Penafsiran Ayat-Ayat Isra’ Mikraj Dalam Alquran Menurut Tafsīr Ibnu Kathīr

Abstract

Iman berarti keyakinan dalam hati, perkataan di lisan, dan amalan dengan anggota badan. Setiap mukmin wajib beriman kepada Allah swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. Mempercayai mukjizat-mukjizat para Rasul as. termasuk beriman kepada Rasul. Di antara mukjizat Nabi saw. adalah peristiwa Isra’ Mikraj. Peristiwa tersebut disebut secara jelas di dalam Alquran surah al-Isrā’ ayat 1 dan surah al-Najm ayat 5 hingga 18. Peristiwa ini juga terdapat di dalam hadis dari pelbagai riwayat. Para ulama tafsir telah menguraikan dengan mendalam peristiwa besar ini, di antaranya adalah Ibnu Kathīr. Di dalam teori akidah, dalil dan hujah yang berkaitan dengan masalah akidah haruslah dengan dalil yang pasti (qaṭ‘i), tidak bisa menggunakan dugaan (zan). Namun, Ibnu Kathīr telah mendatangkan hadis ḍa‘īf, dan hadis āhād di dalam penafsirannya tentang Isra’ Mikraj. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah bercorak library research (penelitian kepustakaan). Kemudian, meliputi pengumpulan data sekunder dan mengolah data-data yang telah di dapatkan dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Penulis menghimpunkan data sesuai hasil temuannya, kemudian melakukan analisis data tersebut dan memahami pemikiran Ibnu Kathīr terhadap ayat yang berkaitan dengan Isra’ dan Mikraj. Hasil penelitian terhadap Tafsīr Ibnu Kathīr adalah terdapat tiga hadis ḍa‘īf dan dua hadis āhād di dalam penafsiran beliau. Diantaranya adalah hadis tentang Nabi saw. salat di Thaibah, Thur Sina dan Baitul Lahm dan hadis tentang Nabi saw. melubangi batu besar dengan jari

    Similar works