Portal Jurnal Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Not a member yet
2740 research outputs found
Sort by
Transformasi Menuju Keberlanjutan: UMKM Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Digital
Digital transformation is a key element for MSMEs in Indonesia in increasing productivity, competitiveness, and sustainability. Although important, MSMEs face various obstacles in adopting digital technology, such as limited access, low digital literacy, and lack of technological skills. This study aims to investigate the factors that affect the success of digital transformation in MSMEs and identify strategies that support technology integration in their operations. Using the Systematic Literature Review (SLR) design, this study evaluates literature related to the digital transformation of MSMEs in Indonesia through the PICOS (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study design) framework to formulate the right research question (RQ). The results of the study show that the biggest challenges for MSMEs include limited access to technology and low digital literacy. Recommended strategies include increasing digital literacy, developing technological skills, and innovating business models. The implications of this study show the need for investment in digital skills training, the formation of supporting policies, collaboration with the private sector, and strengthening infrastructure from the government to ensure the sustainability and success of MSMEs in the digital era.Transformasi digital menjadi elemen kunci bagi UMKM di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan. Meskipun penting, UMKM menghadapi berbagai kendala dalam mengadopsi teknologi digital, seperti keterbatasan akses, rendahnya literasi digital, serta kurangnya keterampilan teknologi. Penelitian ini bertujuan menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan transformasi digital pada UMKM dan mengidentifikasi strategi pendukung integrasi teknologi dalam operasional mereka. Menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengevaluasi literatur terkait transformasi digital UMKM di Indonesia melalui kerangka kerja PICOS (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study design) untuk merumuskan pertanyaan penelitian (Research Question/RQ) yang tepat. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan terbesar bagi UMKM meliputi keterbatasan akses teknologi dan literasi digital yang rendah. Strategi yang direkomendasikan mencakup peningkatan literasi digital, pengembangan keterampilan teknologi, dan inovasi model bisnis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya investasi dalam pelatihan keterampilan digital, pembentukan kebijakan pendukung, kolaborasi dengan sektor swasta, serta penguatan infrastruktur dari pemerintah untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan UMKM di era digital
Analisis Kesesuaian Penerapan Project Based Learning dengan Aktivitas Pembelajaran Pada Guru Sekolah Dasar
Project Based Learning (PjBL) has been successfully identified as an effective learning model in the 21st century. This model has become popular among elementary school teachers. However, there are doubts about the suitability of implementing learning activities using PjBL. The ideal PjBL standard becomes too high for elementary school students. Therefore, the aim of this research is to do academic supervision steps that are able to prove these doubts. Quantitative descriptive is the type of research taken to obtain data. The research subjects were taken from four public and private schools in Salatiga City. Research data is divided into three components, therefore: the basic understanding of PjBL, suitability of model implementation, and self-reflection after implementation. It was concluded that the implementation of learning using the PjBL model by elementary school teachers was not appropriate. The research results suggest follow-up action in the form of action research to improve the abilities of elementary school teachers.Project Based Learning
(PjBL) telah berhasil diidentifikasi sebagai salah satu model pembelajaran abad 21 yang efektif. Model ini menjadi populer di kalangan guru SD. Namun, terdapat keraguan tentang kesesuaian penerapan PjBL dalam aktivitas pembelajaran. Hal ini terjadi karena idealisme PjBL menjadi terlalu tinggi untuk siswa SD. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah melakukan langkah supervisi akademik yang mampu membuktikan keraguan tersebut. Deskriptif kuantitatif menjadi jenis penelitian yang diambil untuk mendapatkan data. Subyek sasaran penelitian diambil dari empat sekolah negeri dan swasta di Kota Salatiga. Data penelitian dibagi menjadi tiga komponen, yaitu: pemahaman dasar PjBL, kesesuaian implementasi model, dan refleksi diri pasca implementasi PjBL. Dengan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran dengan model PjBL oleh guru SD belum sesuai. Hasil penelitian menyarankan adanya tindak lanjut berupa action research untuk meningkatkan kemampuan guru SD
Tunggul Wulung dan Sadrach: Analisis Perbandingan Karya dan Cara Penginjilan bagi Masyarakat Jawa
Kyai Ibrahim Tunggul Wulung and Kyai Sadrach Suropranoto were two 19th-century indigenous Javanese evangelists often considered teacher and student. From Tunggul Wulung emerged the embryo of the GITJ (Evangelical Church in Java), and from Sadrach emerged the seeds of the GKJ (Javanese Christian Churches). Their extensive knowledge of Islam, Javanese knowledge, and Christianity enabled them to instill faith in their followers in Christ while respecting Javanese culture and the local context, which at the time was dominated by both Islam and Dutch-style Christianity. They adopted several Javanese cultural rituals and Islamic traditions, thus achieving acceptance by Javanese society, unwilling to lose their "Javaneseness," and also meeting with resistance from the Islamic community. This research uses qualitative methods with a descriptive analytical approach through a literature review to gain a clearer picture of the works of these two figures and their implications for Javanese society today. The research results indicate that some methods or approaches to evangelism can still be continued, while others must be abandoned due to specific considerations, particularly the significantly different context. The term evangelism in mainstream churches today has also been replaced by Kespel (Testimony and Service) because it is often understood narrowly as Christianizing those who are not Christians
Jus “Mesem” (Mentimun, Seledri, Lemon, Madu) Sebagai Pencegahan Hipertensi
Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai atau lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai atau lebih dari 90 mmHg saat diukur di fasilitas pelayanan kesehatan. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 69.247 namun, kasus hipertensi di Kota Salatiga hanya 20.310 kasus yang mendapat pelayanan kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat terkait hipertensi dan cara mencegah hipertensi dengan jus Mesem. Jus Mesem dibuat dari 4 bahan yaitu mentimun, seledri, lemon dan madu. Melalui kuesioner yang dibagikan kepada peserta promosi kesehatan, ditemukan bahwa 39 dari 40 (97.5%) responden menyetujui bahwa kegiatan promosi kesehatan hipertensi dan demonstrasi pembuatan jus Mesem ini meningkatkan pengetahuan mereka terkait hipertensi dan meningkatkan minat mereka untuk mencegah hipertensi dengan membuat jus Mesem di rumah. Dengan adanya promosi kesehatan ini, masyarakat akan mampu untuk mencegah hipertensi dengan cara yang mudah dan dapat dimulai dari keluarga masing-masing.Hypertension is a condition when systolic blood pressure reaches or exceeds 140 mmHg and/or diastolic blood pressure reaches or exceeds 90 mmHg when measured at a health care facility. In 2021, there were 69,247 cases of hypertension in Salatiga City, but only 20,310 cases received health services. This community engagement aims to provide health promotion to the community related to hypertension and how to prevent hypertension with Mesem juice. Mesem juice is made of four ingredients: cucumber, celery, lemon and honey. Through questionnaires distributed to the participants, we found that 39 out of 40 (97.5%) respondents agreed that this hypertension health promotion activity and Mesem juice making demonstration increased their knowledge related to hypertension and increased their interest in preventing hypertension by making Mesem juice at home. With this health promotion, the community will be able to prevent hypertension in an easy way and can be started from their own family
Clustering zonasi daerah rawan bencana alam Provinsi Jawa Tengah menggunakan algoritma k-means dan library geopandas
Based on the 2016-2020 Central Java Disaster Risk Assessment, floods and landslides are the most frequent disasters, with 818 flood cases accounting for 31.33% of the total disasters and landslides accounting for 29.57%. This study aims to cluster disaster-prone areas in Central Java using the K-Means algorithm and the GeoPandas library. Data on disaster events for the period 2019-2023 was obtained from the National Disaster Management Agency, while administrative map data of Central Java was downloaded from the Geoportal of Central Java Province. The research stages include data collection, data cleaning, standardization using the Standard Scaler method, application of the K-Means algorithm for regional clustering, and visualization of results using GeoPandas. The results showed that Central Java was divided into four clusters, namely: cluster 0 (disaster-prone areas) includes 3 regions, cluster 1 (non-disaster-prone areas) has 22 regions, cluster 2 (flood-prone areas) consists of 7 regions, and cluster 3 (landslide-prone areas) has 3 regions. The results of this research provide spatial data-based information that can be used as a basis in decision-making for disaster mitigation in Central Java
Pengembangan E-encyclopedia Fitoplankton dengan Mengintegrasikan Hasil Penelitian di Sungai Penyangkat Kabupaten Kubu Raya
Pembelajaran abad 21 menekankan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemahaman siswa, terutama dalam konsep abstrak seperti biologi. Penggunaan media elektronik seperti e-encyclopedia dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi, seperti fitoplankton, yang penting dalam ekosistem perairan. Media ini diharapkan meningkatkan minat belajar dan kesadaran lingkungan siswa dengan menyajikan data nyata dari penelitian lokal. Tujuan penelitan ini adalah mengembangkan media e-encyclopedia fitoplankton yag diintegrasikan dengan hasil penelitian fitoplankton di Sungai Penyangkat Kabupaten Kubu Raya. Pembuatan dan validasi media pembelajaran e-encyclopedia dilakukan dari Februari hingga November 2023 di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, melalui tiga tahapan: pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Tahap pra produksi melibatkan analisis kebutuhan, perumusan tujuan instruksional, dan penetapan materi; tahap produksi mencakup pembuatan format media dan perancangan materi; sementara tahap pasca produksi meliputi editing, validasi, dan revisi. Validasi media dilakukan dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI). Media e-encyclopedia berukuran A4 dengan 33 halaman, berisi submateri protista mirip tumbuhan (fitoplankton) dan dilengkapi hasil penelitian di Sungai Penyangkat. Media ini mencakup berbagai komponen seperti cover, petunjuk penggunaan, isi materi, dan referensi, serta dapat diakses secara online dan offline. Validasi dilakukan oleh dosen dan guru biologi menggunakan kriteria format, isi, bahasa, dan kepraktisan, dengan hasil CVR dan CVI sebesar 1,00, menunjukkan media ini valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Namun, efektivitas penggunaannya perlu diuji lebih lanjut dalam proses pembelajaran
Perancangan WebAR sebagai media hybrid-education mengenai tujuan ke-13 dari SDGS
The compulsive impact of human-caused climate change is now considered more of an environmental issue than a national security threat. The latest 2030 Agenda, the Sustainable Development Goals (SDGs), has a transformational vision to achieve universal literacy worldwide, including Indonesia. Addressing climate change is Goal 13 of 17 SDGs. This study uses a qualitative research method with a linear research strategy to develop hybrid-education media in the form of printed pamphlet media with Augmented Reality (AR) technology applications that run on the Web platform, namely WebAR. The procedure is triggered by the target image of the pamphlet, and the basic HTML structure uses the A-Frame 3D framework. This framework allows for 3D modeling and animation to be loaded into WebAR. This study shows that WebAR-based hybrid-education media can be used as an interactive means to study climate change issues and increase awareness and understanding of climate actions relevant to Goal 13 of the SDGs. The results also show that this media can increase public engagement in combating climate change issues
Gereja Misional: Buah Refleksi Eklesiologis Terkait Misi YAKKUM
Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) is an integral part of the service of the Synod of Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) and Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sinode Wilayah Jawa Tengah to the community. In the context of the growing health industry today, YAKKUM is required to change and improve. This implies a picture related to its mission and institutional existence which is lived as part of the ecclesiastical mission. This picture can be observed in the long journey of YAKKUM's institutional history, which is suspected since its establishment as a result of the appreciation of the mission call of its two founding churches, the GKJ Synod and GKI SW Jawa Tengah. This paper aims to show important nodes that can be observed to emphasize that the anchor of YAKKUM's ministry is none other than ecclesiastical mission. This will be done by describing the journey of YAKKUM's institutional development, through a basic definition of the ecclesiological description of the Missional Church as a fruit of theological reflection as well as an essential foothold for YAKKUM's institutional vocation as an ecclesial mission institution to this day
Penggunaan Komposit ZnO/Perlite untuk Fotodegradasi Zat Warna Metilen Biru
Limbah pembuangan pada industri yang semakin berkembang menyebabkan pencemaran yang disebabkan oleh zat pencemar. Limbah cair yang berasal dari industri tekstil adalah salah satu limbah yang mengandung zat warna beracun seperti metilen biru yang tidak mudah terurai di lingkungan. Maka dari itu, perlu dilakukan suatu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan material fotokatalisis. Material fotokatalis yang sering digunakan yaitu oksida logam semikonduktor seperti ZnO. Namun, semikonduktor ZnO masih memiliki keterbatasan dalam aplikasinya. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, katalis ZnO akan dikombinasikan dengan material pendukung seperti perlite yang merupakan material berpori dan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan ZnO/Perlite dalam mendegradasi zat warna metilen biru. Komposit ZnO/Perlite dengan komposisi 20% menunjukkan aktivitas fotokatalitik yang paling tinggi dibandingkan komposit ZnO/Perlite dengan komposisi 30% dan 10%. Kondisi optimum pada komposit ZnO/Perlite 20% dalam mendegradasi metilen biru dicapai pada kondisi pH 11 dengan massa 0,3 gram dan penyinaran sinar ultraviolet selama 2 jam, aktivitas fotokatalitik yang dihasilkan sebesar 47,59% serta gabungan adsorpsi dan aktivitas fotokatalitik sebesar 78,1%. Pada analisis XRD diperoleh karakteristik puncak kristal ZnO berstruktur wurtzite pada (100); (002); (101); (102); (110); (103); dan (112); sedangkan sudut difraksi 2θ (10o-30o) menunjukkan sifat amorf perlite. Pada hasil DRS diperoleh bahwa komposit ZnO/Perlite 20% memiliki nilai celah pita (band gap) sebesar 3,21 eV
IMPLEMENTASI CHATBOT AI SEBAGAI LAYANAN INFORMASI PADA WEBSITE CANDI GEDONG SONGO
Penelitian ini menyelidiki implementasi dan efektivitas chatbot berbasis AI untuk menyediakan informasi tentang Candi Gedong Songo kepada pengguna dan wisatawan. Studi ini mencatat 1.300 interaksi pengguna dengan chatbot dari 1 Oktober 2023 hingga 13 April 2024, yang mengungkapkan penggunaan signifikan pada perangkat mobile (92,7%), diikuti oleh desktop (6,8%) dan tablet (0,5%). Frasa dan kata kunci yang sering ditanyakan meliputi "harga tiket" (41 kali disebutkan), "jam buka" (26 kali disebutkan), "makanan" (16 kali disebutkan), "menunggang kuda" (15 kali disebutkan), dan "fasilitas" (14 kali disebutkan). Pertanyaan yang kurang sering termasuk istilah seperti "jam tutup," "Idul Fitri," dan "glamping." Temuan ini menunjukkan kegunaan chatbot dalam menjawab pertanyaan umum wisatawan, meningkatkan keterlibatan pengunjung, dan berpotensi meningkatkan pengalaman wisata keseluruhan di Candi Gedong Songo. Tingginya tingkat interaksi dan beragamnya pertanyaan menekankan pentingnya informasi yang mudah diakses dan akurat dalam mendukung pariwisata serta menyoroti peran AI dalam memodernisasi sistem informasi wisata. Penelitian di masa depan harus berfokus pada pengembangan fungsionalitas chatbot dan mengeksplorasi dampaknya terhadap kepuasan wisatawan dan efisiensi pengelolaan destinasi.Penelitian ini menyelidiki implementasi dan efektivitas chatbot berbasis AI untuk menyediakan informasi tentang Candi Gedong Songo kepada pengguna dan wisatawan. Studi ini mencatat 1.300 interaksi pengguna dengan chatbot dari 1 Oktober 2023 hingga 13 April 2024, yang mengungkapkan penggunaan signifikan pada perangkat mobile (92,7%), diikuti oleh desktop (6,8%) dan tablet (0,5%). Frasa dan kata kunci yang sering ditanyakan meliputi "harga tiket" (41 kali disebutkan), "jam buka" (26 kali disebutkan), "makanan" (16 kali disebutkan), "menunggang kuda" (15 kali disebutkan), dan "fasilitas" (14 kali disebutkan). Pertanyaan yang kurang sering termasuk istilah seperti "jam tutup," "Idul Fitri," dan "glamping." Temuan ini menunjukkan kegunaan chatbot dalam menjawab pertanyaan umum wisatawan, meningkatkan keterlibatan pengunjung, dan berpotensi meningkatkan pengalaman wisata keseluruhan di Candi Gedong Songo. Tingginya tingkat interaksi dan beragamnya pertanyaan menekankan pentingnya informasi yang mudah diakses dan akurat dalam mendukung pariwisata serta menyoroti peran AI dalam memodernisasi sistem informasi wisata. Penelitian di masa depan harus berfokus pada pengembangan fungsionalitas chatbot dan mengeksplorasi dampaknya terhadap kepuasan wisatawan dan efisiensi pengelolaan destinasi