Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial perempuan
penambang pasir ditinjau dari teori feminisme Desa Wukirsari Kecamatan
Cangkringan Kabupaten Sleman.
Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Desa Wukirsari Kecamatan
Cangkringan Kabupaten Sleman. Subjek penelitian ini sebanyak enam orang yang
terdiri dari lima penambang pasir perempuan dan kepala Desa Wukirsari. Penelitian
ini menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisa
data menggunakan deskriptif kualitatif dengan kajian naturalistik sehingga dapat
menghasilkan kesimpulan berdasarkan dari data yang diperoleh. Keabsahan data
ditempuh dengan strategi triangulasi data yaitu dengan membandingkan data yang
diperoleh dengan data yang lainnya.
Hasil penelitian menghasilkan simpulan bahwa berdasarkan kajian penelitian
tentang kondisi sosial perempuan penambang pasir ditinjau dari teori feminisme
Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman dapat dilihat dari
pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan sekarang sama, tidak ada
pembedaan baik jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Perempuan bisa melakukan
pekerjaan laki-laki tanpa ada masalah apapun, baik dengan suami atau di lingkungan
masyarakat. Interaksi sosial perempuan penambang pasir dengan, penambang dan
masyarakat umum berjalan dengan baik tidak pernah ada masalah. Keikutsertaan
perempuan penambang pasir dalam berbagai kegiatan sosial di masyarakat seperti
arisan, PKK, pengajian, maupun kegiatan kemasyarakatan. Kesetaraan antara lakilaki
dan perempuan sudah dipahami oleh masyarakat Desa Wukirsari, sehingga
tidak ada dominasi dalam pekerjaan maupun kegiatan sosial perempuan penambang
pasir di masyarakat. Perempuan (istri) bekerja menambang pasir memiliki
penghasilan sendiri untuk tambahan pemasukan kebutuhan hidup. Laki-laki (suami)
tidak merasa tersaingi oleh perempuan (istri) yang ikut bekerja, karena sudah
menjadi kesepakatan bersama untuk mencari nafkah. Bekerja sebagai penambang
pasir disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki perempuan (istri) tanpa
membebankan semua pekerjaan kepada perempuan