Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    2466 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN TALUN 05 KECAMATAN TALUN KABUPATEN BLITAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Get PDF
    Dalam dunia nyata, Problem Based Learning ini akan membimbing seseorang untuk berfikir rasional dalam menyelesaikan suatu persoalan hidupnya. Pada saat menghadapi sebuah permasalahan, dia akan terbiasa untuk memulai langkah-langkah sistematis untuk sampai pada solusi permasalahan tersebut. Bukannya berspekulasi atau mencari solusi cepat namun tidak jelas bagaimana prosesnya. Belajar merupakan suatu proses aktif dari siswa yang harus disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan siswa. Menurut Suryabrata (2002;216) pada tahap perkembangan masa remaja, siswa berusaha menemukan dirinya sendiri, meneliti sikap hidup yang lama, dan mencoba-coba yang baru untuk menjadi yang dewasa. Pada saat mereka tumbuh makin dewasa dan memperoleh lebih banyak kemampuan bahasa dan memori, tampilan mental mereka tentang dunia menjadi lebih luas dan lebih abstrak (Ibrahim dan Nur, 2000:17). Dengan kata lain, pada anak usia SD, belajar tidak lagi tergantung sepenuhnya pada guru, melainkan harus dari siswa itu sendiri. Belajar merupakan proses menemukan atau memperoleh sesuatu dan memperlihatkan kemajuan-kemajuan dalam perkembangan siswa. Belajar harus diawali dengan rasa ingin tahu dan usaha yang terus menerus untuk memaknai dunia di sekitarnya. Menurut Piaget (Ibrahim dan Nur, 2000:17) rasa ingin tahu ini memotivasi mereka untuk secara aktif membangun tampilan dalam otak mereka tentang lingkungan yang mereka hayati.Hasil penelitian ditemukan bahwa model pembelajaran berbasis persoalan (Problem Based Instructions) dapat meningkatkan Problem Based Learning yang meliputi kemampuan mengindentifikasi persoalan, menentukan alternatif, membuat desain, mengumpulkan data, menemukan solusi dan membuat kesimpulan pada pokok bahasan ramah tamah pada siswa Kelas V SDN Talun 05 Kecamatan Talun Tahun Pelajaran 2014/2015. PB Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas V SDN Talun 05 Kecamatan Talun Tahun Pelajaran 2014/2015 dalam diskusi kelas pada aspek menyampaikan pendapat, menanggapi pendapat dan mempertahankan pendapat

    MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERFIKIR GEOMETRI MELALUI PEMBELAJARAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT (CMP) Menumbuhkan Kemampuan Berfikir Geometri melalui Pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP)

    Get PDF
    Geometri menempati posisi khusus dalam pelajaran matematika.Dalam sudut pandang psikologi, geometri merupakan penyajian abstraksi dari pengalaman visual dan spasial, misalnya bidang, pola, pengukuran dan pemetaan. Sedangkan dari sudut pandang matematik, geometri menyediakan pendekatan-pendekatan untuk pemecahan masalah, misalnya gambar-gambar, diagram, sistem koordinat, vektor, dan transformasi.Mempelajari geometri membutuhkan kemampuan berfikir geometri. Van Hiele menjelaskan kemampuan berfikir geometri melalui tingkat berpikir geometri yaitu tahap pengenalan (visualisasi), tahap analisis (deskriptif), tahap pengurutan (deduksi informal), tahap deduksi (formal), tahap ketepatan (rigor/akurasi). Kemampuan berfikir geometri dapat dikembangkan melalui pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) dengan tiga tahapanyaitu phase lounching, phase eksploring, phase summarizing

    PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NHT (Numbered Heads Together) PADA SISWA KELAS IV SD KAMPUNGDALEM 1 TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Mata pelajaran matematika perlu diberikan pada semua siswa melalui proses pembelajaran mulai dari Sekolah Dasar, untuk membekali siswa dengan kemampuan berfikir logis, kritis dan kreatif serta mempunyai kemampuan bekerja sama. Hal tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, dan tidak pasti. Kajian pustaka yang akan peneliti sajikan merupakan landasan dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran serta menjadi rujukan dalam membahas hasil penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti, yang diantaranya meliputi jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi dan waktu penelitian, subyek penelitian, dan prosedur penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa. Penerapan Model Kooperatif NHT pokok bahasan mengenai matematika, terdiri dari tiga keterampilan yang diajarakan diantaranya keterampilan menyusun pertanyaan, keterampilan melakukan wawancara, dan keterampilan menyusun laporan. Penerapan Model NHT di siswa kelas IV SD Kampungdalem 1 Tulungagung pada Mata Pelajaran Matematika pada pokok bahasan mengenai masalah, dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil nilai rekapitulasi peningkatan pemahaman konsep masalah sosial dari siklus I ke siklus II yang mengalami peningkatan sebanyak 16%. Hingga akhir siklus II diketahui masih terdapat satu siswa yang belum tuntas dalam mengerjakan tes akhir siklus

    PENGARUH SIKAP BELAJAR DAN PERAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 CAMPURDARAT TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap belajar dan peran orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 1 Campurdarat Tulungagung. Sikap belajar adalah kecenderungan yang ditunjukkan siswa ketika mengikuti proses pembelajaran, sedangkan peran orang tua adalah segala hal yang dilakukan orang tua sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pendidikan anaknya. Berdasarkan uji regresi sederhana, diperoleh Fhitung untuk pengaruh X1 terhadap Y sebesar 22,344 dan pengaruh X1 terhadap Y sebesar 14,527, sedangkan nilai FTabel = 4,001. Berdasarkan uji regresi ganda, diperoleh Fhitung untuk pengaruh X1 dan X2 terhadap Y sebesar 16,5, sedangkan nilai FTabel = 3,153. Karena hasil analisis uji regresi sederhana dan ganda menunjukkan Fhitung Ftabel, maka dapat diambil kesimpulan bahwa baik secara sederhana maupun secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap belajar dan peran orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 1 Campurdarat Tulungagung tahun pelajaran 2014/2015

    MENUMBUHKAN TINDAK PIKIR KREATIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PACE

    Get PDF
    Tindak berpikir kreatif sangat diperlukan masyarakat guna pengambilan keputusan dalam menghadapi sebuah permasalahan kompleks. Matematika sebagai disiplin ilmu yang membutuhkan tindak berfikir kreatif mengambil peran penting dalam menunjang pengambilan keputusan. Berpikir kreatif nampak dalam bentuk kemampuan menemukan hubungan-hubungan yang baru serta memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dari yang biasanya. Tindak pikir kreatif dalam matematika dapat dimulai dari Sekolah. Dalam menumbuhkan tindak berfikir kreatif, siswa/mahasiswa dalam mempelajari matematika di sekolah/perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencontoh dan mencatat bagaimana cara menyelesaikan soal yang telah dikerjakan oleh guru/ dosen tetapi memahami bagaimana alur dari penyelesaian soal tersebut. Salah satu model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis adalah model pembelajaran PACE. PACE merupakan model pembelajaran yang berlandaskan konstruktivisme yang memiliki tahap/fase: Proyek (Project), Aktivitas (Activity), Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) dan Latihan (Exercise). Model pembelajaran PACE baik untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika, karena dapat menumbuhkan tindak berpikir kreatif matematis

    PROFIL PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP BERDASARKAN GAYA KOGNITIF

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mendeskripisikan profil pengajuan masalah siswa berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan field dependent (FD ). Subjek penelitian adalah 1 siswa yang bergaya kogntif FI dan 1 siswa yang bergaya kognitif FD. Hasil analisis adalah: Profil pengajuan masalah oleh subjek FI: semua respon merupakan soal matematika yang bersumber dari informasi verbal; semua soal dapat terpecahkan, sudah ada soal dengan tingkat kesulitan tinggi, namun umumnya soal dengan tingkat kesulitan sedang; beragam; umumnya memuat data baru. Ditinjau dari segi sintaksis: kualitas soal tergolong ketegori tinggi. Ditinjau dari segi semantik: kualitas soal tergolong ketegori tinggi. Profil pengajuan masalah oleh subjek FD: ada respon yang merupakan pertanyaan non-matematika, dan respon lainnya adalah soal matematika yang bersumber dari informasi verbal; ada soal yang tidak dapat terpecahkan, sudah ada soal dengan tingkat kesulitan tinggi; kurang beragam; umumnya tidak memuat data baru. Ditinjau dari segi sintaksis: kualitas soal tergolong ketegori tinggi. Ditinjau dari segi semantik: kualitas soal tergolong kategori sedang

    2,373

    full texts

    2,466

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇