Mengacu pada model yang dikembangkan oleh Lawrens Green tentang berbagai faktor social budaya yang berkaitan
dengan kesehatan, maka berdasarkan hasil penelitian lapangan dapat disimpukan bahwa pengetahuan masyarakat di daerah penelitian relatif sudah cukup baik, baik pengetahuan tentang tanda-tanda penyakit tuberkulosis, cara penularan maupun cara pengobatannya. Selain itu masyarakat juga percaya bahwa penyakit tuberculosis pada dasarnya disebabkan oleh kuman, dan dapat disembuhkan dengan melakukan pengobatan secara teratur. Sementara persepsi yang berkembang adalah bahwa penyakit tuberculosis bukanlah penyakit yang berbahaya yang tidak ada obatnya, melainkan adalah penyakit biasa yang akan
dapat sembuh dengan melakukan pengobatan. Berdasarkan persepsi tersebut, maka pada umumnya masyarakat tetap
berhubungan/berinteraksi dengan orang lain meskipun sebagian diantaranya memiliki tandatanda menderita tuberculosis. Pengetahuan, kepercayaan akan kesembuhan, dan persepsi terhadap penyakit tuberculosis sebagai penyakit biasa, menjadi dasar bagi masyarakat untuk melakukan pengobatan pada pelayanan kesehatan seperti
puskesmas. Namun demikian tindakan pengobatan tersebut baru dilakukan setelah penyakit tersebut mengganggu aktivitas seharihari mereka dan bukan pada saat memiliki
tanda-tanda adanya gejala menderita tuberculosis