Latar Belakang: Pengertian fraktur menurut Price dan Wilson (2006) adalah
patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Sedangkan
menurut Reeves, Roux dan Lockhart (2001) fraktur adalah setiap retak atau patah
pada tulang yang utuh.Adapun permasalahan yang akan timbul baik kapasitas
fisik berupa: adanya nyeri pada tungkai bawah kanan, adanya oedema pada ankle
kanan, penurunan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot tungkai kanan
serta masalah kemampuan fungsional. Untuk mengetahui berapa besar
permasalahan yang timbul perlu dilakukan pemeriksaan, misalnya untuk nyeri
dengan VDS, oedema dengan antropometri, penurunan lingkup gerak sendi
dengan goneometer, kekuatan otot dengan MMT dan pemeriksaan kemampuan
fungsional dengan indeks barthel. Dalam mengatasi permasalahan tersebut
modalitas terapi latihan dapat diperoleh adanya pengurangan nyeri, peningkatan
lingkup gerak sendi, penurunan oedema, peningkatan kekuatan otot serta
berkurangnya gangguan untuk aktivitas fungsional.
Metode: Penelitian Karya Tulis ini menggunakan metode studi kasus dengan
pelaksanaan terapi sebanyak enam kali.
Hasil: Adapun hasil setelah dilaksanakan terapi sebanyak enam kali adalah
sebagai berikut: nyeri diam dari T1= 2 dan T6=0, nyeri tekan dari T1= 4 dan T6= 1,
nyeri gerak dari T1= 6 dan T6=3. Kekuatan otot pada tungkai bawah kanan dari
T1= dorsal fleksi ankle 2, plantar fleksi ankle 2, inversi 3, eversi 3, menjadi T6=
dorsal fleksi ankle 4, plantar fleksi ankle 4, inversi 5, eversi 4+. LGS ankle aktif
T1= S: 10-0-35, F: 10-0-30 menjadi T6= S: 15-0-50, F: 15-0-35, pasif T1= S: 10-0-
40, F: 12-0-35 menjadi T6= S: 20-0-55, F: 16-0-38. Oedema pada malleolus
lateral ke distal 5 cm T1= 25 cm menjadi T6= 24 cm, malleolus lateral ke distal 10
cm T1= 24 cm menjadi T6= 22 cm, malleolus lateral ke distal 15 cm T1= 24 cm
menjadi T6= 22 cm. Untuk kemampuan fungsional pasien mengalami peningkatan
T1= 73 menjadi T6= 90 dan sudah mampu berjalan tetapi dengan bantuan kruk.
Kesimpulan: Dalam mengurangi nyeri dan masalah-masalah yang timbul
fisioterapi dengan modalitas Terapi Latihan dapat mengurangi nyeri dan masalah
yang dialami pasien. Dengan pemberian modalitas Terapi Latihan tersebut
diharapkan nyeri, oedema, penurunan LGS, penurunan kekuatan otot dan
penurunan kemampuan kapasitas fisik dan fungsional dapat diatasi sehingga
pasien dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya