Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Rifka Annisa Womens
Crisis Center dalam menagani kasus kekerasan seksual di Yogyakarta.
Penelitian dilakukan di Kompleks Jatimuyo Indah, Kricak, Tegalrejo, Kota
Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2017. Penelitian ini
mengunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data mengunakan tiga tahap
yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kualitatif
menggunakan Proses berfikir induktif yang artinya berangkat dari permasalahan
yang umum ke khusus sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan berdasarkan
dari data-data yang dipeoleh. Keabsahan data ditempuh dengan strategi
trianggulasi yaitu dengan membandngkan data yang diperoleh dengan data yang
lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian terkait peranan Rifka Annisa Women’s Crisis
Center dalam menangani kasus kekerasan seksual di Yogyakarta pada dasarnya
ada tiga upaya dalam penanganannya yang meliputi, pendampingan hukum,
penanganan secara kekeluargaan dan program pencegahan. Pendampingan hukum
dilakukan apabila korban memilih untuk diproses secara hukum, korban akan
diberikan dampingan hukum dan dampingan psikologi dari mulai saat BAP di
kepolisan hingga ke pengadilan saat proses persidangan. Penanganan secara
kekeluargaan dalam kekerasan seksual merupakan langkah yang dilakukan sesuai
dengan keinginan korban dan keluarga korban. Peran Rifka Annisa dalam
kekeluargaan hanya memberikan arahan supaya posisi korban tidak dirugikan.
Sedangkan Perogram pencegahan yang dilakukan Rifka Annisa merupakan
sebuah upaya untuk mengurangi jumlah kasus kekerasan seksual, program
pencegahan dlakukan dengan membentuk Forum Anak Desa, serta forum lainnya
sperti diskusi ayah, ibu, remaja putri dan laki-laki yang didirikan diseluruh
wilayah yogyakarta di dalam forum diskusi ini memahas tentang gender,
kekerasan sesual dan kekerasan lainnya, selain itu juga ada Rifka Annisa Goes to
school yang merupakan program pencegahan disasarkan pada anak-anak sekolah
dengan memberikan materi tentang pendidikan seks dan gender