Latar Belakang : Bronchitis acute merupakan penyakit dan gangguan saluran napas yang
diseabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri, virus tanpa atau disertai dengan peradangan
perenkim paru. Modalitas yang diberikan pada kondisi ini berupa Infra Red dan Chest
Therapy.
Tujuan:Karya Tulis ini bertujuan untuk mengetahui manfaat, penatalaksanaan dan
pengaruhchest therapy dan infra red pada penderita penyakit bronchitis acute pada anak dan
bagaimana tanda dan gejala serta faktor-faktor penyebabnya
Metode:Studi kasus dan pemberian modalitas infra red dan chest
physioterapysetelahdilakukan 6 X terapi diperoleh hasil.
Hasil:adanya penormalan suara nafas karena adanya mucus atau spuntum(T1): sputum
berada di paru lobus atasparu kanan, pola pernapasan vesikuler disertai dengan ronkhi halus
(crackles) dan akhir fisioterapi (T6): sputum sudah tidak ada di paru, pola pernapasan
vesikuler/normal.Frekuensi sesak nafas yang menurun yang mengarah pada batas normal di
ukur dengan inspeksi yaitu pada awal fisioterapi (T1): 46 per menit menjadi akhir fisioterapi
(T6): 38 per menit .Adanya penurunan spasme otot trapezius dan sternocledomastoideus
yaitu pada awal fisioterapi (T1): ada spasme pada otot trapezius dan sternocledomastoideus
menjadi akhir fisioterapi (T6): tidak ada spasme.Mobilitas sangkar thoraks meningkat
tentunya kearah yang baik untuk melakukan proses inspirasi dan ekspirasi yang maksimum
dan normal yaitu awal fisioterapi (T1): axilla 1 cm, intercostalis ke V 0,5 cm dan lower
costa/xiphoideus 1 cm dan akhir fisioterapi (T6): axilla 2 cm, intercostalis ke V 3 cm dan
lower costa/xiphoideus 2,5 cm
Kesimpulan: normalnya suara napas akibat sputum yang berlebih di saluran
pernapasan,Sesak nafas yang menurun yang mengarah pada batas normal,Adanya penurunan
spasme otot trapezius dan sternocledomastoideus,Mobilitas sangkar thoraks meningkat
tentunya kearah yang baik