Karang lunak diketahui mempunyai berbagai bioaktivitas salah satunya antibakteri. Antibakteri merupakan senyawa yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan dapat mematikan bakteri. Sampel karang lunak Lobophytum sp. yang diperoleh dari perairan Pangalisang Pulau Bunaken diambil ekstrak kentalnya melalui proses evaporasi, selanjutnya difraksinasi menjadi tiga fraksi dengan teknik partisi cair dengan pelarut aquades, etil asetat, metanol dan n-heksan. Pengujian antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dianalisis dengan metode difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer). Hasil penelitian menunjukan ketiga fraksi memiliki aktivitas antibakteri, dimana aktivitas terbesar dihasilkan pada konsentrasi sampel dalam kertas cakram 50 μl dengan zona hambat 7mm (fraksi air), 8 mm (fraksi metanol), 7,2 mm (fraksi n-heksan) pada Pseudomonas aeruginosa dan 7 mm (fraksi air), 8,7 mm (fraksi metanol) pada Staphylococcuss aureus. Dapat disimpulkan bahwa zona hambat yang dihasilkan karang lunak Lobophytum sp. tergolong lemah sehingga tidak berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antibakteri