, 2018.
(dibimbing oleh ).
Dari data yang diperoleh di pusat data dan statistik pendidikan dan
kebudayaan, tingkat kinerja guru di Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar yaitu
berada pada tingkat pratama dibandingkan dengan tingkat kinerja guru di Kalimantan
Timur yaitu berada pada tingkat Madia. Kemungkinan yang menjadi factor penyebab
kinerja guru berada di tingkat tersebut adalah kompetensi kepala sekolah dan
kompensasi yang diterima oleh guru itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan pengaruh kompetensi kepemimpinan kepalas sekolah dan kompensasi
terhadap kinerja guru di SMK Negeri se Kota Makassar.
Metode penelitian ini adalah explanatory survey. Pengumpulan informasi
yang dilakukan langsung dilapangan secara empiric dengan sampel yang lebih
kecil.Variabel bebas padapenelitianiniyaitu kompetensi kepemimpinan kepala
sekolah dan kompensasi. Variabel terikatnya adalah kinerja guru. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua semua guru yang sertifikasi di SMKN se-Kota Makassar.
Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah Proportionalrandom
sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket disebarkan langsung ke guru
sebanyak 84 angket. Angket yang dingunakan telah divalidasi oleh validator ahli
meliputi: Validasi Isi dan Validasi Empirik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) Gambaran umum kompetensi
kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, dan kinerja guru SMK Negeri se-Kota
Makassar berada dalam kategori baik, (ii) Kompetensi kepemimpinan kepala sekolah
memiliki pengaruh yang sangat rendah terhadap kinerja guru SMK Negeri se-Kota
Makassar, (iii) Kompensasi memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap kinerja
guru SMK Negeri se-Kota Makassar, (iv) Kompetensi kepemimpinan kepala sekolah
dan kompensasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja guru SMK Negeri se-
Kota Makassar.
Kata Kunci : Pengaruh, Komopetensi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompensasi,
dan Kinerja Guru