Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiangan pada tanaman
kacang tanah (Arachis hypogaea L.), mengetahui jenis-jenis gulma yang tumbuh
pada masing-masing varietas tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dan
pergeseran gulma akibat penyiangan dengan perlakuan bebas gulma, bergulma,
bergulma hingga 20 HST, dan bergulma hingga 40 HST.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai Juli 2016. Penelitian ini
dilaksanakan lahan sawah yang terletak di Desa Soboman, Kelurahah Ngestiharjo,
Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Istimewa Yogyakarta dengan
ketinggian ± 133 diatas permukaan laut, dengan jenis tanah dregosol. Pelaksanaan
penelitian dilakukan dengan cara melakukan analisis vegetasi gulma awal
(sebelum penilian), persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyiraman,
penyulaman, pemupukan, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit dan
pemanenan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak
lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan gulma terdiri
dari 4 macam yaitu Bebas gulma, Bergulma hingga 20 HST, Bergulma hingga 40
HST, Bergulma hingga 60 HST. Sehingga di perlakuan 4 x 3 = 12 perlakuan dan
masing-masing perlakuan terdapat 5 sampel sehingga keseluruhan dibutuhkan 12
x 5 = 60 polybag.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penyiangan pada kacang tanah (Arachis
hypogaea L.) berpengaruh pada tinggi tanaman, diameter batang tanaman, luas
daun tanaman, batang tanaman, dan akar tanaman. Pada proses penyiangan
terdapat beberapa gulma yang tumbuh pada kacang tanah (Arachis hypogaea L.)
ada beberapa jenis yaitu Euphorbia hirta L, Hedyotis corymbosa L, Rostellularia
sundana Bremek, Phyllanthus debilis Klein ex Will, Cyperus compressus L,
Cleome viscosa L, Tridax procumbens L, dan Eleusine indica L. Pengaruh
pergeseran gulma mengakibatkan kacang tanah menjadi lebih tinggi, diameter
batang tanaman menjadi lebih besar (sehat), luas daun menjadi lebih besar dan
lebih banyak, batang tanaman menjadi lebih basah karena adanya asupan air dan
terjadinya fotosintesis yang normal, akar tanaman menjadi lebih basah karena
cadangan air pada tanaman cukup