Bangunan yang dibangun di daerah rawan gempa harus
direncanakan mampu bertahan terhadap gempa. Salah satu solusi untuk
meningkatkan kinerja struktur bangunan dalam menahan gaya lateral
(gempa) adalah dengan penambahan pengaku pada struktur tersebut.
Tugas akhir ini fokus pada analisa kinerja sistem struktur baja 6 lantai
yang menggunakan pengaku Eccentrically Braced Frame (EBF) yang
berlokasi di daerah Padang dengan kondisi tanah lunak. Beban yang
diperhitungkan meliputi beban mati, beban hidup dan beban gempa.
Kinerja sistem struktur baja yang dianalisa meliputi kekuatan,
kekakuan, daktilitas, dan disipasi energi berdasarkan kurva beban vs
perpindahan yang didapat dari pembebanan statik monotonik
menggunakan software ETABS v9.7.1. Hasil analisa tersebut
dibandingkan diantara tiga struktur baja yang dimodelkan, yaitu struktur
baja tanpa pengaku, struktur baja dengan pengaku EBF pada satu bentang
dan struktur baja dengan pengaku EBF pada dua bentang. Kemudian
dapat diketahui pengaruh dari penambahan bracing pada struktur.
Hasil analisa memperlihatkan penambahan pengaku EBF pada
satu bentang struktur baja memberikan peningkatan kekuatan, kekakuan,
daktilitas dan disipasi energi, yaitu masing-masing sebesar 1.14 kali, 1.39
kali, 1.94 kali dan 1,07 kali dibandingkan struktur baja tanpa pengaku,
sedangkan penambahan pengaku EBF pada dua bentang akan
meningkatkan kekuatan dan kekakuan sebesar 1,12 kali dan 1,28 kali, tapi
menurunkan daktilitas dan disipasi energi sebesar 0.85 kali dan 0.98 kali
dibandingkan struktur baja dengan pengaku EBF pada satu bentang.
Penggunaan pengaku EBF yang semakin banyak pada struktur
bangunan akan meningkatkan kekuatan dan kekakuan struktur, sedangkan
pemberian pengaku EBF pada satu bentang akan meningkatkan daktilitas
dan disipasi energinya, seiring dengan penambahan pengaku EBF pada
struktur tersebut maka daktilitas dan disipasi energinya akan mengalami
penurunan.
Kata kunci : Struktur baja, EBF, statik monotonik, daktilitas, disipasi
energ