Sejak awal kelahirannya pada tahun 1920-an, sastra Indonesia sudah cenderung berkiblat ke sastra Barat. Namun, sejak tahun 1950-an, mulai terlihat ada beberapa upaya untuk memasukkan unsur-unsur sastra daerah (tradisional) dan mencapai puncaknya pada tahun 1980-an ketika muncul kecenderungan “Jawanisasi” dalam sastra Indonesi