Sirosis hepatik merupakan suatu proses difusi yang dikarakteristikkan dengan fibrosis dan perubahan dari struktur hepatik normal menjadi nodul abnormal secara struktural. Pasien sirosis beresiko mengalami drug-related problems (DRPs). Faktor resiko terjadinya drug-related problems (DRPs) meliputi faktor resiko klinis/farmakologis antara lain: polifarmasi, gangguan ginjal, diabetes mellitus, gangguan jantung, riwayat alergi terhadap obat dan penggunaan obat dengan terapeutik sempit . Adanya faktor resiko pada sirosis akan mempengaruhi efektivitas dari satu atau lebih obat, sehingga dapat terjadi drug-related problems (DRPs).Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian secara analitik. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data hasil catatan rekam medik pasien sirosis hepatik. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi (pasien dewasa umur ≥ 26 tahun dengan penyakit sirosis hepatik dengan atau tanpa komplikasi) sebanyak 91 pasien. Hasil dianalisis secara analitik berdasarkan jumlah faktor resiko klinis dengan jumlah DRPs. Uji korelasi dengan spearman didapatkan hasil nilai R= 0,17, R2=0,029 (2,92%) dan P>0,05 dengan kekuatan korelasinya sangat lemah maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara jumlah faktor resiko klinis dan jumlah DRPs