– Penyu sisik (Eretmochelysimbricata) merupakan salah satu jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia. Populasi penyu sisik saat ini terus mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya adalah keberadaan mikroba pencemar pada telur penyu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cemaran mikroba pada telur penyu sisik di Pulau Kelapa Dua. Analisis secara mikrobiologi meliputi total bakteri, jamur, coliform, Enterobacter, dan Salmonella-Shigella dilakukan terhadap sampel telur segar dan telur gagal menetas. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua sampel tercemar mikroba yang mempengaruhi daya tetas telur. Sampel cangkang telur segar memiliki total bakteri 9,60x105 CFU/butir, jamur 2,35x105 propagul/butir, coliform 3,96x105 CFU/butir, Enterobacter 3,02x105 CFU/butir dan Salmonella-Shigella 1,68x105 CFU/butir, sedangkan hasil analisis dari sampel isi telur segar diperoleh total bakteri 1,60x104CFU/ml, jamur 3,00x102propagul/ml, coliform 2,00x105CFU/ml, Enterobacter 1,20x105CFU/ml dan Salmonella-Shigella 1,46x105CFU/ml. Hasil analisis dari sampel cangkang telur gagal menetas diperoleh total bakteri 7,20x106CFU/butir, jamur 1,92x105 propagul/butir, coliform 4,08x105 CFU/butir, Enterobacter 2,59x105CFU/butir dan Salmonella-Shigella 3,31x105CFU/butir, sedangkan hasil analisis dari sampel isi telur gagal menetas diperoleh total bakteri 1,00x108CFU/ml, jamur 3,50x105propagul/ml, coliform 5,00x103CFU/ml, Enterobacter 4,00x103CFU/ml dan Salmonella-Shigella 3,00x103CFU/ml.Kata Kunci - Penyu sisik, telur, Pulau Kelapa Dua, cemaran mikroba