Sumberdaya laut yang sangat melimpah dan beragam dapat dimanfaatkan
seoptimal mungkin bagi kehidupan. Banyak organisme laut berpotensi molekuler
yang tinggi, karena dapat menghasilkan berbagai senyawa bioaktif unik. Haslea
ostrearia adalah diatom laut yang mensintesis dan melepaskan marenin, pigmen
biru-hijau yang larut dalam air bertanggung jawab untuk penghijauan
(pewarnaan) insang dan palps labial pada kerang. Selain itu, marenin memiliki
sifat antibakteri dan antivirus dan karena itu bertindak sebagai agen pelindung
alami terhadap patogen. Haslea ostrearia adalah spesies diatom yang dominan
di kolam, dan petani tiram mengambil keuntungan dari fenomena ini dengan cara
merendam tiram mereka di perairan dangkal untuk 'perbaikan' (penggemukan)
dan penghijauan, akibatnya dapat menaikkan kualitas produksi tiram dan
meningkatkan keuntungan budidaya. Ikan merupakan organisme akuatik yang
banyak memiliki nilai ekonomis juga untuk itu diperlukan efek apa yang
ditimbulkan diatom Haslea ostrearia terhadap ikan. Salah satu jenis ikan hias
yang banyak digemari ialah ikan zebra (Danio rerio). Dalam penelitian ini
menggunakan ikan zebra sebagai ikan model, ikan ini memiliki kesamaan organ
dengan tubuh manusia. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini akan
membahas tentang efek supernatan Haslea ostrearia terhadap embrio ikan zebra
secara morfologi dan fisiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode eksperimen. Penelitian ini mengacu pada OECD (2013), yang
dilakukan dengan beberapa tahap diantaranya : pemeliharaan hewan uji,
pemijahan ikan, pembuatan konsentrasi larutan, sortir telur, pengukuran daya
tetas, pengamatan frekuensi detak jantung, dan pengukuran kualitas air. Analisis
data dalam penelitian ini menggunakan ANOVA, bila terjadi perbedaan signifikan
dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan menggunakan Tukey test.
Berdasarkan hasil penelitian perkembangan embrio Zebrafish (Danio rerio)
setelah pemaparan supernatan diatom Hasle ostrearia pada masing-masing
perlakuan dengan konsentrasi 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % tidak
mempengaruhi perkembangan embrio. Supernatan diatom pada masing-masing
perlakuan tersebut tidak mengakibatkan efek teratogenik pada organ embrio
ikan zebra sehingga ikan tidak mengalami malforasi (kelainan morfologi). Ikan
menetas sempurna dengan memilki sumbu tubuh yang lurus. Hasil analisis
statistik menggunakan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey
menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi supernatan diatom Haslea ostrearia
memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap daya tetas, denyut
jantung (heart beat), mortalitas dan Survival Rate (SR). Kemudian lama
pemaparan juga mempengaruhi tingkat daya tetas, detak jantung, mortalitas dan
SR embrio ikan zebra.
Penelitian lebih lanjut sebaiknya ditentukan terlebih dahulu nilai ambang
bawah dan ambang atas terlebih dahulu sebelum uji lanjutan untuk penelitian
lanjutan dianjurkan penggunaan diatom Haslea ostrearia di ekstrak terlebih
dahulu atau dilakukan purifikasi marenin untuk mengetahui lebih jauh lagi
pengaruh kandungan marenin terhadap organisme akuatik selain itu dapat
dilakukan penelitian lanjutan menggunakan organisme akuatik lainnya