Pusat kurikulum dan perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
Abstract
Nilai-nilai karakter itu digali dan diserap dari pengetahuan agama yang dipelajari para peserta didik
itu dan menjadi penggerak dalam pembentukan, pengembangan, peningkatan, pemeliharaan,
dan perbaikan perilaku peserta didik agar mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidup
mereka secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmani-rohani, material-spiritual,
dan individu-sosial. Selaras dengan itu, pendidikan agama Katolik secara khusus bertujuan
membangun dan membimbing peserta didik agar tumbuh berkembang mencapai kepribadian
utuh yang semakin mencerminkan diri mereka sebagai gambar Allah, sebab demikianlah
“Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya
dia” (Kejadian 1:27). Sebagai makhluk yang diciptakan seturut gambar Allah, manusia perlu
mengembangkan sifat cinta kasih dan takut akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan,
pekerti luhur, memelihara lingkungan, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunan
masyarakat, bangsa dan negara. [Sigit DK: 2013