Sigit Ari Witjaksana, S850907118. Efektivitas Pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) Dalam Pembelajaran matematika Ditinjau dari Hasil Pemeriksaan
Psikologis (Tes Bakat-Minat). Tesis: Program Studi Pendidikan Matematika
Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah siswa yang diajar
dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) mempunyai prestasi
belajar lebih baik dari siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional. (2)
Apakah siswa yang dikategori disarankan mempunyai prestasi belajar lebih
baik dari pada siswa yang dikategori cukup disarankan, dan apakah siswa yang
dikategori cukup disarankan mempunyai prestasi belajar lebih baik dari pada
siswa yang dikategori kurang disarankan. (3) Apakah perbedaan prestasi belajar dari
masing-masing kategori tes bakat-minat konsisten pada perbedaan prestasi belajar
dari masing-masing pendekatan pembelajaran dan apakah perbedaan prestasi belajar
dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten pada perbedaan prestasi
belajar dari masing-masing kategori tes bakat-minat.
Penelitian dilakukan di kota Surakarta tahun pelajaran 2008/2009.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Classter random sampling dengan
sampel penelitian adalah siswa-siswa dari SMK Kristen 2 dan SMK Warga yang
masing-masing terdiri dari satu kelas sebagai sampel kelas eksperimen dan satu kelas
sebagai sampel kelas kontrol. Banyak anggota sampel seluruhnya adalah 146 siswa.
Uji coba instrumen prestasi belajar matematika dilakukan di SMK Mikael dengan
banyak responden 80 siswa. Hasil uji coba 25 butir soal instrumen tes dengan metode
KR-20 menunjukkan bahwa besarnya indek reliabilitasnya = 0,8317. Pengujian
keseimbangan kemampuan awal menggunakan uji-t yang sebelumnya dilakukan uji
prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji liliefors dan uji Kolmogorov-Smirnov, uji
homogenitas dengan uji Bartlett dan uji-F. Hasil uji kemampuan awal menunjuk
bahwa sampel berdistribusi normal, berasal dari populasi yang homogen dan
mempunyai rerata yang sama.
Pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama,
dengan taraf signifikansi 0,05 yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji
normalitas dengan uji liliefors dan uji Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas dengan
uji Bartlett. Hasil uji prestasi menunjuk bahwa sampel berdistribusi normal, dan juga
berasal dari populasi yang homogen. Hasil uji anava menunjukkan (1) Ho(A) ditolak
yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran CTL
dan konvensional terhadap prestasi belajar (2) Ho(B) ditolak yang berarti terdapat
pengaruh yang signifikan antara siswa dengan kategori disarankan, cukup disarankan
dan kurang disarankan terhadap prestasi belajar (3) Ho(AB) diterima yang berarti
tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan pendekatan pembelajaran
dan kategori tes bakat-minat.
xivPengujian pasca anava menggunakan uji Scheffe’. Hasil komparasi ganda
antar kolom (1) F.1-.2 diterima, yang berarti bahwa rerata siswa kategori disarankan
sama dengan rerata siswa kategori cukup disarankan, (2) F.2-.3 ditolak, yang berarti
bahwa rerata siswa kategori cukup disarankan lebih tinggi dari rerata siswa kategori
kurang disarankan, dan (3) F.1-.3 ditolak, yang beararti bahwa rerata siswa kategori
disarankan lebih tinggi dari rerata siswa kategori cukup disarankan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat
pengaruh yang signifikan dari pendekatan CTL dan konvensional terhadap prestasi
belajar matematika. Kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan CTL lebih
tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar
dengan pendekatan konvensional baik secara umum maupun ditinjau dari masing-
masing kategori tes bakat-minat. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara
kategori tes bakat-minat terhadap prestasi belajar matematika. Setelah dilakukan uji
lanjut dan dengan memperhatikan reratanya dapat disimpulkan bahwa kategori
disarankan dan cukup disarankan menghasilkan prestasi yang lebih baik dari kategori
kurang disarankan, kategori disarankan menghasikan prestasi yang sama dengan
kategori cukup disarankan. (3) Perbedaan prestasi belajar approksimasi kesalahan
dari masing- masing pendekatan pembelajaran konsisten pada masing-masing
kategori tes bakat-minat dan perbedaan prestasi belajar approksimasi kesalahan dari
masing-masing kategori tes bakat-minat konsisten pada masing-masing pendekatan
pembelajaran