaran bahasa Arab di pesantren. Secara teoretis dan praktis, temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran kosakata bahasa Arab berbasis gamifikasi yang relevan bagi madrasah dan pesantren di era digital.
Kata Kunci: Gamifikasi,Kahoot,Pembelajaran Bahasa Arab,Pendidikan Pesantren,Quizlet
Pengembangan Instrumen Asesmen Sosial-Emosional Anak dengan Hambatan Pendengaran
Anak dengan hambatan pendengaran sering mengalami kesulitan dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, yang berdampak pada kemampuan mereka berinteraksi sosial. Kondisi ini menunjukkan perlunya alat ukur khusus yang dapat menilai aspek sosial-emosional secara akurat sesuai karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi instrumen asesmen sosial-emosional yang valid dan reliabel bagi anak dengan hambatan pendengaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei dengan desain pengembangan instrumen, melibatkan guru sebagai penilai melalui pengisian angket berdasarkan perilaku peserta didik. Proses pengembangan mencakup penyusunan item berdasarkan teori sosial-emosional, validasi isi oleh ahli, dan uji reliabilitas menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat validitas dan reliabilitas tinggi pada empat komponen utama, yaitu pemahaman emosional, pengelolaan emosi, kesadaran sosial dan empati, serta keterampilan bersosialisasi. Pembahasan menekankan pentingnya pendekatan visual, pembelajaran berbasis simulasi, dan integrasi program pembelajaran sosial-emosional untuk memperkuat kemampuan regulasi emosi dan interaksi sosial anak. Kesimpulannya, instrumen yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat asesmen yang komprehensif dan efektif untuk mendukung identifikasi, intervensi, dan pengembangan sosial-emosional anak dengan hambatan pendengaran di lingkungan pendidikan khusus