Perbandingan Efek Afrodisiaka Infusa dan Ekstrak n-Heksana Kuncup Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar

Abstract

Clove (Syzygium aromaticum L.) flower bud is one of medicinal plant that is used as aphrodisiac. The study was aimed to find out the aphrodisiac effect of infuse and n-hexane extract of clove flower buds on climbing frequency of white male rats wistar strain and to know a higher aphrodisiac effect between infuse and n-hexane extract of clove flower buds. The test animals used were divided into four test groups. Group I (negative control) was given CMC 1%. Group II (positive control) was given Dji Wo capsul dose of 9 mg/200 g BW. Group III was given the  n-hexane extract dose of 350 mg/200 g BW. Group IV was given the infuse dose of 350 mg/200 g BW. All preparations were given orally twice a day (morning and evening) for 5 days. At day-5, climbing frequency was observed and making vaginal smear to observe the male rat sperms. The climbing frequency data was analyzed using two ways Anova followed by Dunnett T3 test at 95% confidence. The result showed that infuse and n-hexane extract of clove flower buds had aphrodisiac effect on white male rat wistar strain and the infuse of clove flower buds had aphrodisiac effect similar with n-hexane extract.Kuncup bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan salah satu bagian tanaman obat yang berkhasiat sebagai afrodisiaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek afrodisiaka infusa dan ekstrak n-heksana kuncup bunga cengkeh pada tikus putih jantan galur wistar dan untuk mengetahui efek afrodisiaka yang lebih tinggi di antara infusa dan ekstrak n-heksana kuncup bunga cengkeh. Hewan uji dikelompokkan menjadi empat kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) diberikan CMC 1%. Kelompok II (kontrol positif) diberikan kapsul Dji Wo dosis 9 mg/200 g BB. Kelompok III diberi ekstrak n-heksana kuncup bunga cengkeh dosis 350 mg/200 g BB. Kelompok IV diberi infusa kuncup bunga cengkeh dosis 350 mg/200 g BB. Semua sediaan diberikan peroral dengan pemberian 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 5 hari. Dilakukan pengamatan frekuensi climbing dan pengecekan apusan vagina untuk melihat adanya sperma tikus jantan. Data frekuensi climbing dianalisis menggunakan metode SPSS varian dua jalan yang dilanjutkan uji Dunnett T3 dengan taraf kepercayaan 95%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa dan ekstrak n-heksana kuncup bunga cengkeh dapat memberikan efek afrodisiaka dan infusa kuncup bunga cengkeh memberikan efek afrodisiaka setara dengan ekstrak n-heksana kuncup bunga cengkeh

    Similar works