Transportasi merupakan sektor yang mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM)
cukup besar di Indonesia. Ketergantungan sektor transportasi terhadap BBM telah
menimbulkan kekhawatiran karena jumlah cadangan dan produksi minyak bumi Indonesia
terbatas dan pembakaran BBM menimbulkan pencemaran berat di kota besar dan juga
berdampak pada perubahan iklim. Selain sebagai faktor penyebab terjadinya perubahan iklim
transportasi juga mendapatkan imbas dari perubahan iklim. Dalam upaya meningkatkan
kekuatan struktur campuran beton aspal lapisan aus (AC-WC) selain perlu adanya
penggunaan campuran beraspal panas dengan spesifikasi baru, pemilihan jenis material yang
digunakan adalah sangat penting. Selain aspal, agregat baik kasar maupun halus serta filler
adalah salah satu komponen dalam suatu konstruksi perkerasan jalan yang mempunyai
peranan besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) berapa kadar aspal optimum (KAO)
beton aspal lapis aus (AC-WC) (2) berapa kadar filler optimum beton aspal lapis aus (ACWC) dengan variasi filler fly ash, ditinjau dari nilai parameter marshall (3) berapa kadar filler
optimum beton aspal lapis aus (AC-WC) dengan variasi filler fly ash dan temperatur, ditinjau
dari nilai parameter modulus resilien.
Dalam penelitian ini rancangan percobaan yang dilakukan yaitu (1) menggunakan
kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5% 6% dan 6,5% untuk mendapatkan kadar aspal optimum (2)
menggunakan kadar filler fly ash 5%, 6%, 7%, 8% dan 9% untuk mendapatkan kadar filler
optimum. Kemudian dilakukan pemeriksaan yang terbagi dalam 3 (tiga) tahapan yaitu (1)
tahapan pemilihan bahan; (2) tahap persiapan benda uji; (3) tahap penelitian dan analisis data.
Secara umum penelitian ini dilakukan dengan pengujian alat marshall dan UMATTA
sehingga didapatkan data mengenai karakteristik dan modulus resilen dari campuran beton
aspal lapis aus (AC-WC).
Hasil pengujian campuran beton aspal lapis aus (AC-WC) menunjukan bahwa kadar
aspal optimum (KAO) sebesar 5,5% dengan nilai VIM sebesar 3.70%, VMA sebesar 19,00%,
Stabilitas sebesar 1.152,93 Kg, Flow sebesar 2,78 mm dan MQ sebesar 417,39 Kg/mm. Hasil
pengujian campuran aspal beton lapis aus (AC-WC) dengan penggantian filler fly ash
menunjukan bahwa kadar campuran optimum yaitu sebesar 7% dengan nilai VIM sebesar
4,21%, VMA sebesar 19,21%, Stabilitas sebesar 1326.10Kg, Flow sebesar 3,69 mm dan MQ
sebesar 360.13 Kg/mm. Hasil pengujian campuran aspal beton lapis aus (AC-WC) dengan
penggantian filler fly ash menunjukan bahwa nilai modulus resilien optimum yaitu sebesar
5% dan temperatur 25˚C dengan nilai sebesar 3.283 MPa. Dari hasil analisa menyatakan
bahwa data karakteristik tersebar secara normal dan menghasilkan nilai yang berbeda pada
setiap persentase kadar filler, temperatur dan interaksi antara kadar filler dan temperatur.
Penggunaan alat UMATTA menghasilkan nilai modulus resilien yang lebih akurat dan tingkat
kesalahan yang sangat kecil. Pemilihan jenis campuran aspal sangat mempengaruhi nilai
modulus resilien dimana dari hasil pengujian membuktikan bahwa campuran aspal beton
lapis aus (AC-WC) dengan penggantian filler fly ash memiliki nilai modulus resilien yang
tinggi membuat campuran aspal menjadi kaku sehingga tahan terhadap deformasi