Urgensitas penyebutan as}ah} al-asanid dalam periwayatan hadis

Abstract

Salah satu permasalahan penting dalam disiplin ilmu hadis adalah as}ah} al-asa>ni>d, yaitu menyifati sebagian sanad hadis sebagai sanad paling sahih. Melalui Penelitian kualitatif yang datanya bersumber dari pustaka (Library research) klasik seperti Ma‘rifat ‘Ulu>m al-H}adi>th karya Ha>kim al-Naisabury, al-Kifa>yah fi> ‘Ilm al-Riwa>yah karya Khati>b al-Baghda>dy dan lainnya ditemukan kosa kata baru dalam mengungkapkan sanad hadis yang dinilai paling sahih seperti: as}ah} al-asa>ni>d, ajwad al-asa>ni>d, ahsan al-asa>ni>d, athbat al-asa>ni>d, tarjamah musyabbakah di al-dhahab, silsilat al-dhahab dan lain sebagainya. Ulama hadis membagi permasalahan tersebut pada tiga bagian, pertama as}ah} al-asa>ni>d secara mutlak, kedua as}ah} al-asa>ni>d menurut sahabat tertentu dan ketiga, as}ah} al-asa>ni>d menurut negara tertentu. Akar permasalahan as}ah} al-asa>ni>d bermula dari akhir abad kedua dan masuk abad ketiga Hijriah seperti ‘Abd. Allah Ibn al-Muba>rak (w. 181 H), Waki>‘ Ibn Jarra>h (w. 196 H), Isha>q Ibn Ra>hawaih (w. 237/ 238 H), Yahya Ibn Ma‘i>n (w. 233 H), ‘Ali> Ibn al-Madi>ny (w. 234 H), al-Bukha>ry (w. 256 H) dan lainnya. Meskipun demikian, secara riil klaim as}ah} al-asa>ni>d tidak ditemukan dalam karya-karya ulama pada abad tersebut, melainkan dikenal melalui riwayat ulama abad kelima seperti al-Ha>kim (w. 405 H), Khati>b al-Baghda>dy (w. 463 H) dan seterusnya. Oleh karena itu ulama mutaakhirin seperti Al-‘Ira>qy (w. 806 H) dan Ibn Hajar al-‘Asqala>ny (w. 852 H) berusaha menghimpun beberapa hadis dengan sanad yang diklaim paling sahih oleh ulama hadis abad kedua dan ketiga seperti taqri>b al-asa>ni>d wa tarti>b al-masa>ni>d dan silsilat al-dhahab fi>ma> rawa>hu Ma>lik ‘an Na>fi‘ ‘an Ibn ‘Umar. Adapun faktor-faktor yang menjadi latar belakang munculnya klaim as}ah} al-asa>ni>d dalam periwayatan hadis adalah: perbedaan derajat hadis sahih, perbedaan pendapat kritikus hadis mengenai kepribadian individu perawi hadis melingkupi ke-‘ada>lah-an dan ke-d}a>bit}-an rawi, interaksi rawi dengan gurunya, profesi rawi hadis, Kecenderungan dan perhatian lebih ra>wi hadis terhadap riwayat Negara mereka serta penilaian ganda kritikus hadis baik terhadap biografi rawi tertentu atau biografi yang berbeda. Urgensitas dari penyebutan as}ah} al-asa>ni>d adalah: 1-Tenteramnya hati ketika menerima dan meriwayatkan hadis dengan sanad paling sahih, 2-Hadis as}ah} al-asa>ni>d dijadikan sebagai prioritas utama dalam istinba>t}/ penggalian sumber hukum atau sebagai hujjah dalam permasalahan tertentu, 3-Hadis as}ah} al-asa>ni>d merupakan solusi yang diunggulkan jika terjadi pertentangan antara hadis sahih. Faktor-faktor serta urgensitas tersebut berimplikasi pada pengutamaan sebagian sanad hadis yang dinilai ulama sebagai sanad paling sahih, terlebih jika didapati dua hadis sahih bertentangan redaksi, maka salah satunya harus ada yang diunggulkan/ di-tarji>h (mengunggulkan salah satu pendapat) baik tarji>h melalui ra>wi hadis atau tarji>h melalui kitab. Dalam kajian as}ah} al-asa>ni>d masih ditemukan celah dan titik lemah atas sebagian klaim tersebut misalnya indikasi adanya sanad yang lemah atau hasan yang tidak sampai pada derajat sahih. Meski demikian kajian ini mendorong semua pengkaji ilmu hadis untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya hadis-hadis Nabi dengan sanad yang dinilai paling sahih

    Similar works