Ekstrakurikuler jurnalistik berbasis kecerdasan majemuk adalah hasil pengalaman praktik dari tahun 2008-2016 di SMPI Al-Azhar 14 Semarang dan SD Alam Ar-Ridho pada 2011-2015. Pada awalnya, pembelajaran di ekskul jurnalistik dilakukan dengan metode klasikal satu materi pelajaran untuk semua. Hasilnya, kondisi kelas ekskul tidak terlalu hidup, siswa hanya antusias pada materi yang disukai, tugas sering tidak tuntas dengan alasan keterbatasan waktu dan banyaknya tugas dari sekolah atau mapel intrakurikuler. Setelah pembelajaran dilakukan berbasis kecerdasan majemuk, yang meliputi masukan (pemilihan peserta sesuai minat-bakat), proses (ragam materi & gaya belajar), dan keluaran (penilaian banyak cara), kelas menjadi lebih hidup dan dinamis