Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Metode observasi dilakukan dengan pengamatan langsung obyek Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, metode wawancara dilakukan dengan mewawancarai 10 orang, yaitu pengelola Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bidang Bimbingan Edukasi dan guru sejarah serta pengunjung Museum Benteng Vredeburg yang masih berstatus pelajar. Metode kepustakaan dilakukan dengan panduan buku-buku yang berhubungan dengan Museum Benteng Vredeburg serta media pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data yang bersifat deskriptif kualitatif dengan mengunakan metode berfikir secara induktif yaitu berupa peristiwa-peristiwa konkrit yang kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Benteng Vredeburg mengalami pemugaran bukanlah usaha untuk melestarikan simbol keperkasaan penjajah Belanda tetapi dengan tujuan untuk dimanfaatkan bagi fungsi baru yang dapat memberikan informasi dan inspirasi perjuangan nasional bagi penerus generasi mendatang dengan difungsikan sebagai museum, 2) Museum Benteng Vredeburg memiliki bangunan, koleksi, fasilitas yang lengkap. 3) Salah satu kemungkinan program pengenalan museum guna meningkatkan peran museum sebagai media pembelajaran sejarah adalah dengan program Museum Masuk Sekolah, namun Program Museum Masuk Sekolah perlu diadakan tindak lanjut dari pihak museum dan sekolah