Penelitian sitogenetika pada ikan pelangi (Melanotaenia lacustris) difokuskan pada pengungkapan keanekaragaman kromosom dalam hal jumlah, bentuk, dan karyotipenya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Genetika dan Reproduksi ikan Fakuitas Perikanan dan 11 mu Kelautan IPB, pada bulan on Mei — Deseber 2000. Preparat kromosom dibuat dengan metode jaringan padat yang menggunakan larva ikan umur 10-30 hari. Analisis kromosom dilakukan setelah pewarnaan dengan larutan Giemza. Kromosom diploid ikan M. lacustris adalah (2N = 46). Karyotipenya menunjukkan 46 kromosom yang terdiri atas 9 pasang berbentuk submetasentrik (SM) (no. 1, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 13, and 14); 3 pasang subtelosentrik (ST) (no. 4, 12, 22) dan 10 pasang telosentrik (T) (no. 2, 5, 11, 15, 16, 17, IB, 19, 20, and 21) dengan 1 ST dan 1 T pada no. 23. Dari basil tersebut diduga bahwa M, lacustris memiliki kromosom sek