Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pencampuran bengkuang dan terung belanda terhadap karakteristik velva yang dihasilkan, untuk mengetahui perbandingan tepat untuk menghasilkan velva terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (perbandingan bengkuan dan terung belanda 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, dan 90%:10%) dan 3 ulangan. Hasil menunjukkan bahwa perbandingan bengkuang dengan terung belanda memberikan pengaruh nyata terhadap overrun, waktu pelelehan, total padatan terlarut, kadar air, total gula, total asam, kadar vitamin C, aktivitas antioksidan, warna, dan aroma. Tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, rasa dan tekstur. Berdasarkan sifat fisik, kimia dan sensori perbandingan bengkuang dan terung belanda yang menghasilkan velva terbaik pada perlakuan A (50% bengkuang: 50% terung belanda). Karakteristik dari perlakuan A 12,12% overrun, 16,69 menit waktu pelelehan, 27,07oBrix total padatan terlarut, 71,50% kadar air, 1,22% kadar abu, 29,80% total gula, 0,41% total asam, 41,99 mg/100g kadar vitamin C, 22,44% aktivitas antioksidan, 2,3x103CFU/g angka lempeng total, 0,63% kadar inulin, 4,10% serat pangan dan rata-rata uji organoleptik yaitu 4,96 warna, 3,76 aroma, 3,88 rasa dan 4,04 tekstur.
Kata Kunci: Velva, Bengkuang, Terung Belanda, Sifat kimia, Sifat fisik, Organolepti