Jurnal Agriment ( J. Agr - Jurusan Manajemen Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda)
Not a member yet
952 research outputs found
Sort by
KAJIAN KELARUTAN ZAT EKSTRAKTIF KAYU TULIP AFRIKA (Spatudea campanulata) BERDASARKAN LETAK PADA BATANG DENGAN 4 (EMPAT) MACAM METODE PELARUT.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya pengetahuan dan pemanfaatan kayu tulip afrika sebagai bahan baku dalam industri pengolahan kayu. Dilihat dari pemanfaatannya selama ini yang hanya digunakan sebagai pohon peneduh dan belum ada yang memanfaatkan dan meneliti tentang kandungan zat ekstraktifnya.
Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelarutan zat ekstraktif yang terlarut dalam air dingin, air panas, NaOH 1 % dan Alkohol Benzena. Dalam persiapan contoh uji, bagian yang diambil dari batang pohon tulip afrika berupa lempengan yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pangkal, tengah dan ujung. Selanjutnya lempengan kayu dibuat menjadi serbuk dengan ukuran mesh 50. Kemudian dilakukan penelitian tentang kelarutan zat ekstraktifnya dalam air dingin, air panas, NaOH 1 % dan Alkohol Benzena.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kelarutan zat ekstraktif pada kayu tulip afrika sehingga dapat dipertimbangkan sebagai bahan baku didalam industri perkayuan atau industri pulp dan kertas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelarutan zat ekstraktif pada NaOH 1% adalah 11,1109 %, Alkohol Benzena 6,0549 %, air panas 5,9476 % dan air dingin 3,5573 % yang tergolong dalam klasifikasi komponen kimia kelas tinggi untuk kayu daun lebar Indonesia
KONDISI SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT SEKITAR HUTAN PASCA PEMEKARAN DAERAH DI KECAMATAN TANA LIA KABUPATEN TANA TIDUNG
Kecamatan Tana Lia adalah satu dari tiga kecamatan yang ada di Tana Tidung yang merupakan kecamatan hasil pemekaran dan berusaha menggali potensi antara lain sumberdaya alam yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan PAD guna membiaya pembangunan di daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di sekitar hutan pasca pemekaran daerah (kabupaten dan kecamatan) di Kecamatan Tana Lia
Data dikumpulkan melalui wawancara. Responden terdiri dariinforman kunci dan Case informant. Data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan. Data sekunder diperoleh melalui kajian pustaka, dokumen maupun laporan-laporan yang terkait dengan topik penelitian. Data secara umum dianalisis secara kualitatif.
Pertumbuhan penduduk Kecamatan Tana Lia periode tahun 2013 -2014 adalah 7,01%, dimana pertumbuhan ini tergolong sangat tinggi bila dibandingkan pertumbuhan penduduk Kaltim yang hanya 3,5%. Kepadatan penduduk 3,8 jiwa/km2 . Pengangguran di Kecamatan Tana Lia 14,27% dari jumlah penduduk usia kerja dan tergolong rendah dibandingkan tingkat pengangguran secara nasional 18%.Rata-rata pendapatan perkeluarga perbulan sebesar Rp 2.318.600,- dan tergolong tidak miskin.Dampak pemekaran daerah terhadap perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat mengalami perbaikan terutama ketersediaan sarana dan prasarana publik. Namun pertumbuhan ekonomi masih tergolong lambat