Selama era Reformasi, sistem pendidikan nasional sedang menghadapi
sejumlah problem. Dalam aspek tujuan pendidikan nasional, misalnya, lembagalembaga
pendidikan tampak belum bisa mencapai tujuan pendidikan nasional
secara
utuh. Pembentukan
akhlak mulia dalam diri anak sebagai salah satu bagian
dari
tujuan pendidikan nasional masih menjadi persoalan. Banyak faktor penyebab
problem
ini, antara lain adalah kurangnya peran orangtua dan guru dalam membentuk
akhlak
anak sejak usia dini. Tulisan
ini akan menyajikan pandangan Ibn Miskawaih
tentang
urgensi pembentukan akhlak anak sejak usia dini. Kajian ini menemukan
bahwa
seorang anak akan mampu menampilkan akhlak mulia manakala pendidik,
baik
orangtua maupun guru, mampu memahami kejiwaan anak sembari mulai
mengajari
dan membiasakan anak dengan akhlak mulia sejak kecil, serta memilih
lingkungan
yang sehat secara moral untuk anak tersebut