Kehidupan seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya, sejak dalam lingkungan rahim sampai lingkungan dia lahir dan menjalani kehidupan awalnya. Lingkungan abiotik, biotik dan sosio-kultural selalu berperan dalam memodifikasi ragawi dan kulturalnya. Peranan pengasuhan dan perawatan di masa bayi yang berupa sosialisasi, internalisasi dan tumbuh kembangnya membawa konsekuensi dalam kesehatannya di masa berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebuah tengkorak patologis
dari paruh pertama abad ke-20, dan mendiskusikan hasil-hasilnya secara antropologi historis dan bioarkeologis. Para peneliti mengamati dan memeriksa bukti-bukti patologisnya, dan menentukan diagnosisnya. Lebih jauh, para peneliti mendiskusikan hasil-hasilnya dengan merujuk data sejarah dan sosio-kulturalnya yang berkaitan dengan suasana dan peristiwa pada masa kehidupan individu tersebut. Para peneliti juga
berupaya untuk memberikan nuansa yang berperspektif luas dalam memandang manusia sebagai makhluk biokultural