Hati adalah organ metabolisme terbesar di dalam tubuh yang terlibat dalam
sintesis, penyimpanan dan metabolisme banyak senyawa endogen dan klirens
senyawa eksogen, termasuk obat dan toksin. Salah satu obat yang dapat menyebabkan
kerusakan pada hati adalah parasetamol (asetaminofen). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efek hepatoprotektif infusa bunga rosella (Hibiscus sabdariffa
Linn) pada tikus jantan yang diinduksi parasetamol.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 25
ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
secara acak lengkap pola searah. Kelompok pertama diberi aquades sebagai kontrol
normal; kelompok kedua diberi larutan aquades selama 1 X 7 hari, kemudian pada
jam ke-24 setelah pemberian aquades,tikus diinduksi suspensi parasetamol dosis 2,5
g/KgBB (p.o) sebagai kontrol negatif; kelompok ketiga hingga kelima berturut-turut
diberi infusa bunga rosella dengan tingkat peringkat dosis 1,25 g/Kg BB, 2,5 g/Kg
BB, dan 5 g/Kg BB selama 1 X 7 hari. Kemudian kelompok ketiga hingga kelima
pada jam ke-24 setelah pemberian infusa bunga rosella hari yang terakhir, tikus
diinduksi suspensi parasetamol dosis 2,5 g/KgBB (p.o). Penetapan aktifitas enzim
SGPT dilakukan 36 jam setelah perlakuan menggunakan metode kinetik GPT-ALAT.
Dianalisis dengan ANAVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan
LSD. Berdasarkan hasil penelitian, infusa bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn)
dosis 2,5 g/Kg BB dan 5 g/Kg BB memiliki efek hepatoprotektif terhadap tikus jantan
galur wistar yang diinduksi paracetamol (p<0,05)