KONTRIBUSI NEKARA “BULAN PEJENG” DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA INTERNATIONAL

Abstract

Desa Pejeng berada di antara daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan dan Petanu merupakan salah satu desa di Bali yang terbanyak menyimpan warisan budaya. Keberadaannya menyebar di semua dusun dan tersimpan dalam tempat suci yang jumlahnya tidak kurang dari 60 an tempat suci. Berdasarkan fakta sejarah dan warisan budaya yang ada, betapa strategisnya kedudukan Desa Pejeng baik di zaman prasejarah (perunggu) maupun di zaman Bali Kuna (778 M-1343 M). Hal itu semua menandakan bahwa Desa Pejeng pada jaman dahulu merupakan pusat aktivitas agama dan budaya. Zaman pra sejarah (perunggu) merupakan awal peradaban Bali. Nekara “Bulan Pejeng” merupakan salah satu hasil karya terpenting pada zaman tersebut dan usianya lebih dari 2000 tahun. Selain keunikan bentuk dan hiasannya, juga merupakan nekara terbesar di Asia Tenggara, bahkan di dunia. Bertolak dari berbagai keunikan yang dimilikinya, mendorong penulis untuk menjadikan nekara sebagai pokok pembahasan dalam seminar internasional yang akan diselenggarakan pada September mendatang. Berbicara tentang pariwisata, pada dasarnya perbedaan dan keunikan itulah yang menjadi motivasi utama bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan. Tanpa adanya perbedaan itu, tidak mungkin ada kepariwisataan. Dengan demikian perbedaan menjadi sangat hakiki dalam kepariwisataan bahkan menjadi jiwa kepariwisataan. Oleh karena itu, kepariwisataan menjunjung perbedaan, kebhinnekaan, sehingga kepariwisataan mempunyai fungsi untuk menjaga perbedaan dan keunikan sumber daya alam maupun sosial budaya. Ketika berbicara keunikan, ternyata semuanya itu ada pada nekara “Bulan Pejeng”. Karena keunikan yang dimiliki, cukup banyak dapat menarik kunjungan wisatawan asing. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Pura Penataran Sasih, peran pemerintah (Pemerintah Kabupaten Gianyar) sangat dibutuhkan secara bahu-membahu memromosikan nekara “Bulan Pejeng” ke berbagai negara agar lebih cepat menggelobal. Bilamana Pemerintah Kabupaten Gianyar serius melakukan hal tersebut, diyakini bahwa kunjungan wisatawan asing menjadi semakin meningkat. Dengan demikian, kontribusi yang diberikan “Bulan Pejeng” terhadap pengembangan pariwisata internasional semakin meluas dan sekaligu

    Similar works