Pangan merupakan suatu kebutuhan pokok dan sesuatu hal yang sangat
penting, karena menyangkut kebutuhan dan hajat hidup orang banyak. Apalagi
yang berkaitan dengan ketersediaan dan ketahanan pangan yang merupakan suatu
akses terhadap kecukupan pangan, aman dan terjangkau untuk hidup layak,
terpenuhi kebutuhannya dan memiliki tubuh yang sehat. Penduduk Indonesia
daiam keseharian hidupnya kebutuhan dan ketergantungan akan beras masih
sangat besar (139,5 kglkapitaltahun), sehingga berakibat terhadap ketahanan
putgutr nasional menjadi sangat rapuh. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan
proJuksi pangan, sehingga dapat membawa daerah berada pada kondisi pertanian
yutrg tangguh dan dapat berkelanjutan. Kabupaten Tanjung Jabung Barat
merupakan daerah tingkat II yang relatif baru ber-ibu kota di Kuala Tungkal
dengan luas 550.350 ha, yang terdiri atas 13 kecamatan dan 52 desa dengan
memiliki lahan potensial untuk tanarnanpadi sawah dan padi ladang seluas 24.505
ha yang produktivitasnya masih relatif rendah yaitu rata-tata hanya 3,93 ton per ha.
gerdasaikan hasil survey dan melalui Focus Group Discussion pada 13 kecamatan
dapat diketahui, bahwa untuk mencapai bidang pertanian yang tangguh dan
berkelanjutan diperlukan upaya peningkatan produksi dan produktivitas pangannya
melalui p.ogru* ekstensifikasi, intensifikasi yang berbasis organik dan rehabilitasi
lahan. Frog.u- ekstensifikasi ditempuh melalui penambahan areal tanam dengan
mengoptimalkan lahan yang semula tidak produktif menjadi produktif (penataan
lahan).- Adapun intensifikasi antara lain dilakukan melalui program peningkatan
Indek Pertanaman dengan Gertak Paduka, penggunaan pupuk berimbang berbasis
organik, peningkatan kuantitas dan kualitas penyrluh sebagai pendamping petani
dalam pelaksanaan budidaya tanaman, serta penggunaan alsintan saat panen dan
pasca panen. Program ini secara teknis dipenuhi melalui bantuan berupa saprotan
sebagai sarana untuk percepatan pengolahan tanah, pasca panen dan pompa air,
serta bantuan sarana produksi berupa benih, pupuk, dan obat-obatan. Adapaun
rehabilitasi lahan dilakukan melalui perbaikan kesuburan lahan melalui
pemanfaatan bahan-bahan organik yang tersedia di tempat dan pengaturan sistem
budidaya tanaman yang diusahakan secara arif