Analisa penggunaan Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) untuk melindungi peralatan di PT. Pindo Deli

Abstract

Seiring dengan bertambahnya beban serta kebutuhan daya listrik pada PT Pindo Deli maka arus hubung singkat yang terjadi akan bertambah besar. Hal ini dapat mengakibatkan rusaknya peralatan listrik yang berada disekitar titik gangguan serta mengakibatkan kegagalan sistem kelistrikan dalam penyaluran daya. Dari analisa arus hubung singkat tiga fasa ½ cycle terlihat bahwa pada bus 1 melebihi breacing peak asmetri peralatan.. Dimana breacing peak asymetri bus 1 adalah 43.88 kA. Sedangkan puncak arus hubung singkat 3 fasa pada bus 1 adalah 47.98 kA. Untuk melindungi peralatan serta seluruh sistem kelistrikan di PT Pindo Deli maka diperlukan penggunaan Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) yang akan diletakkan pada bus yang melampaui maupun mendekati titik kritis. Ada dua macam Superconducting Fault Current Limiter yakni tipe resistive dan saturated iron core. Pada Tugas Akhir ini SFCL yang digunakan adalah hybrid resistive Superconducting Fault Current Limiting. Dengan menggunakan hybrid resistive SFCL maka arus gangguan yang terjadi akan dengan cepat direduksi dengan memanfaatkan reaktansi dari Current Limiting Reactor (CLR) yang terhubung parallel dengan superconductor. Sehingga dapat mengamankan seluruh peralatan dan sistem kelistrikan dari pemadaman total. Setelah penentuan setting Superconducting Fault Current Limiter maka dilakukan koordinasi rele arus lebih untuk mengetahui apakah setting koordinasi yang ada sesuai dengan syarat-syarat yang ada Hasil koordinasi ditampilkan menggunakan kurva Time Current Curve (TCC). ==================================================================================================== Seiring dengan bertambahnya beban serta kebutuhan daya listrik pada PT Pindo Deli maka arus hubung singkat yang terjadi akan bertambah besar. Hal ini dapat mengakibatkan rusaknya peralatan listrik yang berada disekitar titik gangguan serta mengakibatkan kegagalan sistem kelistrikan dalam penyaluran daya. Dari analisa arus hubung singkat tiga fasa ½ cycle terlihat bahwa pada bus 1 melebihi breacing peak asmetri peralatan.. Dimana breacing peak asymetri bus 1 adalah 43.88 kA. Sedangkan puncak arus hubung singkat 3 fasa pada bus 1 adalah 47.98 kA. Untuk melindungi peralatan serta seluruh sistem kelistrikan di PT Pindo Deli maka diperlukan penggunaan Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) yang akan diletakkan pada bus yang melampaui maupun mendekati titik kritis. Ada dua macam Superconducting Fault Current Limiter yakni tipe resistive dan saturated iron core. Pada Tugas Akhir ini SFCL yang digunakan adalah hybrid resistive Superconducting Fault Current Limiting. Dengan menggunakan hybrid resistive SFCL maka arus gangguan yang terjadi akan dengan cepat direduksi dengan memanfaatkan reaktansi dari Current Limiting Reactor (CLR) yang terhubung parallel dengan superconductor. Sehingga dapat mengamankan seluruh peralatan dan sistem kelistrikan dari pemadaman total. Setelah penentuan setting Superconducting Fault Current Limiter maka dilakukan koordinasi rele arus lebih untuk mengetahui apakah setting koordinasi yang ada sesuai dengan syarat-syarat yang ada Hasil koordinasi ditampilkan menggunakan kurva Time Current Curve (TCC)

    Similar works