Analisis Kinerja Rumah Sakit Swasta Berdasarkan Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi Dan Akuntabilitas Publik
(Survei pada Rumah Sakit Kasih Ibu di Surakarta)
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya
organisasi terhadap kinerja organisasi, untuk menganalisis pengaruh komitmen
organisasi terhadap kinerja organisasi, untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas
publik terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini mengunakan metode survei
dengan mengunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi
dalam penelitian ini adalah karyawan rumah sakit kasih ibu. Jumlah sampel yang
diambil dalam penelitian ini adalah 41 karyawan yang diambil dengan teknik
purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada
responden. Skor hasil kuesioner diuji validitas dan realibilitas. Data dianalisis
mengunakan pengujian asumsi klasik dan analisis regresi berganda, uji t, uji F, uji
koefesian determinasi.
Hasil penelitian memperoleh hasil sebagi berikut H1: Terdapat pengaruh
yang positif antara budaya organisasi terhadap kinerja organisasi. H2: Terdapat
pengaruh yang positif antara komitmen organisasi terhadap kinerja organisasi.
H3: Terdapat pengaruh yang positif antara akuntabilitas publik terhadap kinerja
organisasi. Berdasarkan hasil uji t diatas diperoleh hasil bahwa variabel budaya
organisasi secara langsung tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja
organisasi. Variabel komitmen organisasi secara langsung mempunyai pengaruh
terhadap kinerja organisasi dan variabel akuntabilitas publik secara langsung tidak
mempunyai pengaruh terhadap kinerja organisasi. Hasil analisis uji F diperoleh
bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 4,457 > 3,23 dan nilai signifikansi = 0,000 < α = 0,05.
Hal ini berarti Ho ditolak, sehingga variabel budaya organisasi, komitmen
organisasi dan akuntabilitas publik secara langsung mempunyai pengaruh dan
signifikan terhadap kinerja organisasi. Hasil koefisien determinasi (R2) diperoleh
diperoleh angka koefisien determinasi dengan adjusted-R2 sebesar 0,206. Hal ini
berarti bahwa 20,6% variasi variabel kinerja organisasi dapat dijelaskan oleh
variabel budaya organisasi, komitmen organisasi dan akuntabilitas publik,
sedangkan sisanya yaitu 79,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model
yang ditelit