Disleksia merupakan gangguan belajar membaca, sehingga diperlukan penanganan
untuk mengatasi permasalahan tersebut mengingat setiap peserta didik memiliki
potensi yang sama untuk belajar. Terlebih lagi gangguan disleksia tidak berhubungan
dengan kapasitas intelegensi. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengetahui
pengaruh metode multisensori untuk meningkatkan kemampuan membaca pada peserta
didik disleksia. Metode belajar yang dibutuhkan peserta didik disleksia untuk membantu
mengatasi kesulitan membaca adalah metode yang dapat memfungsikan seluruh indera
untuk mengenal atau mempelajari sesuatu, yaitu metode mutisensori. Dengan metode
multisensori, peserta didik belajar dengan memanfaatkan kemampuan memori visual
(penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerakan), serta taktil (sentuhan)