research

STUDI KASUS TENTANG PERKAWINAN TUNGKU CU DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DI KABUPATEN MANGGARAI KECAMATAN REOK BARAT DESA LANTE

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar belakang desa lante. Subjek penelitian ini semuanya berjumlah 19 orang diantaranya adalah 5 pasang keluarga yang melakukan perkawinana tungku cu, Mewakili tokoh masyarakat (5 orang), Ketua Adat(2 orang), Pastor Paroki, Kepala Desa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kasus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa perkawinan tungku cu merupakan perkawinan sedarah yaitu perkawinan antara anak laki-laki dari saudari kandung dengan anak perempuan dari saudara kandung. Perkawinan tungku cu bertentangan dengan undang-undang perkawinan karena perkawinan tungku cu merupakan perkawinan yang memiliki hubungan yang sangat erat.Perkawinan tungku cu tetap dipertahankan di Manggarai Kecamatan Reok barat Desa Lante karena dengan perkawinan tungku cu dapat mempertahankan hubungan darah antara saudara dengan saudari dan dapat meringankan biaya belisatau mahar. Dampak dari perkawinan tungku cu yaitu dampak positif dapat mempererat hubungan darah antara saudara dengan saudari kandung sedangkan dampak negatif terjadinyapenularan penyakit, anak cacat,anak cepat meninggal,tidak memiliki anak

    Similar works