Latar belakang
:
Glass ionomer cement modified resin
merupakan salah satu
keberhasilan pada modifikasi matriks organik yang terkandung dalam
glass ionomer
cement
.
Glass ionomer cement modified resin
memiliki nilai kekasaran permukaan
yang lebih rendah dibandingkan dengan
glass ionomer cement.
Faktor
-
faktor
yang
mempengaruhi kekasaran permukaan adalah jenis bahan poles, kekerasan bahan
poles, dan teknik pemolesan.
Teknik pemolesan dapat dibagi menjadi dua macam
,
yaitu pemolesan satu langkah dan beberapa langkah.
Tujuan
: Tujuan penelitian ini adalah m
engetahui perbedaan nilai kekasaran
permukaan
glass ionomer cement modified resin
yang dipoles
dengan teknik
pemolesan satu langkah dan beberapa langkah.
Metode
:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan
penelitian
posttest stud
y
. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak
36 sampel
berbentuk cakram dengan diameter 6 mm dan
ketebalan 2 mm
. Sampel dibagi
menjadi 2 kelompok perlakuan, k
elompok teknik pemolesan satu langkah dan
kelompok teknik pemolesan beberapa langkah.
Pengukuran keka
saran permukaan
dilakukan setelah sampel dipoles.
Kekasaran permukaan diukur menggunakan
surface roughness tester
.
Hasil
: Hasil analisis data dengan
uji T independen
menunjukkan
t
erdapat
perbedaan yang signifikan pada
tingkat
kekasaran permukaan bahan restorasi
glass
ionomer cement modified resin
yang dipoles dengan teknik pemolesan satu langkah
dan teknik pemolesan beberapa langkah
karena nilai p<0,05.
Kata kunci
: kekasaran permukaan,
glass ionomer cement modified resin
,
te
knik
pemolesan satu langkah dan beberapa langka