Cirebon dikenal sebagai kota wali dan kota pesantren di Jawa Barat. Sebagian besar masyarakat Cirebon terdiri dari dua suku, yaitu Jawa dan Sunda. Mereka hidup dalam era globalisasi yang memungkinkan komunikasi terbuka dengan dunia luar. Hal ini berdampak pada bahasa mereka karena elemen yang berbeda
memungkinkan timbulnya variasi bahasa, terutama pada nama diri yang dipakai