Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kendari
Abstract
Depresi merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang secara afektif, fisiologis, kognitif dan perilaku sehingga mengubah pola dan respon yang biasa dilakukan. Psikoneuroimunologi adalah bidang yang mempelajari interaksi antara sistem saraf dan imunitas, dan hubungan antara perilaku dan kesehatan. Fokus utama adalah respon imunologi dan psikologis terhadap stres. Kajian psikoneuroimunologi, menunjukkan adanya jalur komunikasi timbal Balik antara sistem saraf, endokrin dan sistem munitas. Adanya keterlibatan dari sistem imunitas dalam gangguan kejiwaan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kelainan neuroimmune berhubungan dengan kejadian depresi. Interaksi dan gangguan sistem neuroimmune dan neuroendokrin diperantarai sel dan humoral, berhubungan dengan patofisiologi atau patogenesis penyakit depresi. Penyebab depresi dalam sistem imunitas menyatakan bahwa sitokin dapat menyebabkan efek sentral dan perifer yang mempengaruhi Perubahan psikologis dan fisiologis. Induksi sitokin pada pasien yang rentan dapat berkembang menjadi gangguan depresi. Trauma pada masa kecil sebagai faktor kerentanan penyebab depresi. Adanya kelainan pada regulasi respon neuroendokrin pada pasien depresi, dengan hiperaktivitas sumbu HPA yang didorong oleh hipersekresi hormon hipotalamus peptida corticotropine (CRH), Daerah tertentu dari otak, termasuk hippocampus, lebih mudah terjadi kerusakan jika terjadi peningkatan glukokortikoid. Peradangan dan sitokin berperan penting dalam mengatur hubungan antara stres dan perkembangan depresi, menunjukkan hubungan yang kompleks antara stres, sistem imun dan neuroendokrin. Stres psikologis meningkatkan sitokin pro-inflamasi, yang merespon reaksi stres dan kecemasan pada pasien. Peningkatan aktivitas makrofag dan produksi sitokin pro-inflamasi dan beberapa protein fase akut telah dilaporkan secara konsisten