Kemampuan berpikir matematis, khususnya berpikir matematis tingkat tinggi (high order
mathematical thinking) sangat diperlukan oleh siswa agar siswa sanggup menghadapi
perubahan keadaan atau tantangan-tantangan yang ada dalam kehidupan yang selalu
berkembang. Kemampuan awal merupakan jembatan untuk menuju kemampuan baru.
Graded Response Model (GRM) digunakan dengan tujuan untuk menampilkan estimasi
parameter butir dan kemampuan siswa. (GRM) adalah sistem penskoran dimana tingkat
kesukaran tiap kategori pada item tes disusun secara berurutan sehingga jawaban peserta
tes haruslah berturut dari kategori rendah hingga kategori yang tinggi, sehingga penilaian
dimana semua respon siswa dilihat dari urutan pengerjaannya. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan Analisis kemampuan berpikir kritis matematik siswa
di Sma Negeri 5 Wajo. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Subjek dalam penelitian ini menggunakan siswa kelas XII IPA 1 Sma Negeri 5
Wajo yang ditinjau dari kemampuan awal yang berjumlah 3 orang. Subjek yang diambil
menggunakan tes kemampuan awal, kemudian subjek diberikan tes kemampuan berpikir
kritis matematik dan diwawancarai. Data tes kemampuan berpikir kritis matematik dan
wawancara setiap subjek penelitian dideskripsikan, yang selanjutnya diperoleh skor dan
di olah, kemudian diperoleh tabel Graded Response Model (GRM). Beradasarkan analisis
data dapat disimpulkan bahwa, Analisis kemampuan berpikir kritis matematik siswa
ditinjau dari kemampuan awal dengan menggunakan Graded Response Model (GRM)
diketahui bahwa kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah menunjukkan kemampuan
berpikir krtis matematik sama yaitu pada tahap rata-rata antara 1,00 sampai -1,00
Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Matematik, Graded Response Mode l (GRM