Jurnal Universitas Tidar
Not a member yet
    2847 research outputs found

    VARIASI TINDAK TUTUR DALAM CERPEN “TERGODA” KARYA DEWI ANGGRAENI

    Get PDF
    Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra kreatif. Sebagi karya sastra kreatif, cerpen  mengungkapkan hidup dan kehidupan manusia yang  dikemas secara imajiner dan menggunakan bahasa yang indah. Peristiwa hidup dan kehidupan manusia yang ada dalam cerpen diungkapkan oleh tokoh. Keberadaan tokoh dalam sebuah cerpen sangatlah penting. Aneka peristiwa kehidupan yang terjadi pada tokoh dan atau antartokoh dapat diketahui melalui tindak tutur tokoh. Jalan cerita, jalinan cerita, peristiwa dalam cerita diketahui dan dinikmati oleh pembaca dari tindak tutur tokoh. Aneka macam tindak tutur tokoh yang ada dalam cerpen menunjukkan aneka peristiwa yang terjadi dalam cerpen. Salah satu daya pikat atau daya tarik cerpen adalah dari tindak tutur tokoh. Hal ini tercermin juga dalam cerpen “Tergoda” karya Dewi Anggraeni. Kata kunci: variasi, tindak tutur, cerpen, tergod

    THE IMPORTANCE OF NON-NATIVE ENGLISH SPEAKER TEACHERS IN THE CONTEXT OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE

    Get PDF
    Guru penutur asli Bahasa Inggris dan non-penutur asli Bahasa Inggris masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, bagi siswa yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing, guru non-penutur asli memiliki kelebihan. Setidaknya, ada empat faktor kelebihan yang hanya bisa di kuasai oleh guru non-penutur asli, yaitu pengetahuan dasar, komunikasi yang efektif, pemahaman kesulitan dan kebutuhan siswa, serta pengaruh multi-budaya dan keanekaragaman. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, bisa disimpulkan bahwa guru non-penutur asli memiliki peran yang lebih penting dalam meningkatkan kemampuan ber-Bahasa Inggris siswa.Keywords: NESTs, NNESTs, EFL, Learnin

    PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS DALAM MEREK KULINER KAFE DAN PEDAGANG JALANAN MAGELANG

    No full text
    Sebagai salah satu unsur budaya, kuliner Indonesia juga menjadi sebuah unsur kebanggaan dari bangsa ini. Magelang memiliki banyak jenis produk kuliner. Mulai dari kuliner tradisional hingga yang modern sangat mudah dijumpai di kaki lima atau kafe kecil lain. Dalam rangka untuk bersaing dengan produk kuliner lain, mereka harus memiliki merek dagang yang kuat. Banyak dari mereka menggunakan Bahasa Inggris sebagai merek dagang. Penelitian ini akan mendeskripsikan hasil studi tentang penggunaan Bahasa Inggris sebagai merek dagang produk kuliner oleh pedagang kaki lima serta pemilik kafe kecil. Mengumpulkan informasi, melakukan wawancara, menyusun kategori, mencari teori yang sesuai serta membandingkan teori tersebut dengan hasil dan teori lain merupakan beberapa langkah yang dilakukan dalam penyusunan penelitian ini. Pemilik dari merek dagang produk kuliner memiliki banyak tujuan serta kebutuhan mengapa mereka harus menggunakan Bahasa Inggris untuk produk yang dijual. Factor lingkungan, kompetisi pasar, dan alasan menarik lain yang disampaikan ada di dalam hasil penelitian ini

    BASA-BASI DALAM PERCAKAPAN KOLOKIAL BERBAHASA JAWA SEBAGAI PENANDA KARAKTER SANTUN BERBAHASA

    Get PDF
    AbstractThe phatic communion is the standardized ritual repertoire in Indonesia culture, particularly in Javanese socioculture. The speech is a form of clichés which can be spoken by any Javanese speakers to the situation to start a conversation. The purposes of this research are to identify (1) the markers of phatic communion in colloquial Javanese language, (2) the types of phatic communion in colloquial Javanese language, (3) communicative functions of phatic communion (metalinguitics politeness) as the politeness markers in spoken language. In this study, I used pragmatic approach by analysing the language functions in which they are expressed in the form of speech acts. The data were colloquial Javanese language which had phatic communion. The subject of the study were standard Javanese speakers, Banyumas Javanese speakers, and East Java Javanese speakers. The data were collected by recording technique and note-taking technique. The data were analyzed by using Creswell’s steps. In this study, there were six categories of the phatic communion in colloquial Javanese language. They were congratulation, hope, humiliation, invitation, prohibition, and farewell. In their construction, the speakers used the phatic marker as the modifier and the markers of speech purposes. Thus, this form of communication showed the characters of polite language.Kata kunci: basa-basi, penanda fatis, bahasa Jawa, santun berbahas

    PELANGGARAN PRINSIP KERJASAMA DAN KESANTUNAN BERBAHASA SISWA TERHADAP GURU MELALUI TINDAK TUTUR VERBAL DI SMP MA’ARIF TLOGOMULYO-TEMANGGUNG (KAJIAN SOSIOPRAGMATIK)

    Get PDF
     Conversation is verbal interaction that takes place in an order and organized and involves two or more parties in order to achieve certain objectives as a form of communication events. When the conversation does not meet the rules of the communication, failure is diagnosed. Conversation failure was effected due to a violation of the principles of politeness and cooperation. This study was conducted in SMP Maarif Tlogomulyo by analyzing teachers and students conversations in learning process. The results of this research were 1) students did a violate of the maxim of quantity, quality, relevancy, and the thimble way, 2) students did a violate of the principle of politeness in the interaction in the classroom. This was influenced by many factors, particularly the influence of the environment and level of education. Using local utterances was highly recommended to preserve the local culture, but more harmonious when it was used in a good and polite conversation.Keywords      : violation of the principle of cooperation, principle of politeness, and verbal speech act

    GENRE-BASED APPROACH TO PROMOTE LEARNERS’ CRITICAL THINKING SKILLS

    Get PDF
    Untuk membuat siswa mempunyai pemikiran kritis dibutuhkan sebuah strategi yang dapat membuat siswa mampu mensintesis pengetahuan dan keterampilan di dalam konteks pengajaran bahasa Inggris. Artikel ini mendiskusikan implementasi pendekatan berbasis genre sebagai sebuah alternatif model pengajaran bahasa Inggris di level sekolah menengah atas. Beberapa isu yang menjadi pokok permasalahan di sini adalah konsep mengenai pemikiran kritis, pendekatan berbasis genre, dan implementasi pendekatan berbasis genre yang mempromosikan pemikiran kritis siswa di dalam kelas bahasa Inggris. Dengan menekankan pada paragraf argumentasi seperti eksposisi dan diskusi, guru sebaiknya mendorong pemikiran kritis siswa baik dalam bahasa tulis maupun lisan. Artikel ini juga memuat sebuah model pengajaran yang mengimplementasi pendekatan berbasis genre yang mengaktifkan pemikiran kritis di dalam kelas bahasa Inggris. Keywords: Genre Based Approach, Critical Thinking, argumentative texts, English Language Teachin

    Halaman Cover

    No full text

    2,585

    full texts

    2,847

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Tidar is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇